The Essence of Forgiveness

no Comment

Meski Lebaran identik dengan makan kue-kue nikmat, opor ayam dan berbagai hidangan lezat lainnya, tentu esensi dari Hari Raya ini adalah untuk berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat – dan untuk bermaaf-maafan.

forgiving-hug

Masalahnya di era digital begini, kita jadi terbiasa melakukan berbagai hal lewat layar smartphone, akhirnya maaf-memaafkan jadi kehilangan makna yang sebenarnya karena seringkali jadi nggak lebih dari sekedear tulisan yang kita post di media sosial atau di WhatsApp group, yang kadang isinya adalah copy-paste dari ucapan yang kita terima dari grup sebelah, lengkap dengan kata-kata mutiara panjang, yang belum tentu dibaca juga sama penerimanya. Jadi lama-lama maaf-memaafkan jadi terasa seperti basa-basi dan ‘tradisi’ yang asal ada, padahal maknanya jauh lebih besar dan lebih dalam dari itu.

1. Minta maaf harus datang dari hati

Iyalah, kalau cuma di mulut aja (atau di layar smartphone aja), buat apa? Kalau nggak ikhlas, hubungan kita sama orang itu nggak akan bisa balik seperti semula dan pada akhirnya kedua pihak masih menyimpan rasa marah, kecewa atau yang lainnya, jadi nggak menyelesaikan masalah.

2. Jangan merasa wajib memaafkan di hari Lebaran

Maksudnya, memaafkan di sini juga harus tepat alasannya. Jangan memaafkan hanya karena ‘tradisi Lebaran’ tapi sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk kita grow personally. Kalau memang sempat sakit hati atau tersinggung banget karena omongan teman, ini saat yang tepat untuk reach out dan ngobrol, karena bisa jadi orang itu nggak tau kalau kamu pernah tersinggung.

3. Forgiving is just as beneficial for the forgiver

Banyak dari kita yang mengira kalau maaf itu adalah urusan pemintanya, biar dia merasa lega karena sudah ngaku salah dan minta maaf, padahal maaf itu juga sama pentingnya buat pemberi karena di sinilah dia punya kesempatan untuk mengalahkan egonya sendiri.

4. Jangan lupa untuk memaafkan diri sendiri

Berdamai dengan diri sendiri – ini penting banget agar kita bisa lebih lega dalam menjalani hidup. Yang sudah lewat tidak bisa diubah tapi kita bisa mengubah yang akan datang.

Selamat Idul Fitri, teman-teman. Semoga Hari Raya ini bisa memperbaiki hubungan–hubungan yang renggang karena permintaan dan pemberian maaf betul-betul berasal dari hati yang dalam.

Leave a Reply