Work Hard, Spend Smart: Tips Menikmati Hidup Tanpa Mengorbankan Hari Tua

no Comment

“Duh, gue nggak bisa banget deh nabung.”

Sounds familiar? Ini biasanya terjadi karena kebiasaan nabung kalau ada sisa. Ya pasti nggak ada laahh.

Yang benar itu nabung atau investasi itu di depan, alias saat terima gaji, sebagian langsung potong dan tabung/investasikan tanpa ampun. hehehe.

Coba pelajari pengeluaran lifestyle per bulan ini:

ilustrasi

Itungan bego-begoan = Rp4.450.000 x nabung 12 bulan = Rp53.400.000

(PS: Kalau nabung jangan pikirin bunganya karena sudah kepotong biaya administrasi)

Kalau uangnya diinvestasikan (saya bertanya langsung nih ke Ligwina Hananto, sahabat saya yang adalah Founder dari QM Financial), ternyata bisa jadi begini hasilnya..

target hasil

Nah, coba deh, Rp53.400.000 dikalikan dengan 5% dan 20% jadinya berapa? :) Sebesar itulah uang kita bisa berkembang untuk mencapai tujuan keuangan.

Jadi benar nih masih nggak mau nabung atau berinvestasi?

Buat yang masih ngeles, “Tapi kan perlu buat ngopi-ngopi cantik” atau “Kalau ada acara kan harus banget ke salon” atau ada juga, “Tapi kan kalau nggak olahraga bisa gendut”, ini jawabannya:

1. Ngopi hedonnya nggak usah tiap hari lah. Dijatah aja gimana, 1 x/minggu? Sisanya ngopi bikin sendiri aja bisa, kaaan?

2. Nggak makan malam = dietnya sukses. Ya udah kalo lapar, makan buah aja, jadi lebih murah. Atau makan hebohnya cuma pas cheating day alias weekend. Atau setiap hari makan di rumah aja, pasti lebih murah dibanding makan di luar.

3. Nah, yang berikut ini saya terapi banget: Bisa loh nggak ngeblow ke salon terus setiap 3 hari. Caranya adalah dengan bikin potongan rambut yang membutuhkan low maintenance, yang nggak perlu riweh harus ngeblow setiap kali cuci rambut. Kalaupun harus, coba deh belajar ngelow sendiri bisa. Ngeblow ke salonnya disimpan aja buat saat mau ke pesta yang memang harus banget tampil paripurna.

4. Ada nggak sih olahraga yang nggak bayar? Ada, lari atau jogging. Yang penting sehat, kan? Dan kalau dilakukan dengan konsisten, nggak mungkin kamu nggak kurus. Yang ada malah sehat kalau olahraga di udara terbuka, apalagi pas masih pagi saat belum terlalu polusi.

Jadi pada dasarnya kita memang suka nggak berasa aja ngabisin gaji. Hati-hati loh, nanti pas tua baru deh gigit jari deh nggak punya uang pensiun atau dana darurat. Masa sih nanti pas tua kita cuma bisa nungguin transferan anak? Itu juga kalau anaknya bisa ngasih. Kalau engga?

While we are young and productive, Work Hard and Spend Smart.

Jadi nanti pas sudah malas kerja (kan enak ya kalaupun saat tua kita kerja, itu karena kita mau dan bukan karena harus), kita masih bisa jalan-jalan, shopping, menjalankan hobi dan menikmati hidup. Jangan lupa, paling enggak kamu harus punya yang basic di bawah ini:

– Dana Darurat

– Dana Pensiun

Dan itu di luar Dana atau Asuransi Kesehatan (buat yang nggak ditanggung perusahaan) dan Dana Pendidikan (buat yang punya anak) ya.

Kalau tertarik mau mulai otak-atik “Memang saya harus nabung berapa, sih?”, main deh ke tujuanloapa.qmfinancial.com.

Buat saya sih, kenapa nggak sekalian aja bikin Dana Keliling Dunia, Dana Beli Rumah dan Dana Beli Mobil atau Tas Idaman? Terserah kita toh, kan uang, uang kita. Tapi sekali lagi, sebelum memenuhi tujuan-tujuan yang hedon, pastikan punya yang basic, ya.

 

PS: Ilustrasi hitungan di atas bisa kamu sesuaikan sendiri dengan gaya hidup kamu setiap bulannya (ya masak cowok blewes rambut?), tapi harus jujur ya, nggak pakai ngeles. :)

Leave a Reply