Sampai Kapan Jadi Karyawan?

no Comment
Photo: huffingtonpost.com

Photo: huffingtonpost.com

Judulnya nyolek banget yaaa???

Hihihi.

Ini semua karena beberapa waktu lalu saya ketemu dengan teman lama. Opening statement dari dialah yang membuat saya ingin menulis ini.

Dia bilang, “Enak ya sekarang, sudah sudah punya usaha sendiri.”

Hmmm, kalo saya gengsian, saya pasti akan menjawab, “Iya dong”. Tapi berhubung saya nggak begitu, saya pun bilang, “Siapa sih yang bilang enak? Lebih enak juga jadi karyawan. Dapat gaji, tunjangan, sedangkan saya masih berjuang jadi pengusaha menjelang tahun ke-5, di mana katanya banyak yang sudah mulai berguguran tutup sejak dari tahun pertama”. Beneran, kalau soal pendapatan, gaji saya sewaktu jadi direktur dulu gak keci-kecil amat loohh.

Lalu pertanyaan dia selanjutnya, “Iya, tapi sampai kapan jadi karyawan? Masa gini-gini terus?”

Kayaknya gara-gara pertanyaan ini ya, banyak yang pingin jadi entrepreneur. Padahal jawabannya gampang banget: Sampai pensiun, sampai bosan kerja atau sampai mati. Yang perlu diingat, pastikan selama kerja sisihkan dana pensiun yang cukup, jadi pas sudah nggak kerja lagi, kita punya dana untuk membiayai hidup, masih bisa menjalankan hobi dan bukan hidup dengan menunggu transferan bulanan dari anak. Ouch, jleb.

Nah jadi pertanyaan saya buat para karyawan kantoran, apa alasan kamu mau pindah haluan dan menjadi entrepreneur?

Kalo alasannya:

1. Supaya punya banyak waktu untuk keluarga

Ini saya jamin, terutama di awal usaha dimulai, kita lebih sibuk dari biasanya. Kenapa? Karena kita belum punya sistem, semua harus kita kerjakan sendiri, nggak ada libur dan 24 jam akan mikirin usaha melulu.

2. Punya bos yang rese

Bos di kantor rese? Nah, jadi entrepreneur masalahnya di pegawai, dan ini asli deh bikin keritiing. Kalau kerja di kantor yang ada HRD, ada apa-apa tinggal ngadu aja. Lah ,kalo usaha sendiri, mau ngadu sama siapa?

3. Biar keren

Selama kamu punya uang banyak, ya oke lah. Yang penting keren ya. Tapi usaha nggak untung, nggak papa, gitu kaann? :)

Euforia entrepreneur saat ini, dengan berbagai buku yang mempunyai judul bombastis seperti Cara Singkat Menuju Sukses, Cara Mudah Membuat E-Commerce, Jadi Bilyuner Dalam Waktu Singkat, membuat kita lupa kalau bahasa Indonesia dari entrepreenur itu adalah PENGUSAHA, yang berasal dari kata USAHA. Jadi nggak ada kata-kata keren atau latah atau mudah di situ. Wiraswasta adalah lari maraton, bukan lari sprint. Ketahanan mental, fisik, determinasi tekad dan fokus penting banget untuk dimiliki.

Semoga artikel ini membantu buat yang lagi galau ya. It’s ok kok jadi karyawan. Tuh CEO-nya Garuda Indonesia, karyawan juga tapi gajinya gede banget. :)

Leave a Reply