Why Sex and The City is One of the Best Shows Ever

no Comment

satc2

 

Apa serial TV favoritmu? Coba saya tebak: How I Met Your Mother? Grey’s Anatomy? Gossip Girl? Atau F.R.I.E.N.D.S? Saya yakin setidaknya 2 dari 4 tebakan saya itu benar. 😉

Kalau pernah baca tulisan tentang My Inspiring Fashion Heroes dan Selamat jalan, Oscar de la Renta di website ini, sudah kebaca ya kalau serial TV yang menjadi obsesi saya adalah Sex and The City!

Saya suka SATC bukan semata karena serial ini dipenuhi oleh baju dan sepatu yang cantik dan branded. Saya memujanya lebih dari itu. Menurut saya SATC adalah serial TV yang mengajarkan banyak hal. Two of them are to live our lives to the fullest and friendship. Di sini saya akan mulai dengan membahas yang kedua.

Buat kita para perempuan, friendship alias pertemanan itu penting banget, apalagi berteman baik dengan sesama perempuan, setuju kan? Kayaknya nggak ada yang lebih ngertiin kita di dunia ini selain our girlfriends. Punya pasangan baru, putus cinta, tantangan dalam karir, semua paling enak kalau diceritakan ke gank teman perempuan. Makanya kehadiran ngopi-ngopi cantik selalu kita nantikan.

Susah temenan sama perempuan? Don’t worry, you are not alone. Beberapa teman perempuan saya juga mengaku susah temenan sama sesama perempuan. Sounds hard to believe but it’s true. Buat saya, ibarat pasangan, kalau merasa susah temenan sama sesama perempuan, berarti belum ketemu yang cocok. Once you found them, it would feel so nice and natural. Percaya deh. :)

Kembali ke SATC, ini adalah hal-hal yang diajarkan serial ini kepada kita:

1. Sharing

satc

Sesama perempuan, biasanya kita bisa berbagi tanpa batas. Artinya di sini ada trust. It feels very good to have a few people that we can trust with our feelings and problems, and at the same time share the same interest in clothes, shoes and good meals (or drinks!), doesn’t it?

 

2. Setia kawan

Ingat nggak episode di mana Carrie dan Aidan memutuskan untuk kasih hubungan mereka satu kesempatan lagi dan Aidan pindah ke apartemen Carrie dan memutuskan untuk membelinya?

Kelanjutannya adalah Carrie setuju dengan apartemennya dibeli Aidan tapi lalu freak out karena ia merasa belum siap untuk terikat. Aidan lalu pergi dan ninggalin surat buat Carrie yang isinya adalah.. dokumen yang menawarkan 2 pilihan: Beli kembali apartemennya atau keluar dari sana (yang secara legal milik Aidan)!

Carrie pun panik. Ia coba berbagai cara, mulai dari mendapatkan pinjaman dari bank, menjalani gaya hidup yang lebih sederhana, menghitung pengeluaran fashion (Carrie nggak punya uang tapi punya sepatu; pengeluarannya untuk sepatu di film ini diceritakan $40,000 alias lebih dari 400 juta rupiah!), sampai mencari alternatif apartemen lain. She’s in financial trouble!

Carrie finding out that she only have $950 in savings (omg!)

Carrie finding out that she only have $950 in savings (omg!)

Kepanikan ini akhirnya diselesaikan dengan teman-temannya yang patungan untuk membantu Carrie membeli apartemen itu. Kalau nggak setia kawan, apa coba namanya?? :)

Tapi moral of the story-nya menurut saya sih: Milikilah tempat sendiri!

Punya properti itu penting loh, baik buat ditinggali maupun buat investasi. Kalau punya uang yang cukup buat DP, segera cari deh. Sebelum harganya tambah naik! Daripada uangnya habis buat beli sepatu sama tas aja (curhat terselubung).

 

3. Girl power

Sukses atau cantik, seringkali perempuan (diminta) harus memilih.

Itu dulu.

Jaman sekarang, you can have both. Contohnya Samantha. She’s beautiful, has a great job, confident and very confortable with herself. Plus, doesn’t her independence inspire us? 😀

samantha

Hahaha!

Apa pelajaran berharga dari Sex and The City yang teman-teman rasakan?

 

Leave a Reply