Lima Hal Yang Harus Perempuan Ketahui Tentang Kanker Payudara

no Comment
Photo: Laura Taylor-Creative Common via Flickr

Photo: Laura Taylor-Creative Common via Flickr

Untuk kita perempuan, kanker payudara bukan lagi hal yang asing. Namun, bukan berarti banyak dari kita mengerti apa sebenarnya kanker payudara, bagaimana bisa terjadi dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

Dalam rangka Breast Cancer Awareness Month, ReeSays ngobrol sama Dr. Sonar Soni Panigoro SpB. Onk., seorang dokter Spesialis Bedah dan Konsultan Bedah Onkologi terkemuka di Indonesia dan merangkum 5 hal yang penting untuk kita ketahui dari kanker payudara.

 

Hampir 80% kanker payudara berasal dari saluran kelenjar payudara, kemudian diikuti oleh kanker kelenjarnya cancer1

Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel di dalam kelenjar payudara yang tidak terkendali. Sifatnya selain bisa tumbuh merusak jaringan sekitarnya, juga bisa menyebar ke organ lain seperti paru, tulang, otak atau lainnya, yang akhirnya bisa mengganggu fungsi vital sehingga akibat akhirnya adalah kematian. Organ payudara terdiri dari 2 struktur utama, yaitu kelenjar payudara dan salurannya yang bermuara di puting susu. Di sekitarnya diliputi jaringan ikat penunjang serta lemak dan di luarnya ditutupi lapisan kulit. Hampir 80% kanker payudara berasal dari salurannya (disebut ductal carcinoma) kemudian diikuti oleh kanker kelenjarnya (lobular carcinoma). Bagian lainnya seperti lemak, kulit dan sebagainya juga bisa menjadi kanker tetapi ini lebih jarang terjadi.

 

Kanker payudara mulai dapat diraba di ukuran 1 cm, di mana di fase ini ada lebih dari 1 miliar sel di payudara

Akibat yang timbul dari pertumbuhan kanker ini pada fase awal tidak ada sama sekali. Bahkan pada fase yang sangat dini tidak dapat diraba, tetapi tahap ini adalah yang paling baik diketahui karena bisa memberikan kesembuhan 100%. Di fase ini sel kanker tumbuh masih di dalam semacam lapisan (membrana basalis) yang istilah medisnya disebut kanker in situ dan termasuk dalam stadium 0.

Bila sudah menembus, lapisan tersebut berubah menjadi kanker invasif yang siap untuk merusak jaringan sekitar dan bila masuk ke alirann getah bening atau pembuluh darah, akan menyebar ke tempat lainnya. Bila masih tumbuh, payudara akan membesar bila terdapat lebih dari 1 miliar sel atau berukuran 1 cm, benjolan mulai dapat teraba. Apabila kurang dari 2 cm, kanker digolongkan stadium 1, 2-5 cm digolongkan stadium 2 dan bila lebih dari 5 cm disebut stadium 3. Kanker disebut stadium 4 bila sudah menyebar ke tempat lain termasuk payudara kontralateralnya.

cancer2

Staging pada kanker payudara

Karena bersifat merusak, di tahap awal kanker, hanya ada perasaan benjolan tetapi bila mengenai kulit bisa terjadi semacam luka yang tidak sembuh. Kadang bahkan berbau dan dapat terjadi perdarahan. Beberapa akibat lainnya:

-Bila menyerang kelenjar getah bening, di ketiak akan terjadi pembengkakan dan nggak hanya itu. Bila sudah berlanjut, lengan sisi yang sama pun akan mengalami pembengkakan, dan bila sudah mengenai saraf ketiak, awalnya akan timbul nyeri hebat dan akhirnya mengakibatkan kelumpuhan lengan.

-Bila penyebaran ini sampai ke paru, penderita akan dimulai batuk-batuk kemudian sesak nafas.

-Apabila organ hati yang terkena, akan timbul warna kuning pada matanya dan perut bengkak karena terkumpulnya cairan di rongga perut.

-Bila tulang yang terkena, awalnya penderita akan merasa nyeri, kemudian bisa terjadi patah tulang dan bila mengenai otak bisa terjadi pusing disertai muntah kemudian kejang diakhiri dengan penurunan kesadaran.

-Akibat akhir dari satu atau beberapa organ tubuh yang yang tkena akhirnya menimbulkan kematian.

 

Teknik pemeriksaan SADARI paling efektif dilakukan pada hari ke-7 s/d 10 dari hari menstruasi pertama

cancer3

Masih ingat dengan SADARI? Betul, ini kependekan dari perikSA payuDAra sendiRI. Teknik ini juga penting untuk sesekali dilakukan di rumah dan paling efektif bila dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-10 dari hari pertama menstruasi.

