Cerita Hari Ibu: Suka-Duka Tinggal Jauh Dari Mama

no Comment

“You don’t know what you got ‘til it’s gone”, begitu kata lirik lagu.

Benar banget. Baik dalam konteks keberadaan maupun, biasanya kita baru merasa kehilangan kalau sesuatu sudah lagi tidak ada di keseharian. Dalam hal ini, ReeSays nggak bicara soal hubungan percintaan dengan pasangan (apalagi dengan mantan), melainkan soal hubungan istimewa yang nggak akan lekang dimakan jaman: hubungan kita dengan Mama.

Menjelang Hari Ibu yang jatuh pada hari Selasa minggu depan, ReeSays berkesempatan ngobrol dengan para sahabat yang tinggal jauh dari sang bunda. Apa sih yang paling dirindukan darinya?

 

Mochamad Rizki – Perhatian Mama Nggak Ada Duanya

IMG_8627

“Sudah 8 tahun saya tinggal jauh dari Mama. Sejak diterima kerja di salah satu perusahaan di Jakarta tahun 2007, saya memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan meninggalkan mama dan keluarga saya yang lain di Bandung sampai sekarang,” kata Kiki, panggilan akrab Rizki, yang merupakan Brand Manager dari air minum Oasis.

Setelah bertahun-tahun jauh dari Mama, ternyata yang paling Kiki kangenin adalah perhatian beliau. “Itu yang nggak saya sadari waktu dulu masih tinggal bersamanya. Kalau saya sakit, dia selalu mastiin saya makan masakan yang bener dan sehat. Selain itu, obat-obatannya, tempat tidur sampai bantal sama selimutnya dia urusin semua. Makanya saya sebel banget kalau sakit di Jakarta, karena perhatian yang sedemikian detailnya nggak bisa saya rasain.”

Nggak hanya itu, hal lain yang bikin Kiki sering kangen sama ibunda pastinya masakannya. “Mama dikenal paling jago masak di antara semua anggota besar keluarga. No one cooks like my mom. Selain masak, mama juga jago banget bikin rujak. Sampai tiap hari raya Idul Fitri, semua keluarga besar sama tetangga-tetangga sekitar rumah, pasti nunggu rujak buatan Mama.” Wih, jadi pingin mampir nih Ki, hihi.

Kalau udah kangen sang Mama, biasanya yang Kiki lakukan adalah menelepon atau kirim BBM. “Saya bisa 1-2 kali seminggu telepon Mama. Nanyain kabar sama nanyain gimana keadaan di rumah. Kalau saya lupa misalnya seminggu nggak menghubungi, biasanya mama yang telepon atau kirim BBM. Pertanyaannya pasti, ‘Aa, sehat?’ Mungkin dia kuatir, takut-takut saya sakit atau kenapa-napa di Jakarta.”

Kiki pulang ke Bandung hampir tiap bulan, paling lama dua bulan sekali. Karena kunjungannya singkat (biasanya hanya 2 hari 1 malam), Kiki banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

Mira Tulaar – Mama, Teman Belanja Paling Seru

IMG_8626

Lima tahun yang lalu, Mira memutuskan untuk pindah ke Bali dengan alasan sudah sangat jenuh dengan Jakarta dan ingin mencari pengalaman hidup baru.

Kalau soal hal yang paling dikangenin dari Mama, jawabannya adalah, “Kangen belanja bareng, haha. Karena kita berdua sama-sama impulsive shopper, jadi kalau pergi berdua ujung-ujungnya pasti pulang dengan banyak tentengan!”. Hihi, seru banget ya.

Untuk berkomunikasi dengan sang ibu, Mira memilih mengirimkan pesan WhatsApp atau langsung telepon aja. Kalau ketemu, seberapa sering? “Setahun bisa dua atau tiga kali. Lebih sering Mama yang ke Bali sih,” ujar penyiar radio yang juga punya usaha pernak-pernik lucu ini. Setuju, siapa sih yang nggak mau sering-sering ke Bali? 😀

 

Peppy Ahmad – Habiskan Quality Time Dengan Berbagai Cara

IMG_4646

Tinggal jauh dari ibunda bukan hal yang baru buat Peppy yang juga berasal dari Jakarta. Long distance relationship ini sudah dimulainya sejak jaman kuliah, yang mengharuskannya menetap di Bandung. Selain itu, Peppy juga pernah bekerja di sebuah stasiun radio di Bali, yang artinya kembali jauh dari sang Mama. Lalu, di mana Peppy sekarang?

“Saya pindah ke Los Angeles pada tahun 2013 dengan alasan klasik, ikut suami,” ujarnya tertawa. “Dengan jarak yang jauh ini, yang artinya saya sangat jarang bisa ketemu beliau, yang saya kangenin banyak! Kangen masakan Mama, itu pasti. Mama jago banget masak, terutama masakan Padang. Saya kangen rendang, sambal goreng udang pakai pete, teri sambal ijo dan sambal goreng ati buatannya,” sambungnya. Glek, kenalin dong Pep sama Mamanya! 😀

“Hal lain yang saya kangenin adalah ngobrol sambil nemenin Mama nonton sinetron di kamarnya, meski biasanya sih yang terjadi dia nonton khusyuk, saya ngomentarin, haha.”

Nggak selesai sampai di situ aja, Peppy juga kangen ngajak Mamanya jalan-jalan, mijetin kakinya (yang sering kecapekan berdiri gara-gara masak untuknya 😀 ), sampai kangen dengerin beliau mengaji. “There’s something soothing and calming about it that I really enjoy.”

Nah, kalau jaraknya jauh begitu, repot juga kan kalau orangtua kita gaptek? 😀 Untungnya ini nggak kejadian sama Peppy. “Alhamdulillah, sekarang dia udah jago pakai iPhone. Jadi bisa kirim pesan WhatsApp, telepon atau Facetime”. Wih, canggih Tante!

 

Bagaimana denganmu, kalau lagi jauh dari Mama, apa yang paling dirindukan? Coba share di bawah ini.

Leave a Reply