Underwear Dos and Don’ts

2 Comments

underwear

Dari waktu ke waktu saya dapat pertanyaan ini, “Apa rahasianya selalu tampil percaya diri dan sexy (ehem)?”

Ini akan saya jawab dengan ilustrasi di bawah.

Seperti yang teman-teman mungkin tau, saya adalah pengunjung setia gym, maka selain di area training, saya banyak menghabiskan waktu di ruang locker, baik untuk mandi, mengeringkan rambut maupun memakai makeup.

Ruang locker tentu adalah ruangan yang sangat private – dan di area perempuan ini saya menyadari bahwa nggak semua perempuan memperhatikan penampilan bagian dalamnya.

Yes, I am talking about underwear.

Entah karena nggak aware atau nggak care, masih banyak dari kita yang memakai pakaian dalam seadanya, dalam artian sudah usang (saya selalu menyebut dengan istilah dedelduel), motif atas-bawah ‘tabrak lari’ atau simply modelnya nggak sesuai dengan usia pemakainya.

Kenapa saya ribet ngurusin pakaian dalam orang?

Because we are women, we *should* care about each other and we share this kind of things.

Pakaian dalam tak layak pakai nggak cuma bikin ia kehilangan fungsinya menyokong bagian tubuh kita tapi juga bisa menggambarkan bagaimana kita melihat diri kita — dan ini sangat berpengaruh terhadap aura kita di luar.

Admit it nor not, memakai pakaian dalam yang usang bisa diartikan sebagai ketidakpedulian kita sama diri sendiri. Coba pikir. Memakai bra dengan tali yang sudah kendur atau keriting, apa artinya kita peduli terhadap kesehatan payudara? Atau celana dalam yang karetnya sudah harus pensiun. Please.

Atau ada juga kategori perempuan usia 25 tapi memakai pakaian dalam ala perempuan usia 65. Bagaimana mau pede dan aura sexy-nya bisa keluar? :)

Sebaliknya, pakai pakaian dalam dalam kondisi yang baik akan membuat kita merasa nyaman dan menghargai diri sendiri. Pakaian dalam yang sexy akan membuat kita merasa sexy. Pakaian dalam dengan renda misalnya, akan membuat kita merasa feminin. It’s a fact. Everything comes from the inside.

So what are the dos and don’ts?

 

Do:

  • Pakai bra dengan ukuran yang benar

Coba dulu sebelum membeli. Memakai bra dengan ukuran yang salah nggak hanya akan mempengaruhi bentuk payudara (misalnya membuatnya kendur), tapi juga bisa mengakibatkan back pain, shoulder pain dan meninggalkan bekas pada pundak bila talinya terlalu kencang.

  • Macam bra yang wajib dimiliki:
    • Bra dengan warna nude (semua perempuan harus punya, seriously)
    • Bra dengan tali yang bisa dibuka untuk dipakai, misalnya saat pakai tubedress atau halterneck
    • T-shirt bra, yang dipakai saat kita memakai baju dengan bahan kaos supaya tidak terlihat garis bra di luar
    • Untuk kamu yang ingin merasa sexy, coba koleksi beberapa bra dengan bahan renda
  • Macam celana dalam yang wajib ada di lemari:
    • Celana dengan bahan dan warna yang sama dengan koleksi bra kita
    • Celana dengan seamless (tidak ada jahitan) untuk menghindari panty line yang terlihat. Ini dilakukan kalau kamu masih belum terbiasa memakai g-string.
    • Celana dengan model low waist, kalau kamu suka pakai celana di pinggul
    • Celana enak, artinya celana katun yang kita pakai sewaktu di rumah, olah raga, ataupun sedang menstruasi
  • Untuk olahraga, pakailah sport bra karena bra jenis ini didesain dengan fungsi dan untuk kondisi yang berbeda

Kita banyak melakukan gerakan extra energetic saat berolahraga. Salah satu akibat dari menggunakan pakaian dalam biasa saat berolahraga adalah tissue damage pada payudara yang dalam jangka panjang bisa mengakibatkan stretch mark dan kekenduran.

 

Don’t:

  • Kalau pakai t-shirt, jangan pakai bra yang berenda karena akan ‘nyeplak’ and this is not okay. Instead, pakai yang smooth dan seamless.
  • Kalau pakai celana bahan (non jeans), garis panty jangan sampai terlihat, maka pakai panty yang seamless atau g-string.
  • Kalau pakai celana, baik jeans maupun bukan, panty jangan sampai kelihatan (alias posisi panty lebih tinggi dari waist celana). Jangan salah, this is NOT sexy at all.
  • Yang ini dosa besar: Butt crack. Saya tahu jaman sekarang kita sering pakai celana yang low waist, tapi dengan demikian atasannya juga harus disesuaikan, pakailah baju yang belakangnya lebih panjang.
  • Trend lama yang sekarang Big NO NO:
  1. Pakai baju dengan pundak terbuka (tanktop) dan memperlihatkan tali bra (this is so 90s and that is 20 years ago!)
  2. Pakai t-shirt putih, apalagi yang transparan, dengan bra hitam. Udah nggak jaman!

 

Intinya, kita sesekali beli pakaian yang mahal karena bisa dilihat oleh orang. Tapi kalau lalu menganggap pakaian dalam nggak penting karena hanya kita yang tahu, nggak tepat juga. Kalau selama ini sudah ‘invest’ di pakaian, tas atau sepatu, mulailah untuk ‘invest’ dan beli pakaian dalam yang proper karena justru ini yang berpengaruh langsung terhadap kondisi dan bentuk badan kita.

Lastly, kita sering dengar bahwa yang penting adalah inner beauty. Buat saya ini artinya cantik di hati dan cantik di pakaian dalam.

And that is the secret to my confidence & sexiness.

Comments

  1. vina
    vina | Posted on March 10, 2015 at 11:37 pm

    ah! toss! saya termasuk yang suka memadu padankan bra dan panties and i feel so sexy inside when i know i wear the right underwear. Teman2 saya sering bilang saya aneh karena rela ‘invest’ ke barang yg ngga dilihat org. hey! woman should dress for herself, right?! 😉

Leave a Reply