Seri Anak Rantau: Riana Bismarak – Sukses Berkarier di Bali Awali Sukses Berbisnis di Jakarta

4 Comments

Buat kamu yang mengenal saya sebagai Riana yang punya bisnis, saya mau cerita pengalaman saya dulu waktu jadi utusan daerah alias merantau ke pulau lain demi mencari pekerjaan yang lebih baik.

Awal karir saya memang di Jakarta, yaitu di Hotel Sahid Jaya yang di Jl. Sudirman. Saya bermula dari kerja di dapur trus melamar dan pindah departemen Sales & Marketing. Problemnya, karena hotel itu adalah salah satu hotel terlama di Jakarta, sudah pasti karyawannya juga banyak yang sudah lama banget kerja di situ. Kesempatan saya untuk bisa naik jabatan juga akan lama atau bahkan nggak mungkin karena kesempatannya hanya datang kalau para senior resign, pensiun atau pergi untuk selama-lamanya (if you know what I mean).

Karena itu, saya berpikir, “Kalau begini terus, kapan majunya ya?”. Lalu saya melihat iklan di koran – tepatnya lowongan pekerjaan Sales di hotel yang akan segera buka, tapi di Bali. Saya cuek aja sih. Saya melamar dan ternyata dipangil untuk wawancara. Karena mereka chain hotel, saya diwawancara di salah satu hotel di Jakarta dan dilanjutkan dengan wawancara via telepon dengan General Manager hotel itu. Singkatnya, saya diterima kerja dan mereka minta saya cepat ke Bali.

November 1999, pindahlah saya dengan uang yang pas-pasan (saya tulang punggung keluarga karena bapak saya meninggal waktu saya berumur 15 tahun) dan 1 koper aja, plus Walkman dan koleksi CD (penting banget ini!). Saat itu saya baru pernah sekali ke Bali, itupun waktu masih kecil. Saya nggak punya teman atau saudara di sana. Untung ketika sampai, dijemput oleh hotel dan diberikan 2 malam kamar di hotel sebelum saya harus cari kost-kostan sendiri.

Beberapa bulan pertama, saya menyadari satu hal: Ternyata beda banget cara kerja Sales & Markerting hotel di Jakarta dengan di Bali. Saya sampai sempat mengalami culture shock. Belum lagi jaman itu Bali nggak punya mall yaaa. Nggak seperti Bali yang sekarang. Selain itu, awal-awal pindah, saya belum punya banyak teman juga. Alhasil ada loh hari-hari di mana saya cuma duduk sendirian makan rujak di pantai sambil dengerin lagu pakai Walkman. Hihi, itulah hiburannya, berhubung uang masih pas-pasan banget.

Bersama teman-teman kostan saya yang di Kubu Anyar. Hiburan paling murah jaman itu adalah sunset-an di Pantai Kuta dan makan rujak.

Bersama teman-teman kostan saya yang di Kubu Anyar. Hiburan paling murah jaman itu adalah sunset-an di Pantai Kuta dan makan rujak.

Foto di depan kost-kostan tahun 2002. Ini kamarnya no AC loh, cuma pakai kipas angin aja. Life was so simple back then. Cuma kerja, ngumpul di Excelso Kuta sepulang kerja (memang cuma ada itu doang, hihi) dan ketawa-ketawa.

Foto di depan kost-kostan tahun 2002. Ini kamarnya no AC loh, cuma pakai kipas angin aja. Life was so simple back then. Cuma kerja, ngumpul di Excelso Kuta sepulang kerja (memang cuma ada itu doang, hihi) dan ketawa-ketawa.

Singkat cerita, saya bertahan di Bali selama 8 tahun dengan pengalaman 2 hotel, 1 airline dan 1 waterpark (itu pun balik ke Jakarta tahun 2007 karena pekerjaan yang mengharuskan saya pindah lagi ke ibukota).

Itu semua membuat saya bersyukur. Untung saya ambil kesempatan itu karena dengan pekerjaan saya sebagai Director of Sales & Marketing hotel, saya bisa keliling Eropa, Australia, sampai Afrika Selatan. Cukup banyak memang pengalaman saya di usia muda (umur 23 tahun saya menjabat sebagai Sales Manager dan di usia 25 tahun, saya menjabat sebagai Director of Sales hotel bintang 4).

Holiday Inn Balihai (bintang 4), 2001. Lihat dong komputernya, haha. Ini saya sudah menjabat sebagai Director of Sales, 25 tahun.

Holiday Inn Balihai (bintang 4), 2001. Lihat dong komputernya, haha. Ini saya sudah menjabat sebagai Director of Sales, 25 tahun.

European Roadshow, 2002. Ini lagi musim dingin tapi tetep dong pakai kebaya demi mempromosikan Bali. And I was so singset!

European Roadshow, 2002. Ini lagi musim dingin tapi tetep dong pakai kebaya demi mempromosikan Bali. And I was so singset!

Genewa, 2002. Salah satu trade show yang saya hadiri sebagai Director of Sales hotel.

Genewa, 2002. Salah satu trade show yang saya hadiri sebagai Director of Sales hotel.

Afrika Selatan, 2002. Bersama teman-teman dari hotel-hotel di Bali. Sama-sama kami promosikan Bali ke para travel agent di sana.

Afrika Selatan, 2002. Bersama teman-teman dari hotel-hotel di Bali. Sama-sama kami promosikan Bali ke para travel agent di sana.

Waterbom Bali, 2005. Bersama team Sales. Kebayaan karena lagi ikut upacara adat di kantor.

Waterbom Bali, 2005. Bersama team Sales. Kebayaan karena lagi ikut upacara adat di kantor.

Pengalaman ini membuat saya yakin kalau jalan hidup kita itu kita yang tentukan. Mau belok kanan, belok kiri, terus atau mundur? Kita sudah diberikan bekal yang cukup untuk hidup berupa keahlian dan pikiran. Jadi terserah mau dibawa ke mana hidupmu. If you succeed, that’s because of you. If you fail, you have no one to blame but yourself.

Your Life, Your Choice.

 

PS: Yang penasaran mau liat CV saya, bisa cek di sini.

Comments

  1. Zaldi Wirasakti
    Zaldi Wirasakti | Posted on September 29, 2017 at 12:46 pm

    inspiring, as always.

  2. Hani
    Hani | Posted on October 8, 2017 at 11:35 am

    Inspiring Mbak….

Leave a Reply