Tips Liburan Keluarga: Singapore Bukan Hanya Tempat Belanja

no Comment

Buat kamu yang follow Instagram saya, @RianaRee, pasti tau ya kalau saya baru pergi liburan ke Singapore sama ibu dan 2 adik saya? Ini adalah tradisi saya di hari ulang tahun ibu, ngajak beliau pergi jalan-jalan. Nah, tahun ini kami memutuskan untuk liburan di Singapore dan pergi ke beberapa tempat untuk mengenang almarhum papa saya.

Kami berangkat Sabtu jam 1 siang dari Jakarta dan pulang Senin jam 10 malam. Jadi kami punya 3 hari 2 malam.

Hari pertama

Kami berangkat dengan Garuda Indonesia. Beli tiketnya pas lagi ada promo, jadi lumayan, diskon. Sayangnya, kebetulan kami pergi pas weekend F1, jadi semua hotel harganya mencekam. (sama juga ya artinya, haha)

Sampai di Singapore sudah sore, jadi kami bisa langsung check-in di hotel. Kali ini kami tinggal di Oasia Hotel Novena. Buat kamu yang cari hotel yang dekat stasiun MRT, lokasi hotel ini pas banget. MRT station tersambung di lower ground-nya dan jaraknya cuma 2 stasiun dari Orchard. Lumayan, jadi bisa ngirit dengan nggak naik taksi. Hal lain yang asik di hotel ini adalah setiap kamar dikasih smartphone dengan wifi kuenceng yang boleh dibawa-bawa keluar hotel. Seru, ya!

Free-to-use smartphone in our room. Awesome!

Free-to-use smartphone in our room. Awesome!

Sorenya, karena lapar, kami ngemil bagel di Sacha & Sons. Lumayan penuh sebelum dinner. Malamnya, kami jalan-jalan aja di Orchard dan makan malam. Yes, jalan-jalan, window-shopping dan makan saja.

Hello again, Orchard!

Hello again, Orchard!

Hari kedua

Full program nih judulnya hari ini. Kami mulai dengan breakfast di Wild Honey di Mandarin Gallery di Orchard. Kalau kamu mau breakfast di sini, apalagi weekend, disarankan untuk bikin reservasi, karena kalau nggak, bisa lama banget nungguin slot kosongnya.

Ready to explore Singapore. Let’s go!

Ready to explore Singapore. Let’s go!

Setelah perut penuh, we strolled Orchard from end to end and did some serious shopping there, haha. Ya gimana, kami perlu nurunin breakfast sebelum late lunch (alasan aja, hihi). Yang jelas belanja di Singapore itu lebih buat cari barang yang nggak ada di Jakarta aja.

Poh Heng, tempat Papa beliin emas untuk ibu saya. Hits banget katanya jaman dulu.

Poh Heng, tempat Papa beliin emas untuk ibu saya. Hits banget katanya jaman dulu.

Selesai belanja, akhirnya dengan perut lapar maksimal kami sampai di Banana Leaf. Di sini, kami makan dengan piring beralaskan daun pisang. Buat yang suka makanan India, cobain deh, ini restoran favorit saya. Letaknya di Little India. Tinggal naik MRT aja trus keluar ke jalanan, restorannya ada di sebelah kanan jalan.

Gimana? Ngeliatnya aja udah seru ya, apalagi makannya! Kenyang maksimal udahannya.

Gimana? Ngeliatnya aja udah seru ya, apalagi makannya! Kenyang maksimal udahannya.

Setelah itu, waktunya ke Garden by The Bay. Waktu terbaik datang ke sana memang sore menjelang malam karena malamnya ada lighting show jam 7:45 dan 8:45. Oh ya, sebelum berangkat ke Singapore, saya beli tiketnya duluan melalui teman saya yang namanya Darling. Ia adalah orang Indonesia yang tinggal di Singapore, yang bisa beliin kamu tiket apa aja dengan harga yang lebih murah. Asik, kan? Jadi di lokasi kita nggak perlu antri lagi untuk beli. Kalau mau melakukan hal yang sama, cek aja www.jalanjajansingapura.com.

Di Garden by The Bay, pastinya 4 area yang harus dikunjungi. Berhubung sama sama ibu, saya beli tiket untuk naik shuttle masuk ke taman, tapi kalau kamu kuat jalan kaki, seru juga sih jalan menyusuri tempat ini, meski lumayan jauh yaaa, totalnya ada 11 area.

Area pertama adalah Flower Dome yang masuk rekor dunia sebagai rumah kaca terbesar sejak tahun 2015. Tahun ini, mereka hadir dengan tema Tribal Tempo, jadi ada banyak tanaman dari Afrika Selatan. Aduh, bagus-bagus deh, dan yang menyenangkan area itu pakai AC, jadi walaupun siang, nggak panas.

Area kedua yang saya datangi adalah Cloud Forest yang begitu masuk saya langsung terpana melihat tingginya air terjun yang ada. Saya sampai nggak habis pikir bagaimana mereka memulai konstruksi, membawa semua tanaman ini dan membuat semuanya tampak asli, seperti berada di hutan. Dengan AC yang menjaga temperatur ruangan, area ini menyenangkan banget buat dieksplor. Semua tanamannya cantik-cantik banget! Nggak habis pikir bagaimana Tuhan sebegitu kreatifnya membuat ini semua.

