My Adventurous Trip Exploring Indonesia (Part 2): Living on Boat in NTT

4 Comments

Gimana, udah mupeng belum gara-gara baca bagian cerita Part 1 kemarin? Lanjut, ya.

Setelah turun gunung yang memakan waktu 2 jam, mulai lagi deh perjalanan dengan mobil yang jalannya berliku-liku itu. Tapi kali ini nggak sampai 6 jam karena kami berhenti di tengah perjalanan dan menginap di Desa Dintor. Rumahnya lucu banget, adanya di tengah-tengah sawah dengan pemandangan laut menghadap Pulau Mules. Dan seperti di seluruh area itu, listrik di desa ini cuma ada dari jam 6 – 11 malam aja (buat warga kota yang kebiasaan nge-charge gadget sana-sini, mules kan dengernya? hahaha).

Di mana coba di Jakarta kita bisa bangun dan lihat langsung pemandangan sawah dan gunung? Ini kayak gambar kita jaman SD dulu ya. :D

Di mana coba di Jakarta kita bisa bangun dan lihat langsung pemandangan sawah dan gunung? Ini kayak gambar kita jaman SD dulu ya. :D

Besok paginya kami siap-siap naik mobil lagi ke Labuan Bajo dan memulai tinggal di kapal (atau LOB, Living on Boat, istilahnya) dan island hopping selama 3 hari. Supaya nggak mahal, kami mengajak 5 orang lagi untuk ikutan trip ini, jadi 8 orang patungan deh untuk menyewa kapal, yang sudah termasuk crew, guide dan makan pagi, siang dan malam, yang dimasakkin oleh crew kapal.

Pulau Kelor adalah pulau pertama yang dikunjungi. Pulaunya kecil dengan pantai yang bersih banget. Beberapa turis pun mendirikan tenda di pantai untuk menginap di situ. Seru banget kayaknya.

Liat deh airnya. Jernih banget.

Liat deh airnya. Jernih banget.

Happy me! Nggak sia-sia deh olahraga demi pakai bikini kece selama trip ini.

Happy me! Nggak sia-sia deh olahraga demi pakai bikini kece selama trip ini.

Setelah puas berenang dan foto-foto (teteup), kami meneruskan perjalanan ke Pulau Kalong dengan tujuan melihat kalong alias kelelawar keluar dari sarangnya. Bener loh, pas matahari mulai terbenam, ribuan kalong keluar dan memenuhi langit. Malam itu kapal kami berlabuh di Loh Buaya dan laut lumayan tenang.

Itu yang keliatan kayak titik-titik di langit adalah kelelawar yang baru keluar dari sarangnya

Itu yang keliatan kayak titik-titik di langit adalah kelelawar yang baru keluar dari sarangnya. Photo by BFF Suhe.

The next morning, I woke up to this view!

Nggak perlu pakai filter. Pemandangannya udah photogenic banget.

Nggak perlu pakai filter. Pemandangannya udah photogenic banget.

Aduh, yang kayak gini nih yang nggak ada di Jakarta. Setelah sarapan, kami mampir ke Pulau Rinca yang masih terletak di Loh Buaya untuk melihat komodo. Beruntung, karena kami datangnya pagi, komodo banyak yang keluar untuk berjemur (mereka binatang berdarah dingin). Dari yang kecil sampai yang lumayan besar kami temui sepanjang perjalanan mendaki Bukit Rinca. Grup kami ambil short track (karena kaki udah nggak sanggup untuk middle/long track). Itu aja pas sampai di puncak udah senang banget lihat pemandangannya.

Di atas Pulau Rinca. Beberapa saat sebelum ketemu komodo yang besar banget.

Di atas Pulau Rinca. Beberapa saat sebelum ketemu komodo yang besar banget.

Look at this giant komodo. Dan tetep ya, saya yang paling depan, haha.

Look at this giant komodo. Dan tetep ya, saya yang paling depan, haha.

Lepas dari Pulau Rinca, kapal kami jalan lagi menuju Pink Beach. Di sini saya sudah siap dengan “my giant swan” buat props foto. Benar, pantainya cakep banget dengan pasirnya yang berwarna pink walaupun di sana ternyata lebih ramai dari yang saya kira.

My endless swimming pool (bela-belain bawa giant swan dari Jakarta demi foto ini, haha).

My endless swimming pool (bela-belain bawa giant swan dari Jakarta demi foto ini, haha).

Memang seru ya pergi sama teman-teman! Santai sambil berjemur dan ngelamun.

Memang seru ya pergi sama teman-teman! Santai sambil berjemur dan ngelamun.

