Seri Anak Rantau: Rian Ibram – “Bisa Karena Terbiasa”, Kunci Sukses Pindah ke Jakarta

no Comment

Setelah memulai dengan cerita saya pindah ke Bali demi karier yang lebih baik (sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta), minggu ini kita akan mulai Seri Anak Rantau, yang menceritakan pengalaman teman-teman saya pindah dari kota darimana mereka berasal, untuk mengejar mimpi atau meniti hidup yang lebih baik. Cerita pertama adalah cerita Rian Ibram. Buat warga Jakarta, mungkin pernah atau sering mendengarnya siaran program “Drive n Jive” di 87.6 Hard Rock FM setiap sore. Atau suka nonton infotainment? Rian adalah host dari “Insert” Trans TV. Nggak hanya itu, ia juga menjadi presenter program “Sebuah Harapan” di Trans TV, plus menjadi MC juga. Padat ya jadwalnya semacam pahanya Beyonce, hihi. Gimana sih ceritanya Rian bisa berada di posisinya yang sekarang, living the dream he had always wanted? Ini dia.

Saya berasal dari Bandung. Kalau bicara mimpi, dulu saat disuruh nulis di buku “Apa cita-citamu?” sama guru BP atau BK, jawaban saya saklek: Mau jadi presenter, penyiar radio dan MC.

Bagaimana saya mengawali karier ini mungkin bukan cerita baru lagi. Pernah dengar kan gimana seorang model misalnya, mengawali kariernya, dan ternyata ia ditawari untuk foto saat nemenin temannya yang mau casting? Nah, cerita saya serupa 😀 Saat itu, saya diajak teman kuliah nganterin dia seleksi di salah satu radio di Bandung. Saya nungguin berjam-jam di luar radio tersebut. Teman saya masih di dalam, saat orang radionya mendatangi saya dan nawarin, “Nggak mau ikutan seleksi jadi penyiar juga?”. Berhubung saya bosan menunggu, akhirnya saya ikut masuk. Yang ironis adalah saya keterima, tapi teman saya enggak :( Di radio pertama itu, saya cuma sebentar. Dari sana, saya berpindah-pindah ke beberapa radio di Bandung. Di situ saya menyadari, saya sangat cinta siaran.

Tahun 2010, saya memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Teman saya (lagi-lagi teman, hehe) ngasih tau kalau MRA BMD (salah satu perusahaan media terbesar -red) sedang buka lowongan penyiar di semua radionya. Saya langsung mikir ini pas banget, karena alasan saya pindah ke Jakarta adalah karena ingin keluar dari comfort zone di Bandung. Saya ingin yang lebih. Meski begitu, saya sempat merasa minder untuk melamar karena nama-nama besar yang ada di sana, apalagi setelah tahu bahwa saingan saya adalah artis-artis kondang. Tapi semua saya jalani aja. Sudah banyak yang saya korbankan untuk pindah ke Jakarta – seperti meninggalkan keluarga di Bandung yang saya rasakan berat meski jarak kedua kota ini nggak terlalu jauh – so better make the most of it. Maka saya nekat aja, tak mempedulikan saingan, yang penting usaha. Ternyata di akhir proses seleksi yang dinamakan “Broadcastar”, saya terpilih menjadi Best Memorable Broadcastar 2010!

Rian siaran Drive n Jive di 87.6 Hard Rock FM setiap Senin sampai Jumat jam 4 sore – 9 malam.

Rian siaran Drive n Jive di 87.6 Hard Rock FM setiap Senin sampai Jumat jam 4 sore – 9 malam.

Senang banget, itu sudah pasti.

Tapi hidup saya di Jakarta bukan berarti tanpa tantangan. Namanya juga baru, awalnya saya masih bingung dengan jalanan Jakarta. Benar-benar buta. Pernah sih ke Jakarta tapi kan nggak bawa mobil dan sebelumnya nggak begitu memperhatikan jalan, karena nggak harus. Tapi kalau sudah pindah, mau-nggak mau saya harus mulai belajar. Saya coba muterin Jakarta pakai angkutan umum seperti Kopaja, Metromini dan bajaj. Secara finansial juga saat itu orangtua masih men-support saya, terutama untuk bayar kostan, karena dengan pekerjaan sebagai penyiar training, jangankan bayar kostan, makan aja harus pilih-pilih, hehe. But as time goes by, I could finally say to my dad, “Sudah Pah, nggak usah transfer lagi buat kostan, sudah bisa bayar sendiri.” – sampai akhirnya bisa bilang, “Sudah Rian transfer ya Ma buat Mamah.”

Rian saat shooting Insert, Trans TV.

Rian saat shooting Insert, Trans TV.

Foto buat @the.brocasters, Public Speaking Trainer.

Foto untuk @the.brocasters, Public Speaking Trainer.

Dengan sederet pekerjaan saya yang sekarang, menjadi presenter, penyiar radio dan MC, which is my dream, saya percaya bahwa nggak ada manusia yang terlahir untuk bisa. Semuanya karena terbiasa. Kalau senior-senior saya aja terbiasa untuk bisa, maka saya pun akan bisa untuk terbiasa. Saya percaya dengan The Power of Willingness. When you’re willing to do something good, then good things will come to you. Kalau kamu terbiasa membayangkannya, maka seharusnya kamu bisa mendapatkannya.

Bener banget, ya? Setuju. Thank you for sharing, Rian!

Leave a Reply