#BaladaEntrepreneur: Langkah Pertama Membuat Marketing Plan

no Comment
Photo: business2community.com

Photo: business2community.com

Nggak semua orang bekerja di bidang marketing atau mengambil jurusan marketing di sekolah. Tapi apakah marketing plan itu perlu sebagai entrepreneur? Seberapa sulit sih membuat marketing plan? Pastinya kalau saya cerita semuanya sekarang, yang ada teman-teman malah jadi ciut, trus nggak jadi bikin usaha karena udah pusing duluan bacanya, haha.

Sebelumnya saya pernah berbagi tentang cara memulai bisnis di sini. Kalau teman-teman sudah tau mau membuat usaha apa, langkah berikutnya kita mulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dulu yuk!

  1. Siapa yang beli?
  2. Di mana jualnya?
  3. Berapa harganya ?
  4. Siapa pesaing atau siapa yang saat ini leading the market untuk produk/jasa itu?
  5. Kenapa orang mau beli produk/jasa saya?

 

Ok, jelasnya begini:

  • Siapa yang beli?

Kalimat tanya lain yang serupa adalah target market kita siapa? Nggak mungkin kan semua orang harus atau bisa beli produk/jasa kita. Pertanyaan ini bisa dijawab dengan menjawab pertanyaan yang lebih mendetail seperti:

  1. Laki-laki, perempuan atau keduanya?
  2. Berapa umurnya?
  3. Tinggal di mana? Apakah di Indonesia? Bila ya, di kota mana?
  4. Apa kelas ekonominya: A, B , C , D atau E?

 

  • Di mana jualnya?
    1. Apa kita akan buka toko di mall?
    2. Apakah akan dijual online? Bila ya, pakai website atau hanya di media sosial?
    3. Bagaimana kalau dijual di bazaar atau pameran saja?
    4. Atau mau dijual di rumah?

 

  • Berapa harganya?
    1. Cari tau cost/biaya dari barang yang akan dijual
    2. Cari tau produk yang selevel dengan produk kita di luar dijual dengan harga berapa
    3. Tentukan prosentase profit yang akan dituju
    4. Rumus paling gampangnya: Harga jual = Cost (fixed & variable) + Profit
    5. Kalau akan punya reseller, pastikan ada 2 harga yaitu harga retail dan harga untuk reseller.

 

  • Siapa pesaing atau siapa yang sedang leading the market sekarang?
    1. Kita perlu memposisikan produk/jasa kita nanti akan dibandingkan dengan siapa
    2. Perlu untuk kita mendapatkan gambaran harga, target market dan cara untuk masuk ke pasar
    3. Pelajari bagaimana cara pesain kita menampilkan produk, melakukan promosi, distribusi dan lain-lain.

 

  • Kenapa sih orang mau beli produk/jasa saya?
    1. Apakah karena trend?
    2. Karena harga?
    3. Karena enak?
    4. Atau kita bisa mencari sesuatu yang “nyolek banget”, contohnya BelowCepek, 100% made in Indonesia dengan harga di bawah Rp100.000 atau kue talas Bogor yang memakai tepung dari talas Bogor, berbeda dengan kue lain yang memakai tepung terigu biasa.

 

Masih panjang sekali langkah-langkah untuk membuat marketing plan. Membuatnya pun harus dilakukan secara berkala untuk evaluasi karena market terus berubah. Kalau dulu kita belajar SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat), jaman sekarang lebih cocok TOWS (Threat Opportunity Weakness Strength). Apa bedanya? Saya akan ceritakan SWOT vs TOWS di lain kesempatan ya.

Sekarang, mulai saja dulu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sebagai langkah pertama membuat marketing plan.

Have fun brainstorming!

Leave a Reply