Yuk, Tertawa Berjamaah Nonton #PerempuanBerhak

no Comment

Biar hidup nggak terlalu serius, ada banyak cara untuk melepas stres. Ada yang suka shopping (itu saya!), rajin pergi weekend getaway (saya juga!) atau sesekali nonton stand up comedy (saya lagi! hahaha).

Saya sangat menikmati nonton stand up karena acaranya memang bertujuan untuk membuat kita ketawa, biasanya selama at least 2 jam. Siapa coba yang nggak mau datang ke sebuah acara untuk duduk manis dan dihibur? Makanya dunia stand up comedy di Indonesia, meski masih terbilang baru kalau dibanding negara-negara maju, langsung melesat bagaikan kilat ya perkembangannya. Mulai dari event, acara TV, sampai bakat-bakat baru, semua terus bermunculan. Nah yang belakangan disebut ini yang membuat saya extra excited menyambut tanggal 21 Mei karena akan ada..

#PerempuanBerhak!

berhak copy 2

Betul, ini adalah acara stand up comedy yang semua performernya adalah perempuan. Isn’t it exciting?

Buat pemanasan, kita kenalan dulu yuk sama kelima komika yang akan tampil malam itu: Jessica Farolan (J), Alison Thackray (A), Fathia Saripuspita (F), Sakdiyah Maruf (S) dan Ligwina Hananto (L).

Kapan pertama kali perform stand up dan bagaimana saat itu pengalamannya?

J: Tanggal 21 Desember 2011 di open mic Jakarta Pusat (waktu itu di WhiteBox Menteng). Urutan tampilnya setelah Pandji. Dan sesuai ekspektasi, nggak lucu-lucu amat, hehehe.

A: Pertama kali perform di @atamerica, di acara perayaan US Independence Day. Sebagai orang Inggris, tentu buat saya ini seru, yang sebelumnya menguasai Amerika kan nenek moyang gue. Oops. (oke, belum-belum udah ngakak nih 😀) Waktu itu gue belum terlalu menguasai teknik-teknik stand up comedy tapi untungnya perspektif gue nggak terlalu lazim dan muka ekspresif, jadi cukup berhasil dapat tawa penonton.  Apalagi karena bawainnya campur bahasa Sunda saeutik. J

F: Tahun 2012 ketika rekan-rekan komika dari Komodo Comedy mencari komika perempuan untuk show mereka Stand Up For Unity – Comedy for Diversity, yang diadakan di @america. Yang saya ingat waktu itu di hari H saya sampai maag karena cemas. hahaha. Tapi alhamdulillah berjalan lancar.

S: Waktu SMP di sekolah. Seorang guru yang cukup aneh bikin lomba lawak. Ikutlah saya, bikin skit lawak ala Srimulat bersama seorang teman: saya jadi majikan, dia jadi pembantu, hihi. Kami dapat juara 2 dari 3 kontestan. Setelah itu, baru perform lagi tahun 2009 di acara Thanksgiving di kampus.

L: Ikut open mic kira-kira 3-4 tahun lalu. Di setiap sesi training finansial sebenarnya selalu menyelipkan teknik stand up comedy ini, tapi baru betul-betul perform sebagai komika di acara CeweQuat tahun lalu, di sana untuk pertama kalinya di poster acara ditulis Stand Up Comedy by Ligwina Hananto.

 

Apa topik yang paling sering bikin orang ketawa?

J: I think people expect me to be bold and they find it funny when I speak boldly. Dari semua topik tabu dan sensitif yang pernah saya bawakan, joke yang saya ingat paling pecah itu tentang keperawanan, bahwa selaput dara itu tidak mendefinisikan keberhargaan wanita.

A: Biasanya soal pengalaman bule interaksi dengan orang sini sih, tapi saya nggak pernah mau menjadi just another bule bodoh yang diketawain karena salah pelafalan. Materi saya biasanya adalah soal be proud of who you are dan accept me for who I am. Contohnya, istilah “memperbaiki keturunan”. Memang kalau hidungnya pesek nggak bisa bangga jadi orang Indonesia? :)

F: Orang bisa ketawa kalo dia relate dan paham sama topik yang dibicarakan. Jadi topiknya apa, tergantung sama audiensnya juga.

