Los Angeles & Jakarta, Tak Sama Tapi Serupa

no Comment

ReeSays pernah memuat tulisan tentang perbedaan budaya Indonesia dengan Amerika. Namun ketika bicara di level kota, Jakarta dengan Los Angeles (LA) misalnya yang sama-sama kota besar, ternyata nggak jauh berbeda. Ada segelintir persamaan yang membuat warga kedua kota ini akan merasa senasib sepenanggungan. Apa saja?

1. Panas!

sun copy

Terletak di barat benua Amerika (West Coast), tepatnya termasuk dalam negara bagian California, LA terkenal bergelimang matahari, hal yang membuat penduduk Amerika lainnya, terutama yang tinggal di East Coast dan akrab dengan musim dingin dan salju, iri. Karena itu buat kita yang nggak suka atau nggak tahan dingin, LA pas untuk jadi destinasi liburan. Sama-sama panas! Bedanya, panasnya LA lebih kering alias nggak terlalu humid atau lembap, jadi meskipun panas, badan kita nggak gampang keringetan. Rata-rata suhu panas di LA adalah 22 derajat Celcius yang kalau dengan humidity yang minimum, not bad lah. Pleasant buat kita orang Indonesia. Tapi bedanya, kalau di Indonesia panasnya cenderung stabil, di LA saat musim panas suka ada heat wave alias periode singkat di mana suhu dan kelembapan naik cukup banyak. Saat heat wave, suhu bisa mencapai 35-40 derajat Celcius dan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari. Lumayan panas kan dibanding Jakarta yang rata-ratanya 24-31 derajat Celcius?

2. Macet

Screen Shot 2015-09-15 at 11.39.00 AM

Setiap hari mengeluh macet saat berangkat ke dan pulang dari kantor? Sama, orang-orang LA juga 😀 Bahkan, LA menempati peringkat pertama kota termacet di Amerika. Commuting time yang dulu ditempuh 30 menit, sekarang jadi 60 menit. Iya, 1 jam. Yang orang Jakarta ketawa ya baca ini? Mungkin mikir “Sejam ke kantor mah di sini normaal”, hahaha. Tapi ya itu, tetap aja 60 menit itu asalnya dari 30 menit, alias bertambah 2x lipat. Coba aja kalau kita ke kantor dulunya 1 jam, terus sekarang jadi 2 jam, kan pasti bete. Ya nggak? Satu hal yang pasti, macetnya LA dan Jakarta salah satunya disebabkan oleh … no. 3 di bawah ini.

3. Fasilitas transportasi umum yang tak memadai

Peta metro atau kereta LA. Cukup simple dan belum menjangkau banyak area.

Peta metro atau kereta LA. Cukup simple dan belum menjangkau banyak area.

Yup, sama seperti di Jakarta, fasilitas transportasi umum di LA juga belum memadai. Kalau menurut pakar Jakarta itu nggak didesain buat menampung banyak mobil (banyak bottle neck dll yang seringkali jadi penyebab macet), LA justru didesain untuk jadi kota automobile, yang mana ini nggak jadi masalah di jaman dulu saat belum banyak mobil. Nah sekarang, karena penduduknya makin banyak dan semua orang bawa mobil, yang ada jalanan penuh! Selain itu, kalau di Jakarta belum ada MRT, di LA sudah ada Metro, tapi nggak menjangkau pelosok. Dari sisi jumlah, stasiun kereta di LA ada sekitar 100. Kedengarannya banyak, tapi jangan salah, LA itu GEDE banget. Ukurannya hampir 2x-nya Jakarta (Jakarta 740 km persegi, LA 1300 km persegi). Jadi jumlah 100 stasiun itu masih kurang. Yang ada seperti di Jakarta, hayuk deh kita parkir berjamaah setiap berangkat kerja dan pulang ke rumah. Nasib, nasib.

4. Gedung-gedung yang iconic

Screen Shot 2015-09-15 at 11.36.56 AM

Kesamaan lain LA dengan Jakarta bisa dilihat kalau kamu Google ‘Jakarta’ dan ‘Los Angeles’, lalu klik Image. Yang muncul adalah gambar gedung-gedung downtown (alias di pusat kota) yang modern dan kalau malam punya nilai romantisme tersendiri. Coba aja lihat gambar di atas, bawaannya pulang kantor pingin duduk di teras apartemen salah satu gedung tinggi itu sambil bawa gelas wine dan memandang sekitar, kan? 😀

5. Pusat hiburan

Salah satu bentuk hiburan di LA: Nonton pertandingan olahraga.

Salah satu bentuk hiburan di LA: Nonton pertandingan olahraga.

Last but not least, kesamaan Jakarta dengan LA adalah dua-duanya kota ‘Palugada’ alias Apa Lu Mau Gue Ada, haha. Bener, semua hal terutama hiburan ada di kedua kota besar ini. Sedikit bedanya, kalau di Jakarta hiburannya lebih ke mall dan semua ada di mall (makan, belanja, nonton, olahraga, karaoke, pijat sampai waxing), di LA hiburannya lebih beragam, seperti nonton pertandingan olahraga (nonton basket di Staples Center atau nonton baseball di Dodgers Stadium), jalan-jalan ke taman, ke pantai atau melihat pertunjukan musik atau teater (nggak heran, kan banyak orang usaha jadi aktor di sini, hihi).

Buat yang sudah pernah ke LA, apa lagi nih persamaan kedua kota ini? Coba share di bawah ini.

Leave a Reply