Puasa di Indonesia Berat? Bandingkan Dengan di Negara-Negara Ini.

no Comment

Sedih banget, ketenangan minggu pertama puasa kemarin terusik gara-gara kejadian Pemda Serang-Banten menutup paksa warung yang berjualan makanan di siang hari, dengan alasan tidak menghormati yang sedang berpuasa. Antara sedih, gemas sama geram, tepatnya. Dari dulu di Indonesia warung atau restoran bisa tetap buka di siang hari, meski biasanya ditutup tirai setengah jendela (ini juga sebenarnya nggak perlu tapi ya udah lah ya, kita bahas lain waktu), tapi kalau sampai menutup warung dan menyita makanannya, aturan ini asalnya dari mana? Bagaimana dengan hak sang ibu untuk bekerja, apa kita abaikan begitu saja? Pro-kontra pun merajalela di media sosial. Yang pro razia bilang kalau tindakan itu perlu dilakukan untuk menghormati yang sedang berpuasa, yang kontra menjawab dengan argumen “Apa cuma segitu aja arti puasa, menahan lapar dan haus tok? Bagaimana dengan inti puasa yang adalah menahan diri, nafsu dan momen untuk introspeksi diri?”.

Saya jujur cenderung ke yang kedua. Bagi saya beribadah adalah urusan kita dengan Tuhan. Nggak perlu terganggu dengan keadaan sekitar. Kalau niatnya beribadah, bukannya apa pun yang terjadi, kita tetap fokus aja?

Itu yang pertama. Yang kedua, please deh, di Indonesia puasa nggak sampai 14 jam aja ribut. Malu ah sama orang Muslim yang tinggal di belahan lain dunia.

Jepang dan Amerika: 16 jam

Jadi kalau dibayangkan, ini ibarat kita buka jam 8 malam. Gimana? :) Sekilas sepertinya cemen cuma nambah 2 jam doang, tapi kalau kebayang buka jam 8, lumayan juga ya.

Inggris: 18 jam

Biasanya jam 10 malam kita udah siap-siap mau tidur, ini baru buka puasa. Mulai berasa kan kalau kita beruntung banget tinggal di Indonesia? :)

Jerman dan Rusia: 19 jam

Nambah 1 jam lagi, warga Muslim yang tinggal di Jerman dan Rusia baru buka. Jadi antara lapar, haus sama ngantuk. *puk puk*

Negara-negara Skandinavia: 21-22 jam

Udah deh, ini juaranya. Puasa di Swedia, Finlandia, Norwegia mencapai 21 jam sehari. Islandia? 22 jam. Jadi kalau dipikir-pikir, kita cuma punya waktu makan-minum 2 jam. Saking lamanya, katanya sebagian umat Muslim di sana mengikuti waktu berbuka puasa Arab Saudi dan ini diperbolehkan oleh banyak ulama. Ini baru namanya alhamdulillaaahh. 😀

lama puasa

Sumber: detik.com, anakregular.com

Leave a Reply