Tips Liburan: Yang Harus Dilakukan Bila Paspor Hilang!

3 Comments

SONY DSC

Buat teman-teman yang mengikuti perjalanan Eropa saya akhir tahun kemarin di Instagram @RianaRee, mungkin perhatikan kalau saya nggak pergi sendirian, melainkan bersama 2 orang teman.

Nah, saat ke kota ke-4, tepatnya saat perjalanan dari Edinburgh (Skotlandia) menuju Zurich (Swiss), ada kejadian yang nggak mengenakkan banget: Salah seorang teman saya kehilangan semuanya, uang, kartu kredit dan paspor, karena tasnya hilang diambil orang saat kami mendarat!

Ceritanya singkatnya, karena pesawat kami yang dari Edinburgh mengalami delay, kami pun ketinggalan dari Stockholm ke Zurich. Apesnya, koper teman saya, Yudi, tertinggal di Stockholm. Nah saat kita semua sibuk mengurus koper yang hilang tersebut, sepertinya Yudi hilang fokus. Setelah kami keluar dari airport dan hendak cari taxi, Yudi baru sadar kalau tasnya hilang. Kami berusaha mencari tapi nggak ketemu. Saat itu juga kami baru tau kalau ternyata aiport di Zurich tidak buka 24 jam dan pesawat kami adalah pesawat terakhir yang mendarat yaitu pukul 10 malam, jadi tidak ada polisi yang bisa membantu saat itu. Kebayang kan paniknya?

Apa yang harus dilakukan bila ini terjadi sama kita?

Ini tips dari saya.

Sebelum berangkat:

1. Foto paspor dan visa, lalu email ke diri sendiri (just in case hp-nya juga hilang)

2. Tidak membawa uang cash terlalu banyak (BCA bisa kok tarik tunai lewat ATM dan harga tukarnya lumayan ok)

3. Punya catatan nomor telepon semua bank yang mengeluarkan kartu kredit kita, lalu juga email ke diri sendiri beserta dengan nomor kartunya

Maka kalau tas kita hilang beserta paspor, yang harus segera dilakukan:

1. Segera blokir semua kartu kredit (pastinya harus ingat semua bank kartu kredit ya, kalau nggak ingat, bisa buka email)

2. Cek Kedutaan Indonesia lokasi, alamat dan jam operasinya (contohnya sewaktu saya di Zurich, Kedutaan Indonesia berada di Bern, yang ternyata masih butuh waktu 1 jam lagi naik kereta untuk ke sana)

3. Segera ke kantor polisi dan membuat surat kehilangan. Pastikan di surat polisi tersebut dinyatakan apa saja yang hilang (untuk asuransi) dan juga jenis visa yang kamu punya (untuk negara yang membutuhkan visa; apakah multi entry, dll) . Foto atau fotokopi paspor dan visa akan sangat membantu untuk pembuatan surat laporan kehilangan.

4. Setelah surat polisi selesai, baru kamu bisa pergi ke Kedutaan Indonesia untuk membuat dokumen perjalanan sementara atau temporary passport.

5. Nah, kalau rangkaian perjalanan masih panjang, nggak usah panik dan mau langsung pulang. Kita masih bisa kok meneruskan jalan-jalan selama masih berada dalam negara yang sesuai dengan visa. Contohnya seperti kami kemarin, karena masih berada dalam area Schengen, kami masih bisa pindah dari Swiss ke Italia, lalu ke Belgia dan terakhir Belanda. Tapi kami harus membatalkan trip Bosnia dan Kroasia karena sudah di luar negara Schengen.

Duh, semoga aja sih ini nggak akan pernah terjadi sama kita ya. Knock on wood!

Our happy faces. Meskipun siangnya habis ngurus ke polisi, ke Konsulat dan nggak punya duit, haha. That's what friend are for. :)

Our happy faces. Meskipun siangnya habis ngurus ke polisi, ke Konsulat dan nggak punya duit, haha. That’s what friends are for. :)

Comments

  1. Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 1 | ReeSays

    […] – Croatia – Rome (Italy ) – Salerno – Napoli – Amsterdam. Tapi karena teman saya Yudy kehilangan tasnya di Zurich, jadi itinerary Bosnia dan Croatia terpaksa kami lewatkan karena kami tidak merasa yakin untuk […]

  2. Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 2 | ReeSays

    […] karena saya dan Yudy nggak jadi ke Kroasia & Bosnia, sementara Suhe tetap melanjutkan perjalanan ke 2 negara tersebut, akhirnya memodifikasi […]

  3. Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 3 | ReeSays

    […] panjang, drama pastinya nggak bisa dihindari ya. Yudy sempat kehilangan tasnya di Stockholm (baca tips kalau tas kamu hilang di perjalanan!) sehingga kami nggak jadi ke Kroasia dan Bosnia karena bukan negara Schengen, tapi kami tetap bisa […]

Leave a Reply