Untuk wanita menopause, lakukan SADARI dengan menentukan satu tanggal setiap bulan. Pertama sebelum perabaan, perhatikan kedua payudara di cermin, apakah ada perbedaan bentuk atau kelainan lainnya di kulit payudara, baik dilihat dari samping maupun dari depan, baik pada saat kedua tangan tergantung ke bawah maupun pada saat kedua tangan diangkat k eatas. Selanjutnya, lakukan perabaan kedua payudara termasuk daerah ketiak dan daerah di atas tulang selangka guna meraba kemungkinan membesarnya kelenjar getah bening.

Cara melakukan SADARI? Tehnik pemeriksaannya dengan menggunakan 3 jari tangan kontralateral payudara yang diperiksa. Payudara kiri diperiksa tangan kanan dan sebaliknya. Agar lebih sensitif (dan bisa dirasakan), lakukan dilakukan pada waktu mandi dengan menggunakan air sabun sehingga lebih licin. Selain dengan air sabun, bisa juga dengan baby oil, pakai lotion lainnya atau bisa juga dengan menggunakan kain yang licin seperti kain satin untuk mengurangi efek gesekan antara kulit tangan dan payudara.

Meski demikian, untuk deteksi kanker, bila masih pada tahap awal, sulit diraba, sehingga hanya bisa dengan bantuan pemeriksaan penunjang seperti USG payudara atau mamografi. Pada usia kurang dari 40 tahun, pemeriksaan cukup dilakukan dengan USG, sedangkan untuk usia lebih dari 40 tahun, dapat diperiksa dengan mamografi. Bila ukuran sudah lebih dari 1 cm biasanya baru bisa teraba.

 

Sebagian benjolan di payudara bukan disebabkan oleh kanker

Photo: pengobatan.org

Photo: pengobatan.org

Sebagian besar (80%) benjolan di payudara bukan disebabkan kanker. Bisa diakibatkan oleh kista, tumor jinak, infeksi, hormonal, dan sebagainya. Bila bukan kanker, umumnya tidak perlu pengobatan, kecuali bila tumor jinaknya besar sehingga menimbulkan keluhan, maka perlu dilakukan pembedahan. Atau bila kista payudara membesar, dapat dilakukan aspirasi (disedot dengan jarum) saja.

Sampai saat ini belum ditemukan cara pemastian diagnosis kanker selain dengan biopsi (pengambilan jaringan tubuh). Biopsi dapat dilakukan dengan tehnik aspirasi jarum (needle biopsy) atau dengan operasi. Bila sudah pasti kanker, baru dapat dilakukan pengobatan tergantung dari stadiumnya. Prinsipnya, karena kanker payudara termasuk kanker padat (solid tumor), terapi utamanya adalah pembedahan baru setelahnya ditambah dengan hormonal, radiasi, kemoterapi atau kombinasinya.

 

Sampai saat ini, penyebab kanker payudara belum diketahui dengan pasti cancer5

Karena itu, pencegahan yang harus dilakukan secara pasti juga belum ada. Bicara pencegahan, ada beberapa istilah yang perlu diletahui, yaitu pencegahan primer (sebelum terjadinya kanker), pencegahan sekunder (untuk deteksi dini) dan pencegahan tersier (pengobatan yang tepat sehingga kanker tidak berlanjut ke tahap yang lebih buruk).

Hal yang bisa dilakukan pada pencegahan primer adalah dengan menjalani gaya hidup sehat seperti mengurangi konsumsi lemak, memperbanyak serat, mengurangi kopi, coklat, rokok, alkohol, juga dengan berolahraga secara teratur. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan SADARI, USG payudara dan/atau dengan melakukan mamografi secara teratur.

Pencegahan tersier bisa dilakukan dengan mencari pengobatan yang sudah terbukti efektifitasnya. Misalnya dengan tidak mencoba-coba dulu dengan sesuatu yang herbal, jamu atau teknik lain yang belum standar, mengingat bila ditunda, kanker akan tumbuh makin lanjut dan berubah menjadi lebih agresif. Bila sudah memasuki stadium lanjut, selain lebih mahal, kanker juga lebih sulit diobati dan akan berakhir dengan kegagalan pengobatan.

 

Dr. Sonar Soni Paginoro praktek di RS Pondok Indah – Pondok Indah, Jakarta

Selasa dan Kamis 17:00 – 20:00

Telp: 021-765 7525 ext. 2

Leave a Reply