#REEGoestoIndia: Part 3 — Itinerary 5 Hari 4 Malam

2 Comments

Setelah baca cerita saya jalan-jalan ke India Part 1 dan Part 2, gimana? Tambah penasaran, nggak? Buat yang tertarik dan mau pergi 5 Hari 4 Malam seperti saya, berikut itinerary-nya yang pastinya akan berguna buat kamu yang suka foto-foto juga.

 

Day 1: Delhi

Begitu sampai, langsung makan siang (Kenapa? Karena kalau naik Thai Airways, pasti baru sampai paginya, jadi baru bisa jalan-jalan setelah check-in di hotel). Waktu itu kami makan di Lazeez Affaire. Recommended! Enak makanannya.

Setelah itu kami ikut city tour dan mampir ke tempat-tempat ini:

Gate of India

india gate copy

Secretariat Building

india secre copy

Lalu lanjut ke area Old Delhi yang rasaya langsung seperti berada dalam film-film India yang pernah saya lihat.

Jama Masjid

india jama copy

Baju yang saya pakai, yang oranye itu, adalah pakaian yang harus disewa untuk bisa masuk masjid. Kalau saya lihat sih itu hanya untuk turis aja. Tapi ya siap-siap tahan nafas karena bau bajunya, ya gitu deeeeh J Untuk masuk ke area ini, harus buka sepatu.

Rickshaw Ride at Chandni Chowk

india ricksaw copy

Yang juga harus dicoba adalah pengalaman stress naik becak ini, hahaha. Di Indonesia kan becak adanya di jalanan, kalau di Delhi becaknya masuk gang dan ngebut. Tapi tetap harus dicoba karena kalau nggak naik becak ini, nggak mungkin deh kita bisa ngitarin pasarnya.

Nah, sebelum sunset kami diajak jalan kaki lewat gang dan naik tangga di belakang rumah/toko yang ada di pasar itu (yang dari bawah sampai atas saya nggak berhenti bersin karena wangi rempah-rempah yang sangat menyengat). Sesampainya di rooftop, saya bisa melihat apa yang selama ini ada di film-film: Sebuah pasar yang ramai diisi oleh 20.000 pekerja lelaki yang juga tinggal di situ—dan hanya punya 4 WC. Can you imagine?

india rooftop copy

 

Day 2: Delhi 

Setelah sarapan, kami berangkat jalan-jalan.

Humayun’s Tomb

Seperti yang sudah saya sebutkan di cerita Part 1, untuk bisa dapat foto yang kece dan berasa kayak di rumah sendiri itu harus datang dari pagi.

Seperti yang sudah saya sebutkan di cerita Part 1, untuk bisa dapat foto yang kece dan berasa kayak di rumah sendiri itu harus datang dari pagi.

india humayun 2 copy

Di area ini nggak cuma ada 1 bangunan, melainkan ada beberapa. Bangunan yang di foto atas ini masuk UNESCO World Heritage Site. Cerita tentang bagunan ini sangat menarik. Coba google, ya.

india tomb copy

Buat yang belum ngeh apa itu tomb, itu artinya kuburan yaa. Jadi jangan kaget kalau di dalam gedung yang indah-indah ini ada kuburannya. Total jumlahnya ada 150, terletak di dalam gedung maupun di luar. Tapi nggak spooky, kok.

Dari situ, pastinya bukan girls trip tanpa minta berhenti buat belanja, jadilah kami mampir di Khan Market, khusus buat beli Forest Essentials dan Kama Ayuverda. Bisa beli oleh-oleh juga di sini tapi nggak terlalu banyak.

Qutab Minar

Nah pas sampai di sini saya langsung merasa kayak Lara Croft. Beneran, keren banget, deh. Ini pun masuk ke daftar UNESCO World Heritage.

Can you see how tall the building? Is’s 73 meter with 379 steps.

Can you see how tall this building? It’s 73 meter with 379 steps.

