Sahabat ReeSays: Fear & Excitement about Turning 40

no Comment

Buat banyak orang, 40 adalah umur yang bikin galau. Not everyone hates turning 40, but saying they’re totally excited would be a lie. Wajar, 40 bisa dibilang umur setengah abad, yang artinya kita jadi diingatkan: Apa sudah banyak melakukan hal yang berarti di paruh perjalanan ini? Apa sudah cukup menikmati hidup? Apa selama ini happy?

Berhubung bulan Juli nanti saya memasuki umur dekade baru ini, saya mulai mempertanyakan apa yang menakutkan dan apa yang menyenangkan dari turning 40, termasuk membandingkan hidup di umur 20an, 30an dan 40. Buat saya:

Beda umur 20, 30 dan 40: 

– 20, masih banyak energi. Malam party, besok pagi udah ngantor dan malamnya masih bisa pergi lagi.

– 30, sudah mulai lama balas dendamnya, alias 1 malam pergi, basiannya 1 minggu, baru badan balik fit lagi.

40, maunya leyeh-leyeh di rumah dengan orang tercinta. Keluar rumah hanya untuk teman-teman dekat aja.

Yang ditakutkan di umur 40: Takut gendut 😀 Soalnya metabolisme badan makin lambat.

Yang menyenangkan dari turning 40: I know what I want, I don’t sweat a small things and I feel good inside out!

Nah, saya juga menanyakan hal yang sama ke para sahabat yang tahun ini menginjak umur 40, Ligwina Hananto (financial planner, CEO dari QM Financial), Ricky Suhendar atau yang akrab dipanggil Suhe (Marketing Deputy President dari PT. CP Prima Tbk) dan Moza Pramita (penyiar, presenter dan founder Lashes by Moza). Apa kata mereka?

1. Apa perbedaan yang dirasakan saat berumur 20an, 30an dan tahun ini memasuki 40?

Wina: Umur nggak boong. Metabolisme badan terasa banget bedanya. Umur 20an, begadang, no problem. Umur 30an, makan apa aja, no problem. Umur 40.. eits, jangan aneh-aneh. Kurang tidur doang langsung korslet!

Suhe: Nggak banyak perbedaan dari sikap, gaya dan tingkah laku. Yang nyata, lebih ke wawasan yang makin luas dan pengalaman yang lebih banyak.

Moza: Umur 20an, super sok tau. Tiga puluhan, semacam tau segalanya. Umur 40, kayaknya ga tau apa-apa. Hahaha. Jadi sekarang ini rasanya justru semakin pingin banyak belajar.

2. Apa yang paling ditakutkan dari turning 40?

Wina: That I have not done enough!
I feel like time is running out.
Gue takut masih kurang berbuat banyak. Sesuai nawaitu alias niat ingin jadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak.

Suhe: Loneliness. I’m single and a lot my friends are getting busy with their spouse and kids.

Moza: Takut sih engga, tapi lebih ingin nambah ibadah, masih kurang banget.

3. Sebaliknya, apa yang menyenangkan?

Wina: I am comfortable in my own skin.
 Less pressure to look skinnier, prettier, flashier. Pressure itu masih ada.
Tapi sudah bisa dengan nyaman bilang: Oh, get lost! Check out my brilliant achievements as a 40-year old! LOL! I do stand up comedy.
I do half marathon.
I am comfortable inside out. :)

Wajah happy Wina saat lari half marathon.

Wajah happy Wina saat lari half marathon. 

Suhe: I can do anything I want, it’s easier to decide anything, I think less and I act more alias nggak banyak mikir lama untuk melakukan hal yang gue mau.

Suhe di depan Saint Angelo Castle, Roma, menikmati liburan di Eropa.

Suhe di depan Saint Angelo Castle, Roma, menikmati liburan di Eropa.

Moza: EVERYTHING. Sejak umur 35, saya gabung di pengajian yang membuka pintu baru. Beribadah jadi menyenaangkan banget. And of course, having Lashes by Moza. 😉

Moza dengan t-shirt ‘Lashes by Moza’, bisnis yang dimulainya 2 tahun yang lalu.

Moza dengan t-shirt ‘Lashes by Moza’, bisnis yang dimulainya 2 tahun yang lalu.

Nggak jauh beda ya ternyata. Di umur 40 bisa jadi stok energi lebih cepat habis, tapi di saat yang sama, ini adalah umur di mana kita merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan seringkali hidup justru terasa lebih ringan untuk dijalani.

Buat yang sudah atau tahun ini juga turning 40, share di bawah ini ya suka-dukanya. 😀

Leave a Reply