Tips Bisnis: 4 Cara Mengatasi Rasa Takut Jualan

no Comment

sales

Jualan bukanlah hal yang gampang, jadi wajar kalau seringkali bikin orang takut. Takut ditolak, takut gagal, takut malu, dan lain-lain. Apalagi kalau kita ingat bahwa sama orang-orang yang kalau jualan maksa dan bikin kita sebel, tentu kita nggak mau jadi seperti mereka. Tapi saat punya bisnis atau jadi sales person, jualan itu harus. Gimana caranya biar kita nggak takut jualan?

1. Belajar dari penolakan

Semua orang pasti ingin merasa diterima, tapi saat jualan, tentu dari waktu ke waktu kita akan mengalami penolakan. Kuncinya di sini adalah bagaimana belajar dari pengalaman.

Di sini kita perlu menyadari kalau ada beberapa alasan orang menolak tawaran kita, misalnya karena mereka nyari sesuatu yang lain, timing-nya nggak pas, harganya nggak cocok atau simply mereka nggak ngerti produk yang kita tawarin. Solusinya, pertama, nggak usah diambil hati atau tersinggung kalau orangnya nggak mau beli atau complain, atau kata pendeknya, jangan baper 😀 Kedua, kita bisa tanya, “Produk seperti apa yang dicari?” dan manfaatkan jawaban yang kita dapat untuk memperbaiki pitch kita di masa mendatang.

2. Percaya sama produk yang kita jual

Rasa takut biasanya muncul dari rasa ragu. Meski kita adalah pemilik bisnis, bukan berari kita pede 100% sama produk yang kita jual. Ini wajar kok. Produk memang nggak ada yang sempurna. Ini bisa kita jadikan panduan untuk terus memperbaiki kekurangan produk kita. Kalau kita tau kita terus memperbaliki produk, biasanya kita akan lebih pede jualan. Jangan lupa, pelanggan bisa ngerasain loh kita pede atau engga.

Contoh, pas kue bikinan sendiri, seringkali kita bilang, “Cobain ya kue bikinan gue, mudah-mudahan enak”.Nah loh, ini gaya orang Indonesia, basa basi. Harus pede dong bilang enak.

3. Be helpful and build relationships

Selling can be fun! Dengan berjualan, kita bisa ngobrol sama orang baru, belajar dari cerita-cerita kebutuhan mereka dan beneran memulai hubungan yang lebih dari sekedar sales-customer. Ketika kita fokus ke orangnya, kita akan lebih menikmati jualan dan meningkatkan sales skill kita.

Kuncinya, jangan berpikir yang beli produk kita itu teman kita semua. Jadi kita harus rajin-rajin menyapa pelanggan lain. Ikut acara untuk memperluas network dan kenalan sama orang baru itu penting banget. Saya sampai punya loh pelanggan yang tadinya nggak kenal, trus saya sapa di Twitter dan sekarang malah menjadi salah satu sahabat saya. Plus, ini penting banget: Jangan judes! Harus ramah yaaaa.

4. Ciptakan pasarmu

Coba bayangkan ilustrasi ini: Saat minta sahabat untuk nemenin belanja, pertanyaan pertama yang muncul biasanya adalah, “Mau beli apa?” Lalu kamu jawab “Beli baju” dan pastinya langsung diikuti dengan jawaban yang lebih spesifik, misalnya “Beli baju kantor”. Di sini jelas kalau yang penting bukan bajunya, melainkan occasion untuk memakai bajunya.

Sama dengan jualan. Kadang pelanggan memang lagi nggak butuh tapi kamu bisa create kebutuhannya. Contoh: Jualan bajunya coba di mix & match jadi saat pelanggan lihat, dia berpikir, “Eh, aku punya rok kayak gitu tapi nggak punya atasannya”. Trus jadi beli, deh.

 

Gimana, ternyata jualan nggak semengerikan yang dibayangkan, kan? Kalau ada pertanyaan soal cara jualan, tulis komentar aja di bawah ini, ya.

Leave a Reply