S: Saya banyak dikenal dengan topik-topik seputar ironi praktek berIslam berbagai kelompok Muslim.

L: Di training finansial, topik paling bikin ketawa adalah kebodohan-kebodohan masa lalu. Waktu saya baru nikah dan sotoy banget. Sok metropolis padahal nggak punya duit. Kalau sekarang topik paling lucu adalah tentang perempuan dan jodoh.

Slide1

Apa topik yang paling nggak nyaman untuk dibawain?

J: Topik yang saya tahu pengetahuan saya tentangnya minim sekali. Jadi, tentunya banyak. Topik politik misalnya, saya belum nyaman.

A: Mestinya sih ngga ada topik yang tabu di standup comedy, tapi buat saya yang agak sensitif mungkin yang menyentuh SARA, terutama soal hubungan antar agama. Sebenarnya nggak papa sih bahas masalah agama selama tidak mengandung kebencian, tapi tetap aja deg-degan dengan suasana politik yang belakangan ini kurang sesuai dengan Pancasila. Kadang penonton tidak mendengar baik-baik kata-katanya tapi sudah berasumsi sendiri.

F: Topik yang saya nggak ngerti atau in general nggak tertarik misalnya tentang politik, karena pasti akan double effort saat membuat materinya. Plus ada resiko saya salah memahami informasi, takutnya saat dibawakan, ketauan deh kalau salah dan bisa terlihat sok tahu dan nggak professional.

S: Agama dan seksualitas. Ernest Prakasa pernah berpesan kalau saya harus mulai dengan joke yang lebih ringan dulu terutama karena penonton punya ekspektasi yang berbeda ketika melihat sosok saya (berhijab – red). Setelah dapatkan perhatian penonton, barulah bawakan materi itu.

L: Sex! Karena #PerempuanBerhak ini materinya dijanjikan 18+ jadi saya harus ngomongin sex. Tapi tenang, dengan saya, materi komedi seksnya hanya yang halal kok. 😀

 

Apa pengalaman nggak terlupakan saat manggung?

J: Ada dua. Pertama, saat jadi opener untuk Merem Melek-nya Ernest Prakasa, karena saat itu saya belum lama tereliminasi dari Stand Up Comedy di Kompas TV tapi lalu dipercaya menjadi pembuka di show yang besar ini dan Ernest bilang I did tremendously well. Kedua, saat perform di Perempuan Berhak 2014, karena malam itu materi saya sangat personal. It was like therapy for me. I feel like I finally overcome my insecurities.

A: Ketika materinya kena banget and the laughter hits you like a wave.  It’s the best feeling in the world.  Kebetulan dapat laughter gede itu ketika tes materi buat opening Perempuan Berhak di open mic Depok kemarin, jadi saya optimis show-nya lucu.

F: Dimaki-maki sama bule, hahaha. Waktu itu Mad About Comedy mencoba membuat acara Roasting Night, di mana memang konsepnya seperti mencela orang. Tema malam itu adalah me-roast orang Amerika dan bule yang tinggal di Indonesia secara umum. Audiensnya  memang hampir semua ekspat, tapi nggak semua familiar dengan konsep roasting. Salah satu joke saya adalah bule yang suka ‘ayam’. Nah, menjelang materi terakhir, mendadak ada bule laki-laki yang maki-maki yang bilang dia nggak suka sama joke saya, dan makian lainnya. Hahay.. yuk mariiii…mungkin dia hanya sebal aja, karena nggak dapat ‘ayam’. 😀

S: Cukup banyak, salah satunya di acara The Chaser Lecture di Sydney Town Hall akhir tahun lalu. Itu black tie event. Udah siapin gaun dari Indonesia. Gaunnya kebetulan putih, dan….. kaus dalam saya tertinggal di hotel. Akhirnya terpaksa deh mengorbankan bordir cantik di bagian dada dengan memakai hijab syar’i.

L: Saya takut banget Open Mic! Padahal selama jadi public speaker selama 14 tahun, saya nggak pernah mules saat mau ‘ngamen’. Nah, di Open Mic semua topeng harus dicopot. Saya juga nggak dikenal sama audience-nya. Buat mereka saya bukan Ligwina yang dikenal orang. Saya cuma ibu-ibu nggak jelas yang sok ikutan acara anak-anak.

Slide1

 

What’s your dream in doing standup?

