Rumah Raia, Rumah Kampung Nyaman di Batu Karas

2 Comments

rumah raia

Sejak pertama mengenal Amalia Sari (@absolutraia, akrab disapa Lia) di media sosial karena Lia salah satu smart shopper BelowCepek yang setia sampai akhirnya kita ketemuan dan sekarang malah jadi sahabat :), ada beberapa hal yang konsisten diceritakannya dari waktu ke waktu, salah satunya adalah Batu Karas. Ini membuat saya tertarik karena sebelumnya tidak banyak yang saya ketahui tentang tempat ini, selain pantainya yang indah dan merupakan salah satu lokasi favorit para surfer.

Awal tahun ini, ketertarikan saya terhadap passion Lia terhadap Batu Karas semakin bertambah ketika ia sering menulis bahwa dirinya mempunyai rumah yang dapat disewa di sana, bernama Rumah Raia. Dari ceritanya, tampaknya rumah ini homey banget dan cocok dijadikan akomodasi saat berkunjung ke sana. Saya pun makin penasaran.

Teman-teman ikut penasaran? Ini bincang-bincang saya dengannya.

 

Selain berteman dan bertemu langsung, kita juga berteman di Twitter dan dari dulu saya seringkali lihat Lia post tentang Batu Karas. Ada apa dengan tempat ini?

“Saya pertama kali datang ke Batu Karas tahun 2007 karena sering diajak oleh teman-teman surfer. Sejak pertama, saya langsung jatuh cinta dengan pantainya yang tenang, masyarakatnya yang friendly dan landscape-nya yang beragam.

Buat yang belum pernah ke sana, Batu Karas terletak tidak jauh dari Pangandaran. Pantai di desa kecil ini menjadi tujuan surfer-surfer dunia untuk belajar atau menikmati ombak. Tempat ini aman karena berada di legokan Pantai Selatan. Selain itu wisata danau dan Green Canyon-nya tentu menjadi nilai tambah obyek wisata ini.

Sampai sekarang, saya datang ke sana setidaknya 2 bulan sekali.”

 

Kalau datang dengan pesawat, dari airport kita naik motor dan akan melewati jembatan sasak gantung ini

Kalau datang dengan pesawat, dari airport kita naik motor dan akan melewati jembatan sasak gantung ini

Bagaimana akhirnya bisa punya ide membangun Rumah Raia?

“Karena terlalu sering ke Batu Karas, lama-lama saya pikir mahal juga kalau setiap berkunjung harus menginap di hotel. Selain itu, lama kelamaan saya menganggap Batu Karas adalah rumah kedua. Akhirnya lewat teman-teman dekat yang merupakan warga di sana, saya diberi rekomendasi beberapa tanah dan akhirnya saya bangun Rumah Raia.”

Apa konsep Rumah Raia?

“Konsepnya harus menyatu dengan sekitar yang merupakan desa nelayan. Kami membangun menggunakan 90% materi lokal, alami dan recycle. Inginnya saya, berada di rumah ini rasanya seperti berada di rumah kampung tapi nyaman. Pemandangan ke sawah pun tidak boleh terhalang.”

Sawah di depan Rumah Raia

Sawah di depan Rumah Raia

Kegiatan favorit banyak orang di Rumah Raia: Bersantai di hammock.

Kegiatan favorit banyak orang di Rumah Raia: Bersantai di hammock.

Batu Karas mulai jadi popular sejak sekitar 10 tahun yang lalu, tapi mungkin tidak semua pembaca ReeSays pernah ke sana. Apa saja sih yang menarik dilakukan di sana selain surfing?

“Ada banyak! Menyusuri, berenang dan body rafting di Green Canyon selalu menjadi pengalaman tak terlupakan buat banyak orang. Selain itu, kita bisa berenang ke Danau Air Terjun Citumang. Kita masuk ke gua, lalu lompat! Seru banget! Kalau mau main agak jauh, kita bisa ke Pantai Madasari atau melihat mercusuar Legok Jawa.”

Kalau kita punya waktu pas Sabtu dan Minggu, both full day, bagaimana itinerary-nya agar bisa menikmati Batu Karas bersantai di Rumah Raia? (Anggap berangkat Jumat malam dari Jakarta, Senin sudah masuk kantor lagi)

Jumat malam berangkat naik mobil, Sabtu pagi sampai Batu Karas. Lalu seharian bisa dihabiskan di Green Canyon dan Citumang dengan berenang dan makan. Malamnya (malam Minggu) bisa diisi dengan makan di kafe atau warung pantai Legok Pari dan ngobrol dengan turis dari seluruh dunia. Rekomendasi tempat untuk makan/minum: Kafe Jesfa, LG Pari, Beach Corner, Bayview Sea Food dan Villa Monyet Corner.

Keesokan harinya (Minggu), bangun pagi untuk menjemput sunrise dengan hanya berjalan 1 menit berjalan ke pantai. Nggak akan rugi! Nikmati pemandangan indah ini sambil menyantap suguhan cemilan dan teh untuk sarapan di warung pantai.

 

See this beautiful sunrise with just a minute-walk!

See this beautiful sunrise with just a minute-walk!

Dari sini, habiskan seharian mengeksplor Pantai Legok Pari dengan berenang, belajar surfing atau melakukan water sport (seperti banana boat, dll). Jangan lupa minta aturkan makan tradisional ala Sunda ‘Ngaliweut’ alias makan nasi lauk seafood beramai-ramai di atas daun pisang.

Makan Ngaliweut ramai-ramai dengan teman-teman

Makan ‘ngaliweut’ ramai-ramai dengan teman-teman

Puas bermain, pulang ke Jakarta, yang akan lebih nyaman bila naik pesawat karena hanya perlu waktu 50 menit dari Bandara Nusawiru Pangandaran ke Bandara Halim (atau sebaliknya). Untuk jadwal, bisa cek www.susiair.co.id.

 

Seru ya kedengarannya! I am seeing my next destination for a weekend getaway. Yuk, ladies!

 

Rumah Raia

Airbnb links:

House: http://airbnb.com/rooms/2357885

Room 1: http://airbnb.com/rooms/2354611

Room 2: http://airbnb.com/rooms/2357168

Room 3: http://airbnb.com/rooms/2357819

Comments

  1. gugus
    gugus | Posted on December 17, 2014 at 11:23 pm

    kira2 16 tahun yg lewat dah kesana, lom ada listrik waktu di kampung pemandian Citumang..

Leave a Reply