Cloud Forest. Amazing, ya?

Cloud Forest. Amazing, ya?

Selesai terpana di dua tempat itu, kami lanjut ke area ketiga yaitu Supertree Grove karena sudah mulai malam dan kami nggak mau melewatkan lighting show-nya itu. Sampai sana rasanya kayak lagi di film Avatar, deh. Supertree ini tingginya 25–50 meter loh. Gokil.

Kayak di film Avatar nggak sih?

Kayak di film Avatar nggak sih?

Nah, buat yang nggak takut ketinggian, kamu harus nyobain area keempat yaitu OCBC Skyway. Dengan membeli tiket tambahan di situ seharga $8 per orang, kita bisa naik lift untuk naik ke atas supertree dan berjalan di jembatan sepanjang 128 meter yang menghubungkan beberapa giant tree. Asli, di beberapa bagian rasanya ngiluuu banget karena jembatannya kecil dan bergoyang karena banyak orang. Tapi saya beruntung, pas di atas, lighting show dimulai. Jadilah saya nonton dari ketinggian 22 meter, ihiy!

Hayo, berani nggak jalan di atas jembatan itu? Sepanjang jalan, saya sih ketawa terus karena adik saya, Dinny, pegangan saya terus pas lewat jembatan yang tipis.

Hayo, berani nggak jalan di atas jembatan itu? Sepanjang jalan, saya sih ketawa terus karena adik saya, Dinny, pegangan saya terus pas lewat jembatan yang tipis.

Selesai dari situ, kami pulang dengan rasa puas dan pastinya, lapar. Jadi malamnya kami mampir ke Marina Bay Sands untuk makan malam karena tanggung, sudah berada di areanya, lalu kembali ke hotel dengan MRT.

Hari ketiga

Dari pagi sudah kebayang-bayang breakfast di Toast Box dengan teh susu, roti bakar dengan selai kacangnya yang tebel banget, dan telor setengah mateng. Aduh, sumpah enak banget.

Sarapan di Toast Box. Lihat deh selai kacangnya. Juara!

Sarapan di Toast Box. Lihat deh selai kacangnya. Juara!

Hari ini kami mau ke S.E.A. Aquarium yang letaknya di Sentosa. Seru aja melihat berbagai jenis mahluk laut yang bentuknya beda-beda. Mereka juga punya banyak banget koleksi ikan hiu. Yang menyenangkan dari tempat ini adalah area giant glass wall-nya. Sambil duduk, kita bisa melihat kehidupan laut yang tentunya sangat menyejukkan hati dan mata. Penting buat kita-kita yang setiap hari melihat macetnya jalanan.

Ada yang tau ini apa? Bukan motif kain loh, hihi. Ini adalah ubur-ubur hidup yang saya foto di S.E.A.

Ada yang tau ini apa? Bukan motif kain loh, hihi. Ini adalah ubur-ubur hidup yang saya foto di S.E.A.

My mom with the sharks

My mom with the sharks

Dari sana, kami pergi ke tempat di mana alamarhum papa saya suka makan, untuk late lunch. Terakhir ibu saya ke sana tahun 1992 sewaktu Papa masih hidup. Nama restorannya adalah Singapore Zam Zam yang terletak di Arab Street. Dijamin halal pastinya. Kami pesan nasi briyani dan martabak. Duh, kalau lihat menunya, rasanya mau pesan semua deh, tapi porsinya lumayan besar jadi takut nggak habis. Pastinya saya akan balik buat nyobain gulai kepala ikannya (korban lihat foto di menu kayaknya enak banget, hihi).

Kebayang kan enaknya Nasi Briyani ini?

Kebayang kan enaknya Nasi Briyani ini?

Setelah kenyang, kami balik ke hotel untuk check-out sambil mampir sebentar ke Lucky Plaza buat beli oleh-oleh. Maklum, bawa emak-emak, jadi harus banget kasih oleh-oleh buat teman-teman pengajiannya 😀 Dari sana, kami siap-siap untuk ke airport dan pulang deh.

That was a very nice vacation. Buat yang mau ngajak orangtua liburan juga, ini tips dari saya:

– It’s not about you, it’s about them.

– Cek tempat-tempat yang menarik, bukan cuma lihat mall atau untuk shopping aja

– Lebih baik beli tiket duluan supaya mereka nggak harus antri

– Kalau ada tempat-tempat yang nostalgic buat mereka, bisa banget dimasukkan ke itinerary.

– Banyak bikin foto selama perjalanan. Nanti setelah liburan bisa dicetak dan dijadikan coffee-table book.

– Santai aja dan harus jadi ‘Badut Chiki’ selama perjalanan, alias jangan gampang bete :) It’s for them, so don’t sweat small things. Namanya juga orangtua.

– Don’t’ forget to have fun and create memories!

Selamat liburan!

Four of us. Akhirnya bisa liburan berempat. Wish you were here, Papa.

Four of us. Akhirnya bisa liburan berempat. Wish you were here, Papa.

Leave a Reply