Puas berjemur dan snorkeling, kami pindah ke Pulau Padar untuk tracking ke puncak Padar sekitar 1,5 jam (yang ini asli, naiknya agak-agak kayak manjat dan harus pegangan ke batu karena lumayan licin atau nggak ada pijakannya). Walaupun ngos-ngosan, akhirnya sampai juga di puncak sebelum sunset yang pemandangannya nggak bisa dilukiskan pakai kata-kata. It’s all worth it.

On top of Padar Island, just before sunset. Biar lebih dramatis, saya bawa syal dari Sejauh Mata Memandang*, kado dari BFF, Vesta. Pas, kan?

On top of Padar Island, just before sunset. Biar lebih dramatis, saya bawa syal dari Sejauh Mata Memandang, kado dari BFF, Vesta. Pas, kan?

Setelah sunset, segera kami turun karena hari sudah mulai gelap. Untung guide kami bawa senter. Malam itu full moon dan ombak lumayan kencang. Bersyukur, akhirnya bisa tidur juga walaupun agak eneg.

Paginya kami bangun dan disuguhi oleh view yang lain lagi. Aduh, ini kepulauan cakep amat sih! Ini adalah hari terakhir perjalanan, sebelum kami menuju bandara sore harinya. Jadi, pagi itu kami sempatkan snorkeling dan foto-foto di Pulau Kanawa. Airnya jernih banget kayak kaca dan ikannya sangat human friendly. Dikasih roti datang semua.

Jernihnya air laut di Kanawa

Jernihnya air laut di Kanawa

Oh ya selama perjalanan di kepulauan itu, sinyal handphone antara ada dan tiada, jadi senang banget kalo tiba-tiba hp bunyi, hahaha.

Akhirnya selesai juga deh, perjalanan kami selama 5 hari yang saya bilang seperti boot camp! Tapi seru, dan buat saya pribadi ini seperti trip untuk recharge hati dan pikiran. Melihat bagaimana orang tinggal di Wae Rebo, melihat crew kapal, melihat daerah yang listriknya cuma setengah hari aja, nggak ada internet, dan lain-lain.

I’m so grateful for my life and I made a promise to myself that I won’t take my life for granted. Counting my blessing everyday no matter how small it is. Life’s good.

So friends, if I – a ‘princess’ according to my friends 😀 – can go on this adventure, tracking and all, with full makeup and different #OOTD every day, you can do it too! 😀

Till the next adventure, Indonesia!

With the whole group. We made it! Di trip ini saya dapat 5 teman baru. ☺

With the whole group. We made it! Di trip ini saya dapat 5 teman baru. ☺

Tips:

– Obat pusing, mual, dan lain-lain, harus selalu dibawa selama perjalanan, jadi pastikan stoknya cukup. Juga bawa vitamin untuk menjaga stamina karena baju basah-kering di badan melulu selama perjalanan.

– Kalau suka ke pantai dan snorkeling lebih baik beli dry bag untuk taruh hp, sunblock, dll, karena seringkali dari kapal tidak bisa merapat ke pantai karena terlalu dangkal dan bisa kena karang.

– Supaya nggak terbakar matahari, pastikan pakai sunblock dengan SPF yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan glowing skin, campur sunblock dengan tanning oil supaya tan-nya rata di seluruh kulit.

– Bawa cemilan dan minuman karena lagi-lagi, selama perjalanan, nggak ada warung ya di pulau-pulau itu.

– Karena akan foto-foto terus, pastikan bawa power bank, in case nggak sempat nge-charge.

– Siapkan uang untuk tip crew kapal dan guide

– Lupakan semua problema, don’t forget to have fun and let loose!

Comments

  1. The Power of a Good Haircut | ReeSays
    The Power of a Good Haircut | ReeSays | Posted on September 1, 2016 at 1:55 am

    […] Wajar sih, potongan rambut yang sebelumnya itu sudah saya miliki sejak 2015. Lalu, kenapa nggak langsung potong aja nggak lama setelah konser? Karena saya mau trip rempong dulu, hahaha. (rempong dalam artian banyak kegiatan fisik, tapi yang pasti worth it banget ngeliat indahnya alam Indonesia) […]

  2. Panca R Sarungu
    Panca R Sarungu | Posted on September 22, 2016 at 7:30 pm

    Nice story, thanks for sharing yaa

  3. Indonesia, Gue Banget! Rekomendasi 17 Destinasi Wisata Dalam Negeri Yang Wajib Dikunjungi | ReeSays

    […] Menikmati sunset dari puncak Pulau Padar. Baca lengkapnya di sini. […]

Leave a Reply