J: Saya ingin terus berada di dalam #PerempuanBerHak. Semoga ada dari pembaca yang berniat mensponsori kami tur keliling Indonesia.

A: Emansipasi wanita (dan pria), menghilangkan kebiasaan stereotyping, meningkatkan kebanggan terhadap bangsa Indonesia, menghilangkan kebiasaan bule dianggap istimewa (coz we’re just people), meningkatkan toleransi dan pengertian antar agama, suku dan ras, sekalian bikin orang ketawa. Ambisius ga, gue?  Hahaha!

F: Get paid from doing it? Hahaha, ketahuan banget kemarin-kemarin banyak manggung yang nggak berbayar. Saat ini saya masih mengasah skill biar lebih baik dan menyampaikan materi yang berbobot dan ada pesan moralnya.

S: To keep working, performing, exploring ideas and communicating them with as many people as I can reach. To have a comedy tour in the Middle East, perhaps? I also dream that one day, daughters or granddaughters of ISIS or Al Qaeda leaders will grow up becoming in standup comedian. :)

L: Khusus stand up comedy, saya nggak punya target. Niatnya untuk kesenangan pribadi aja. Saya suka dan menikmati prosesnya. Jadi harapannya sederhana: orang ketawa, titik.

 

Tell us a joke! 

J: “Saya adalah anak tunggal. Ibu saya selalu berusaha membahagiakan saya dengan merayakan berbagai pencapaian, misalnya ulang tahun pertama, juara kelas pertama, bahkan menstruasi pertama! Bukan cuma bikin acara tumpengan keluarga, dia juga ngundang tetangga. ‘Eh ke sini ayoo, lagi tumpengan nih. Ini anak gue si Jessica mens pertama. Buruaann!’ Sejak saat itu, saya jadi terkenal di kompleks: Jesissa yang siap ditabur benihnya.”

A: “Q: Why did the chicken cross the road? 

A: To get to the other side.

Nggak lucu, ya? Joke-joke Inggris kayak gitu deh kira-kira. Untung aja gue lama di Bandung, jadi agak bodor saeutik.” :)

F: I hate going to a standing concert because I’m short. Whenever people put their hands in the air, I die running out of fresh air.”

S: “Sebagian orang Indonesia berkiblat ke Barat, padahal nggak banyak yang bisa diberikan Barat. Mereka itu nggak kreatif. Gini ya: Bahasa Inggrisnya terbang apa? Fly. Bahasa Inggrisnya ritsleting celana pria? Fly. Bahasa Inggrisnya lalat? Fly.

Oke, coba terjemahkan kalimat ini: Mas, ada lalat terbang ke celanamu yang terbuka? There is a fly, flying, into your open fly??” Kepanjangan ya dan kayaknya punchline-nya nggak kena, tapi pas di panggung dulu sepertinya oke, hahaha.

L: “Perempuan tuh kenapa cita-cita hidupnya menikah sih? Pasti kebanyakan nonton Princess Disney. Saya yakin cerita-cerita Disney itu yang nulis laki-laki. Contoh ya, Cinderella. Mana ada coba perempuan yang sudi berpisah dengan sepatunya? Gue mah cinta sama sepatu gue. Sepatu kaca pula! Ini nggak realistis banget, kan?” 😉

Nah, belum mulai aja udah bikin cekikikan.

Untuk menambah keseruan, Gamila Arief juga akan tampil untuk membawakan beberapa lagu. Di #PerempuanBerhak, Mila (panggilan akrab Gamila) menjanjikan untuk kasih sesuatu yang nggak akan ditemukan di acara lainnya, seperti misalnya, “Akan ada special guest star Yacko dan gue mencoba melucu”, katanya, hihihi.

“Yang pasti nggak akan bawain lagu baru”, lanjutnya. “Durasi buat setiap performer itu 20 menit jadi gue akan optimalkan waktu itu dengan berbagai kreativitas. Trus mungkin gue akan minta calon penonton untuk afalin lagu ‘Indonesian Girl’ biar bisa nyanyi bareng.” Hahaha, cukup random kan, kayak biasanya di Twitter?

Okay, I am sold! Yuk mari segera beli tiketnya di shout.id/perempuanberhak dan kita ketawa bareng di sana!

Leave a Reply