Sandang, Pangan, Lifestyle

8 Comments

Jaman sekolah dulu, saya diajarkan mengenai kebutuhan utama manusia yaitu Sandang, Pangan dan Papan.

Sandang adalah kebutuhan untuk berpakaian.

Pangan adalah kebutuhan untuk makan.

Papan adalah kebutuhan untuk tempat tinggal.

Tapi akhir-akhir ini sepertinya sudah agak berubah, apalagi dengan fenomena media sosial yang sangat mewabah. Tampil keren, trendy, terlihat sukses itu semua menjadi sangat penting sepertinya.

Jadi begitu kita sudah mulai punya gaji, biasanya akan kita habiskan untuk makan-makan. Bisa nyobain tempat nongkrong baru dan ngopi di tempat kopi hits. Enak banget tanpa harus minta uang ke orangtua.

Gaji agak naik sedikit, biasanya penampilan kita juga di-upgrade. Yang tadinya hanya mampu beli pakaian dari online dan nungguin diskon, sekarang bisa bisa beli dari merek ternama atau paling tidak merek yang lagi ngetrend. Jadi bisa post di media sosial dan tag sang pemilik punya brand.

Nah level selanjutnya, harusnya sudah punya uang tabungan untuk bisa mulai cicil DP rumah atau apartemen mungil sebagai investasi ataupun untuk ditinggali. Tapi yang terjadi di level ini yang banyak skip.

Skipnya kemana?

Skipnya ke lifestyle. Jalan-jalan ke luar negeri setahun 3 kali, jalan-jalan dalam negeri setahun 4 kali, nonton konser setahun 2-3 kali, beli barang-barang high end dan gadget mahal yang tiap tahun pastinya ada model terbaru.

Trus papannya gimana dong?

Itu yang di-skip. Yang saya lihat, banyak yang lebih rela tinggal di kost-kostan (maaf ya bukan menghina) daripada mengerem sedikit lifestyle-nya demi menabung buat bayar DP rumah atau apartemen. Padahal kalo dihitung-hitung, semua biaya hedon tadi kalau dikumpulin bisa banget buat bayar DP rumah.

Eits, I know what I’m talking about..

.. karena saya Miss Shopaholic berat. Dulu gaji saya ya abis gitu aja tanpa sisa. Nggak tau deh kemana. Sampai akhirnya saya sadar nanti ntar kalau tua nasib saya gimana yaaa?

Sejak saat itu saya ubah cara pikir saya soal menabung.

Bukan nabung pas ada sisa dari gaji, tapi langsung potong di depan pas gajian sebelum dipakai buat bayar-bayar. Ibaratnya nanti pas bulan berjalan, mau ATM sampai 0 juga nggak apa-apa, karena saya tau sudah aman dari awal. Mulai dengan 10% dari gaji saya masukkan ke reksadana. (Tau nggak kalau investasi dengan Reksadana bisa dimulai dari Rp100.000,- saja?). Begitu sudah diinvestasikan, saya nggak akan lihat-lihat itu uang, anggap aja uang hilang.

Dan ternyata, voila.. Setelah beberapa tahun, uangnya cukup buat bayar DP apartemen 1 bedroom di Gatot Subroto. Yeaay!

An apartment I’m so proud of. Properti hasil keringat sendiri. ☺

An apartment I’m so proud of. Properti hasil keringat sendiri. ☺

Akhirnya setelah kerja bertahun-tahun saya punya properti jugaaa. KPA saya disetujui oleh bank dengan kredit selama 15 tahun. Ini adalah utang yang produktif, kenapa? Karena pada akhirnya saya akan mendapat sesuatu (dalam hal ini dapat apartemen) dan selama mencicil Rp5 juta/bulan, apartemen saya sewakan seharga Rp8 juta/bulan. Untung kan? Coba bandingkan dengan buat bayar cicilan liburan, liburannya sudah habis, cicilannya nggak habis-habis.

Yuk, mumpung masih muda dan produktif, mulai berpikir bagaimana nanti pas kita udah tua masih bisa ngopi-ngopi cantik, jalan-jalan ke Labuan Bajo atau leyeh-leyeh di rumah sendiri. Your choice. :)

Comments

  1. susi tasan
    susi tasan | Posted on July 30, 2015 at 6:15 pm

    proud of you… young lady… ups!!! we are getting 40 rite??? not young anymore absolutely but we are more youngest than true younger

  2. devi jadikasari
    devi jadikasari | Posted on September 10, 2015 at 7:58 am

    hi mb ree
    entah kenapa setelah membaca blog, lihat IG atau FB nya dv jadi naksir sama mb ree :)
    wanita hebat dan mandiri

    yap, sy akui saya terinspirasi

    sama mb, dl sy juga gitu. gaji abis buat ngopi2 cantik dan sekedar nraktir temen. gaji abis entah hilangnya kemana. entah apa karena saya belanja online, beli tas yang terlihat baru dan bagus, atau lainnya.

    tertarik juga untuk mulai memikirkan masa depan. gimana nanti, apalagi cita-cita sy emang biar bisa punya rumah mb (ups jadi curhat) hahaha
    btw bisa info mb, reksadana yang bagus sebaiknya yang mana ya mb ree?

    thanks
    salam hangat dari bali

  3. Sandang, Pangan… Lifestyle? | QM Financial
    Sandang, Pangan… Lifestyle? | QM Financial | Posted on September 21, 2015 at 9:30 am

    […] mendengar istilah ini lewat @RianaRee dan artikelnya (Artikel aslinya bisa Anda baca di sini: http://reesays.com/sandang-pangan-lifestyle/ ) Riana juga pernah punya masalah yang sama. Tapi lalu ia banting setir. Sekarang juga Riana masih […]

  4. gajahpesing
    gajahpesing | Posted on September 21, 2015 at 1:40 pm

    Tulisan berdasarkan pengalaman emang enak dibacanya. Apalagi tulisan motivasi seperti ini.. Jadi punya keinginan untuk melakukannya juga.

    Mengorbankan yang lain untuk mendapatkan yang lebih baik di masa depan.

    Sukses terus mbak :)

  5. 5 Ide Resolusi Tahun Baru Yang Hasilnya Nyata | ReeSays
    5 Ide Resolusi Tahun Baru Yang Hasilnya Nyata | ReeSays | Posted on December 31, 2015 at 2:21 am

    […] Lagi-lagi keinginan yang terlalu umum, nggak mau boros lagi. Resolusi model begini pasti gagal sebelum dijalanin, apalagi kalau kita nggak kasih definisi yang jelas: Apa itu yang dibilang boros? Gimana kalau ada sale, boleh ikutan nggak? Kalau nggak belanja tapi sering ngopi-ngopi cantik dengan teman-teman, termasuk boros nggak? Nah daripada harus bikin banyak aturan, mendingan langsung yang konkrit aja: Berinvestasi. Kalau mau mulai belajar, kumpulan tulisan di website QM Financial (perencana keuangan independen) ini bisa membantu. Butuh motivasi tambahan, baca tulisan saya tentang pentingnya berinvestasi di sini. […]

Leave a Reply