Mendadak Tokyo – New Year Trip

2 Comments

Buat yang follow IG Story @RianaRee, pastinya tau dong ya kalau kemarin pas New Year saya pergi ke Tokyo dan kenapa mendadak Tokyo. Well, karena memang nggak direncanakan dan baru beli tiket pesawatnya 2 hari sebelum pergi.

Ini, pengalaman yang saya mau share tentang Tokyo Trip kemarin;

– Kenapa bisa dadakan? Memang nggak harus apply visa?

Salah satu keuntungan punya E-Passport, apply visa Jepang bisa langsung 3 tahun. Sudah ada stikernya, jadi kapan saja bisa ke Jepang.

 

– Kalau dadakan, airline apa yang paling murah?

Saya pilih Japan Airlines (JAL) setelah membandingkan harganya dengan beberapa maskapai seperti Garuda, All Nippon Airways (ANA) dan Singapore airline. Harganya paling ekonomis. It’s the first time nyobain terbang dengan JAL. Memang sih, makanannya masih jauh dari Garuda tapi yang lainnya not bad at all.

Business Class Cabin dan Japanese Set Menu ala JAL. Enak pas pulang dari Tokyo – Jakarta tapi yang dari Jakarta ke Tokyo kurang banget

Business Class Cabin dan Japanese Set Menu ala JAL. Enak pas pulang dari Tokyo – Jakarta tapi yang dari Jakarta ke Tokyo kurang banget.

Terminal JAL ada di Narita dan lumayan jauh. Kalau naik taxi, bisa menghabiskan biaya sekitar JPY 25,000 = sekitar 3 jutaan. Tranportasi yang hemat adalah naik Narita Express Train sampai stasiun terdekat (waktu itu saya turun di Shinagawa Station) dan setelah itu baru naik taxi sampai ke tempat penginapan. Tapi kalau bawa kopernya banyak, agak mustahil ya naik kereta karena bakal ribet banget naik turun eskalatornya. Alternatif lain adalah dengan naik bis, dengan catatan lebih lama. Untuk group besar dengan koper yang super banyak, bisa sewa Uber Van dan biayanya bisa dibagi rata.

 

–  Tinggal dimana yang bisa rame-rame atau barengan? (kemarin saya dan teman-teman totalnya ada 8 orang).

Hotel selalu jadi option yang paling mudah, tapi karena ramai-ramai dan pengen santai plus ngeriungan (alias ngobrol plus ketawa ketiwi), kami sewa rumah dari AirBnB, ada 4 kamar, living room dan kitchen. Setiap pagi masing-masing bisa bikin sarapan sesuai dengan selera dan bahan-bahan makanan kami beli di supermarket.

Living room area di lantai 3. Look at the blue sky! Walaupun di luar suhunya 2 derajat.

Living room area di lantai 3. Look at the blue sky! Walaupun di luar suhunya 2 derajat.

   Shopping? Tinggal di AirBnb pastinya lokasinya tidak sedekat kalau tinggal di hotel, tapi masih bisa dijangkau dengan MRT karena jalur disana juga sangat mudah dan ada English versionnya.

 

– Enak nggak sih New Year di Tokyo?

Nggak!!! Hahahaha. Asli deh buat kamu yang mengharapkan tahun baru meriah seperti di kota-kota besar lainya, di Tokyo ternyata gak segitunya loh. Saya berdiri ditengah ribuan orang di Cross Road Shibuya yang terkenal itu, menunggu jam 12 malam yang ternyata nggak asik banget. Tidak ada kembang api, tidak ada hiburan, hanya video count down di layar besar yang biasanya untuk display iklan. Setelah teriak “Happy New Year!”, udah gitu aja. Semua orang pulang yang berakibat naik MRT bisa seperti ikan sarden dan rebutan. Tempat lain yang juga merayakan tahun baru adalah Temple, pastinya disana lebih banyak orang yang berdoa ya.

In the middle of Shibuya cross road in 2 degree Celsius winter.

In the middle of Shibuya cross road in 2 degree Celsius winter.

Tanggal 1 Januari, 90% toko tutup semuaaaa…hiks. Jadi kalau niat belanja, hanya 10% toko yang buka. Saya akhirnya end up di Tokyo SkyTree, yang dalam satu gedung itu semua tokonya buka. Beberapa teman ada yang ke Disneyland, walaupun pastinya ruaame banget.

 

– Pergi kemana aja selama di Tokyo?

1. Nyobain makan Luke’s Lobster di Harajuku

It was so worth the queuing, asli enaaaaak banget!

It was so worth the queuing, asli enaaaaak banget

     2. Ngerasain ngantri beli baju comme de garcon yang hits itu dan jalan-jalan di Otemesando

5

3. Naik Cruise ala ala Kate and Leonardo

Agak beda dengan cruise yang saya pernah naiki, yang ini tidak terlalu banyak entertainmentnya. Jadi, it’s a so so experience.

Agak beda dengan cruise yang saya pernah naiki, yang ini tidak terlalu banyak entertainmentnya. Jadi, it’s a so so experience

     4. Shopping di Shibuya

Salah satu yang saya suka adalah banyak brand Jepang yang kalau di Jakarta harganya muahaaal banget.

Salah satu yang saya suka adalah banyak brand Jepang yang kalau di Jakarta harganya muahaaal banget.

5. Nyobain Katsu enaaaak banget di Yokohama

8

6. Berkunjung ke Meiji Shrine

Jika datang ke temple ini ada ritual cuci tangan dan kumur-kumur, ada tempat untuk dapat puisi seperti nasehat untuk kamu dan setiap orang akan dapat hal yang berbeda karena kita seperti mengocok suatu wadah kayak arisan gitu, nanti keluar poem no untuk kita. Magisnya setiap teman termasuk saya, rasanya dapat nasehat yang pas banget loh.

Jika datang ke temple ini ada ritual cuci tangan dan kumur-kumur, ada tempat untuk dapat puisi seperti nasehat untuk kamu dan setiap orang akan dapat hal yang berbeda karena kita seperti mengocok suatu wadah kayak arisan gitu, nanti keluar poem no untuk kita. Magisnya setiap teman termasuk saya, rasanya dapat nasehat yang pas banget loh

7. Nyobain makan sushi di Tokyo SkyTree yang antrinya berasa lagi antri sembako (baru dapat setelah nunggu 1,5 jam)

Makan disini, muraaaaaaah banget kalau dibandingkan dengan sushi di Jakarta dengan kualitas yang sama.

Makan disini, muraaaaaaah banget kalau dibandingkan dengan sushi di Jakarta dengan kualitas yang sama.

Comments

  1. Fika
    Fika | Posted on February 14, 2018 at 9:41 am

    suka banget sama tulisan blognya yang ringan dan informatif. Semoga saya bisa ke Tokyo

    -www.diarysivika.com-

Leave a Reply