Book Review: ‘Passion, So What?’ (This is the answer)

no Comment

Memulai kerja dengan semangat seperti hari ini (meski musim hujan bikin kita ingin tarik selimut di pagi hari!) seringkali membuat saya tersenyum. Where do I get the energy?

Jawabannya simple:

I live my passion.

For me, there’s no compromise. Menjalani hidup dan bekerja tanpa passion sama saja membuang waktu berharga – dan kita tau kita hidup belum tentu lama.

Pikiran ini membawa saya pada 2 minggu yang lalu, saat menghadiri friends gathering untuk buku #Passion2Performance yang ditulis oleh teman baik saya Rene Suhardono dan teman-teman dari Impact Factory.

It was a very sweet moment to be, especially considering where I am now in life.

Saya mulai bersahabat dengan Rene pada saat ia meluncurkan bukunya yang pertama, Your Job is Not Your Career, pada tahun 2010 (wow, time flies!). Saya termasuk ‘korban kompor meleduk’ pemikiran-pemikirannya yang #jleb banget. Saat itu, saya sedang berada di masa sudah mencapai puncak karir, trus what’s next? Dari sisi passion, saya bisa bilang saya termasuk orang yang cukup sadar apa saja passion saya sejak saya lepas dari bangku sekolah. Fashion, hospitality dan musik adalah 3 di antaranya.

Fast forward 5 tahun kemudian, there I was, feeling happy for my friend for launching another inspiring book – dan kali ini saya hadir di sana dengan perasaan happy karena sudah membuktikan sendiri apa yang disampaikan dalam buku ini.

With my crazy, inspiring Career Coach & book author friend, Rene Suhardono.

With my crazy, inspiring Career Coach & book author friend, Rene Suhardono.

#Passion2Performance pada dasarnya menantang kita untuk berpikir hal-hal yang jelas dan sering kita lihat sehari-hari, terutama dalam kehidupan organisasi (yang berarti kantor untuk kebanyakan dari kita).

Apa yang membedakan kinerja dua orang dengan gaji yang sama, atasan yang sama dan titel, tanggung jawab dan fasilitas yang sama? Kenapa selalu ada teman di kantor yang memiliki kinerja dan kontribusi yang lebih baik dibanding teman kita yang lainnya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang dijawab oleh Rene dan kawan-kawan melalui survey dan riset yang membandingkan jawaban antara 2 kelompok orang dengan jabatan, gaji, dan peran yang sama dalam organisasi di berbagai perusahaan ternama dari 11 industri di Indonesia.

Yang membuat buku ini sangat bermanfaat menurut saya adalah karena buku ini memiliki 2 sisi. Di satu sisi, buku ini ditujukan untuk individu yang mempertanyakan mengapa passion begitu penting (dengan judul “Passion Without Creation is Nothing”) dan di sisi yang lain, buku ini ditujukan untuk pemimpin perusahaan atau organisasi yang mempertanyakan apa yang bisa passion kontribusikan terhadap perusahaan (dengan judul “Performance Without Passion is Meaningless”) dan menjawab kekuatiran bahwa karyawan akan resign bila menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya bukanlah merupakan passion-nya.

“Saya percaya, dan membuktikan sendiri dari hasil survey yang kami lakukan, bahwa passion punya pengaruh yang sangat besar terhadap performance. Lebih jauh lagi, buku ini memaparkan faktor yang memungkinkan terjadinya revolusi kinerja dalam diri setiap orang. Kami menemukan bahwa secara berkelanjutan, kinerja kolektif para individu dalam tim memiliki pengaruh besar pada berbagai bidang kegiatan dan pencapaian manusia”, kata Rene.

Setuju.

Dan tentunya perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri.

Maybe it’s time to ask ourselves, what do we want to achieve? What have we done to reach it? And finally coming to the basic question of: Have we been true to ourselves and do what we love?

Find yourself be inspired more by reading this book. #Passion2Performance bisa didapatkan di toko buku terdekat seharga Rp129.000. “Buku ini adalah refleksi kepedulian, keinginan dan harapan kami untuk Indonesia yang lebih baik melalui segenap insan, perusahaan, organisasi, pemerintah dan berbagai kelompok yang ada. Kami percaya bahwa ini saatnya kita berdaya, berkarya dan berkreasi bersama,” tutup Rene.

p2p 2

Leave a Reply