Living Walls Raksasa di Citos Untuk Rayakan Hari Asuhan Paliatif

no Comment

Buat pembaca ReeSays yang tinggal di Jakarta, ada rencana apa weekend ini? Kalau mau ke mall atau makan di luar, ke Citos yuk, sekalian untuk melihat Living Walls raksasa!

Betul, dalam rangka Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, mulai hari ini sampai Minggu, 13-15 Oktober, akan ada instalasi Living Walls raksasa di atrium Cilandak Town Square yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Rachel, pelopor layanan asuhan paliatif di Indonesia yang menyediakan penanganan nyeri dan gejala bagi anak-anak yang hidup dengan kanker dan HIV AIDS dari keluarga prasejahtera di daerah Jakarta dan sekitarnya sejak 2016.

image3

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, asuhan paliatif itu apa sih? Asuhan paliatif adalah suatu spesialisasi ilmu medis bagi orang-orang yang hidup dengan penyakit berat beserta keluarganya. Asuhan paliatif mengatasi nyeri dan gejala, serta menyediakan dukungan emosional dan sosial agar pasien dapat hidup terbebas dari nyeri dan menikmati kualitas hidup terbaik. Di Indonesia sendiri ada hampir dari 700.000 anak yang hidup dengan penyakit berat.

Cara Yayasan Rumah Rachel merayakan Hari Asuhan Paliatif menurut saya sangat menarik dan menyentuh. Pengunjung atrium Citos diundang untuk menulis impian mereka tentang “apa yang akan saya lakukan kalau ini hari terakhir saya” di The Living Walls, yaitu serangkaian lima kubus raksasa berukuran 2,4 x 2,4 x 2,4 meter.

image1

“The Living Wall mengundang warga Jakarta untuk merenungkan betapa berharganya setiap hari yang kita miliki dan menyadari bahwa ada banyak anak-anak yang hidup dengan penyakit berat, yang mungkin tidak memiliki hari esok,” terang Ibu Kartika.

Hampir 700.000 anak Indonesia hidup dengan penyakit berat dan dalam kesakitan. Diperkirakan kurang dari satu persen anak-anak ini memiliki akses akan asuhan paliatif.

“Dengan bertanya ke masyarakat apa yang akan mereka lakukan ‘jika ini hari terakhir’, kami berharap memicu dialog tentang asuhan paliatif dan kesulitan yang dihadapi anak-anak berpenyakit berat. Bagi mereka, tiap hari bisa saja menjadi hari terakhir.”

Buat yang mau support secara online, bisa juga. Isi bagian kosong di gambar ini dengan jawabanmu sendiri tentang “apa yang akan saya lakukan kalau ini hari terakhir saya” dan post di Instagram Story.

Buat yang mau support secara online, bisa juga. Isi bagian kosong di gambar ini dengan jawabanmu sendiri tentang “apa yang akan saya lakukan kalau ini hari terakhir saya” dan post di Instagram Story.

Mendengar inisiatif dan program seperti ini, rasanya bersyukur banget ya dengan keberadaan Yayasan Rumah Rachel yang peduli dengan asuhan anak dan keluarga yang membutuhkan. Sejauh ini, program pelatihan dan edukasi asuhan paliatif Yayasan Rumah Rachel telah melatih 3.095 tenaga kesehatan, 2.332 anggota masyarakat, serta 636 mahasiswa kedokteran keperawatan. Pada bulan Agustus lalu, pendiri Yayasan Rumah Rachel, Lynna Chandra, diakui sebagai salah satu dari 72 Ikon Prestasi Indonesia oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) atas kontribusinya dalam membuat asuhan paliatif tersedia bagi semua, khususnya anak, di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.rachel-house.org.

See you at Citos!

Leave a Reply