Dari situ, kami menuju ke Jaipur dengan perjalanan 5 jam yang di tengah jalan kami makan siang di McDonalds dan beli Starbucks, hahaha. Asli, kayaknya hiburan makanan lain selain makanan India yang serba kari adalah si McD dengan menu semuanya ayam.

 

Day 3 – Jaipur

Setelah sarapan, langsung jalan-jalan.

Tour in Jaipur “Pink City”

Memulai hari dengan perjalanan menuju benteng yang adanya di atas bukit dan di tengah perjalanan kami berhenti untuk melihat benteng itu dari jauh.

Saya penasaran, itu beneran ular atau bukan sih? Hehehe. Ternyata beneran loh, ularnya keluar pas dengar tiupan serulingnya.

Saya penasaran, itu beneran ular atau bukan sih? Hehehe. Ternyata beneran loh, ularnya keluar pas dengar tiupan serulingnya.

Amber Fort

india amber copy

This is how you ride at Amber Fort. Ini gajah gede banget loh dan dipakai sebagai alat transportasi untuk naik sampai ke atas bukit di mana bentengnya berada.

india amber 2 copy

Di area ini semuanya Instagramable banget. Salah satunya pas saya lihat wanita ini, pastinya saya mau foto, dong. Oh ya, di India apa aja harus ada tip atau bayar. Jadi saat selesai foto ini, saya harus kasih sekitar 100 rupee. Jadi harus siap-siap uang kecil, ya.

Ini kuali untuk masak nasi buat orang seistana. Gimana ngukur airnya, ya? Hihihi.

india amber 4 copy

Perlu waktu yang lumayan lama untuk bisa mengitari istana ini dan ceritanya menarik sekali. Juga terlihat cantik, kan?

Hawa Mahal

Bangunan ini ikon untuk sebutan Pink City, tapi letaknya di tengah pasar, jadi susah untuk ambil foto yang bagus dan saat sepi.

india hawa mahal copy

City Hall 

This pink area. Harus banget dikunjungi dan letaknya dekat dengan Hawa Mahal.

india city hall copy

Ini foto setelah makan siang yang makannya pastinya resto India lagi, hihihi. Oh ya, di sepanjang perjalanan sebenarnya banyak banget jajanan tapi kita nggak berani beli karena takut nggak bersih dan memang nggak disaranin, sih.

Oke, lanjut.

Jantar Mantar Observatory

Under my horoscope sign

Under my horoscope sign

Tempat ini seru banget karena ini tempatnya semua ilmu horoskop dari jaman dulu. Seru juga bisa tahu jam hanya dari bayangan sinar matahari. Di Jaipur, mereka percaya banget sama horoskop, sampai untuk cari pasangan aja salah satu yang harus cocok itu ya bintangnya. Mereka juga percaya sama palm reading, dan pastinya saya coba lah yaa. Yang bagus-bagus diaminin aja. 🙂

Selalu tangan kiri yang dibaca.

Selalu tangan kiri yang dibaca.

Sisa harinya, kami diajak ke tempat belanja seperti lihat tempat karpet dan batu-batuan. Jadi kalau kamu penggemar batu-batu seperti rubi, safir, onyx dan sejenisnya, Jaipur terkenal sekali dengan batunya.

 

Day 4: Jaipur

Seharusnya sih kami ada sesi yoga pagi ini, tapi pas lihat jam dan tempat yoganya, kami lebih memilih untuk tidur aja, hahaha.

Setelah sarapan, kami di ajak ke tempat batu lagi. Ya, maklumlah, mungkin guide atau supirnya dapat komisi dari tempat-tempat itu. Dari sana, kami lanjut ke Agra yang jauhnya sekitar 5 jam. Di tengah jalan, ada kejadian nggak enak, Mobil kami nabrak babi, trus pas mau sampai Agra, nabrak lagi mobil lain (harus cari supir yang lebih hati-hati kayaknya ya, hihi). Tapi ya udah gitu aja, mobilnya tetap jalan aja. Wow.

