Selamatkan Orangutan Dengan Pintar Memilih Produk

no Comment

Tanggal 4 Desember diperingati sebagai World Wildlife Conservation Day. Artinya ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan awareness untuk melindungi alam dan binatang langka, seperti gajah, badak, harimau dan orangutan.

Di tulisan kali ini kita akan mengenal dengan lebih jauh soal orangutan, kenapa mereka harus diselamatkan dan bagaimana caranya.

Ibu orangutan dan anaknya. Beberapa tahun pertama, anak orangutan berpegangan erat pada ibunya saat ibunya mencari buah-buahan di hutan. Setelah besar, anaknya tidak lagi digendong tapi tetap mengikuti ibunya dari pohon ke pohon untuk mencari makan.

Ibu orangutan dan anaknya. Beberapa tahun pertama, anak orangutan berpegangan erat pada ibunya saat ibunya mencari buah-buahan di hutan. Setelah besar, anaknya tidak lagi digendong tapi tetap mengikuti ibunya dari pohon ke pohon untuk mencari makan.

Orangutan seperti yang kita tau adalah anggota dari keluarga kera seperti juga gorilla, simpanse dan manusia (yup, jangan seperti kacang lupa kulitnya ya, hampir 97% DNA kita sama loh dengan DNA orangutan :)). Gampang banget membedakan orangutan dengan kera lainnya. Mereka sangat besar, punya rambut badan yang berwarna oranye atau kemerahan, dan tangan yang panjang. Orangutan Sumatra dan orangutan Borneo adalah jenis arboreal atau ‘binatang yang tinggal di pohon’ yang terbesar di dunia. Yang harusnya membuat kita bangga, orangutan liar hidup hanya di pulau Sumatra dan Borneo! Di Sumatra mereka berada di Aceh dan Sumatra Utara, sedangkan di Borneo mereka berada di Sarawak, Sabah (wilayah Malaysia) dan di Kalimantan Tengah, Timur dan Barat (wilayah Indonesia).

Di awal abad ini, populasi orangutan di Sumatra dan Borneo ada ratusan ribu, tapi sekarang situasinya jauh berbeda. Penebangan hutan dalam skala besar dan perluasan perkebunan yang tidak terkendali membuat jumlah orangutan dan habitatnya berkurang jauh. Pemantauan dari satelit memperlihatkan bahwa orangutan telah kehilangan 80% rumah mereka selama 20 tahun terakhir. Menurut workshop yang diadakan di Brookfield Zoo, Chicago, pada tahun 2007, jumlah orangutan Sumatra berada di titik 6700, sedangkan orangutan Borneo berjumlah 54.700.

Meski katanya dilindungi oleh hukum Indonesia, Malaysia dan hukum internasional, diperkirakan sekitar 4000-5000 orangutan tetap hilang setiap tahunnya. Penyebabnya yang paling utama adalah akibat perkebunan minyak kelapa sawit di mana minyak jenis ini banyak digunakan dalam berbagai produk seperti minyak masak, sabun, shampoo, es krim, lilin dan lain-lain. Menurut WWF, 50% dari produk kemasan yang ada di supermarket mengandung minyak kelapa sawit. Nggak hanya itu tentunya, penyebab berkurangnya jumlah orangutan lainnya di antaranya penebangan liar, pemburuan, perdagangan binatang peliharaan eksotis dan kebakaran hutan. Kalau hal ini terus berlanjut, kemungkinan besar orangutan akan punah dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun. Sedih, ya.

Kenapa dong kita harus menyelamatkan orangutan?

Pertama, karena mereka adalah binatang pohon terbesar, kebiasaan mereka makan buah berguna untuk penyebaran biji-bijian di hutan dan ini sangat penting untuk keberlangsungan rainforest atau hutan hujan.

Kedua, orangutan adalah kunci. Kalau orangutan menghilang, ini tandanya ribuan tumbuhan dan binatang lain juga menghilang. Sebaliknya, dengan menyelamatkan orangutan dan habitatnya, kita menyelamatkan binatang lain yang hidup bersama mereka.

Ketiga, orangutan adalah salah satu mahluk paling pintar di dunia. Sama seperti manusia, mereka punya kepribadian. Mereka adalah panduan perilaku manusia dalam hal fisiologi, kognisi dan evolusi.

Makanan orangutan utamanya adalah buah. Jadi dengan berjalan dari pohon ke pohon, merekalah yang menyebarkan biji-bijian di dalam hutan.

Makanan orangutan utamanya adalah buah. Jadi dengan berjalan dari pohon ke pohon, merekalah yang menyebarkan biji-bijian di dalam hutan.

Lalu, gimana dong cara menyelamatkan mereka?

Salah satunya, dalam kehidupan sehari-hari, pintar-pintarlah memilih produk.

Hindari produk yang menggunakan minyak kelapa sawit, biji sawit atau hasil dari kelapa sawit lainnya. Lihat bahan-bahan pembuat produk yang kamu beli. Biasanya, produk-produk yang berbahan dasar minyak kelapa sawit bisa dikenali dengan nama-nama ini:

– Cetyl Palmitate and Octyl Palmitate

– Elaeis Guineensis

– Hexadecylic or Palmitic Acid

– Hydrated Palm Glycerides

– Palm Oil Kernal

– Palmate

– Palmitate

– Bahan apapun yang diakhiri dengan kata Palmitate

2-copy-2

Coba deh lihat wajah baby orangutan ini. Nggak tega kan lihat mereka kehilangan rumahnya?

Yuk, lebih peduli dengan orangutan dan satwa lainnya, karena kalau keseimbangan alam ini rusak, kita juga yang akan merasakan akibatnya.

 

Kontributor: Sekar Sosronegoro

 

Sumber:

Orangutanrepublik.org

Orangutan.com

Leave a Reply