Moza Pramita Konsisten Perkenalkan Kain Indonesia

one Comment

 

moza

Moza Pramita, sudah lama jatuh cinta dengan wastra Indonesia dan bertekad untuk terus melestarikannya

Selamat Hari Batik Nasional!

Nggak terasa ya sudah sewindu kita bangsa Indonesia tambah rajin pakai batik, apalagi karena kebanyakan kantor membuat Hari Batik sekali seminggu – which we always wear with pride!

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober adalah berdasarkan keputusan UNESCO yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia, di mana tepatnya pada tahun 2009, batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Bicara soal batik atau kain tradisional Indonesia, saya termasuk yang menikmati kecantikannya. Selain untuk dikenakan, saya pun mulai mengoleksi berbagai kain Indonesia untuk dijadikan hiasan di rumah.

Lovely Sumba fabric as my room’s entrance décor

Lovely Sumba fabric as my room’s entrance décor

Untuk merayakan hari kebanggaan budaya bangsa ini, saya ngobrol-ngobrol dengan seorang teman baik yang adalah seorang presenter, penyiar radio dan entrepreneur, yang kecintaannya terhadap wastra atau kain tradisional Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, Moza Pramita. Are you ready to be inspired?

1. Sejak kapan cinta sama berbagai kain tradisional Indonesia?

Saya mulai cinta sama kain Indonesia sejak liat kain Cinde Palembang yang dibuat oleh GHEA. Makin bangga karena saya separuh Palembang. Lalu tambah senang saat lihat ada foto baju trendy di majalah dari kain Indonesia. Wah, saya pikir, akan ada banyaak lagi kain tradisional yang bisa dibuat menjadi baju sehari-hari tanpa terkesan kuno.

2. Ada kenangan masa kecil tentang awal mula mengenal kain?

Ada banget. Beberapa di antaranya, saya ingat menemani Mama (Dewi Motik) mengambil kemeja Ayah di rumah/showroom Om Iwan (Tirta). Pikir saya waktu itu, “Haduh, bau merang. Tempat orang tua. Kenapa saya nggak nunggu di mobil ajaaa? Nggak ada mainan pula,” Haha. Tapi ya nasib, kita kan ngintil Mama. Baru deh setelah besar sadar siapa itu Om Iwan Tirta! Hahaha.

Selain itu, saya juga ingat pernah diajak Mama ke gudang Batik Semar di Tebet. Ngapain coba kalau dipikir-pikir, anak kecil dibawa ke showroom kain? Batiknya bertumpuk dan dibawa berkoper-koper untuk kebutuhan foto dan dibawa untuk rombongan budaya ke Hawaii. Nah, lalu saya ikut tuh rombongan budaya itu ke Hawaii dan ngeliat Mama ngajarin bule-bule pakai kain Batik dengan cara yang modern. Bukan sekedar jadi kain bawahan kebaya.

3. Wah seru banget! Lalu, ada jenis kain favorit nggak, yang mendominasi lemari baju di rumah?

Saya punya banyak Batik Mega Mendung Cirebonan karena motifnya menyenangkan dan warna-warni. Saya orangnya suka warna cerah.

4. Batik tulis dan batik print, do you appreciate them the same way?

Ya lain, lah. Nggak mungkin kan nyamain yang ori dengan yang KW. Saat ini saya masih terus berusaha memiliki dan menggunakan batik tulis atau cap. Kalau pingin baju seragaman buat dipakai rame-rame, diusahakan banget pakai yang cap.

5. Di salah satu wawancara, Moza bilang kalau gemes banget sama kebanyakan orang yang lebih paham tas branded dibanding dibanding paham batik atau tenun. Apa aja yang Moza lakukan untuk meningkatkan awareness ini?

Sampai saat ini saya selalu berusaha kasih kado atau hadiah buat teman-teman berupa wastra Indonesia. Bisa berupa kain, scarf, kemeja atau baju. Selain itu, sebisa mungkin saya sharing tentang indahnya wastra Indonesia dengan mengadakan talkshow berkain. Saya juga mengajak siapapun untuk menghargai kerja keras pengrajin. Jangan nawar gila kalau lihat wastra yang bagus.

6. Kalau pembaca ReeSays.com mau pergi weekend getaway melihat kain-kain cantik Indonesia, sebaiknya pergi ke mana? Apa saja must-go place-nya dan yang bisa kita lakukan di sana?

CIREBON, beibeh! Dekat dari Jakarta, banyak makanan enak pula. Trus untuk batik hunting, tinggal pergi ke (Kampung Batik) Trusmi, satu jalanan yang penuh dengan batik yang kece-kece.

Nah, buat yang tertarik ingin tau lebih banyak tentang kain tradisional Indonesia dan mau belajar cara pasang bulu mata, ikutan Open House BelowCepek.com yuk!

Besok (Sabtu), 3 Oktober jam 10.00-12.00

Di Kompleks Rukan Grand Panglima Polim no. 81. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Acaranya GRATIS dan di-host oleh Moza Pramita, pecinta kain Indonesia, sekaligus Co-Founder dari LiburanKeluarga.com dan Owner dari Lashes by Moza.

RSVP ke 0878-8317-2289.

Jangan lupa bawa kain dari rumah ya!

moza event

Comments

  1. Kumpul Seru Di BelowCepek Open House | ReeSays
    Kumpul Seru Di BelowCepek Open House | ReeSays | Posted on October 22, 2015 at 4:09 am

    […] seru banget: BelowCepek Open House bersama Moza Pramita, yang dibuat untuk mengajak teman-teman belajar memakai kain tradisional Indonesia dan memasang bulu mata, skill yang penting banget untuk perempuan […]

Leave a Reply