Di India, naik mobil tuh rasanya kayak naik ojek. Nggak bisa lurus aja tapi ikutan belok-belok karena macet.

Sebelum sampai di hotel, kami berhenti dulu di satu tempat yang masuk di UNESCO World Heritage Site juga.

Fatehpur Sikri

Karena ini area masjid, kami pun harus buka sepatu di depan .

Karena ini area masjid, kami pun harus buka sepatu di depan.

Salah satu area yang ramai dikunjungi di Fatehpur Sikri ini adalah makam orang yang dibilang sakti yaitu Makam Salim Christi (bangunan putih di belakang saya). Jadi ritualnya adalah kita beli satu kain di pedagang di situ yang nantinya akan dilletakkan di makam (nantinya semua kain itu akan diberikan untuk para janda atau orang miskin). Setelah itu, kami dikasih tiga benang yang kita bisa lilitkan di area sekitar makam. Satu benang itu untuk satu permintaan (so 3 wishes in total). Kalau kamu single, kamu nggak boleh bilang apa yang kamu minta ke siapapun. Kalau sudah menikah, hanya boleh kasih tahu suami saja. Kalau melanggar wishes-nya bisa nggak terkabul.

india sikri 2 copy

 

Day 5: Agra 

Sunrise in Taj Mahal

Yes, kami bela-belain banget jam 06:30 sudah berangkat dari hotel dan sampai sana masih belum terlalu ramai. (Saat saya pergi, yang artinya awal Desember, sunrise sekitar jam 7 pagi, jadi cek dulu jam sunrise untuk menentukan jam berapa kamu harus berangkat dari hotel.)

india agra copy

Oh ya karena masih pagi banget, buggy (jenis kendaraan) yang harusnya mengantarkan kami ke dalam belum ada, jadi kami jalan kaki dari gerbang sampai pintu masuk. Disarankan untuk nggak bawa tas ya, supaya lebih cepat masuk. Kalau bawa tas, ada security check yang lumayan lama karena diperiksa satu per satu.

Channeling my inner queen, hahaha. Saya bawa 2 baju pas ke Taj. Jadi ada 2 foto dengan baju yang beda. Niat banget deh, abis kapan lagi dong bisa dipakai sarinya kalau nggak di sini?

Witnessing the greatest love story. Taj Mahal dibangun sebagai simbol paradise tempat istri Raja Shah Jahan harusnya berada setelah kematian. Rajanya juga minta dimakamkan di sebelah istrinya di dalam Taj.

Witnessing the greatest love story. Taj Mahal dibangun sebagai simbol paradise tempat istri Raja Shah Jahan harusnya berada setelah kematian. Rajanya juga minta dimakamkan di sebelah istrinya di dalam Taj.

Selesai di sana, kami balik ke hotel untuk check-out karena hari itu harus balik ke Delhi untuk flight malam.

Eits, sebelum pulang, nggak afdol dong kalau belum beli pernak-pernik lucu. Tempat ini pas banget, namanya Dilli Market. Kalap deh kalau nggak inget semua koper sudah di-pack dan penuh. Rasanya ingin beli semuaa! Hahaha.

Area pasarnya terbuka gitu. Semua rapi dan murahnya itu loh, keterlaluan. Sepatu, karpet, clutch, semuanya dimulai dari harga Rp100.000-an. Siap-siap kalap deh kalau ke situ.

Area pasarnya terbuka gitu. Semua rapi dan murahnya itu loh, keterlaluan. Sepatu, karpet, clutch, semuanya dimulai dari harga Rp100.000-an. Siap-siap kalap deh kalau ke situ.

Akhirnya selesai India trip kami. Negara ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Pastinya mau balik lagi untuk melihat kota lainnya.

india airport copy

Comments

  1. Ariefpokto
    Ariefpokto | Posted on January 8, 2018 at 9:02 pm

    Wow ! What a thorough itinerary. Boleh dicontek nih. Kepengen ke India. Banyak bangunan megah jaman dulu ya. And everything is So colorful

Leave a Reply