#RI70: Lima Hal Yang Bali Banget

no Comment

Dalam rangka memperingati 70 tahun kemerdekaan Indonesia, saya akan mengajak teman-teman main ke salah satu pulau terindah, yang merupakan rumah kedua buat saya.

Kata orang, Bali pulau paling berbudaya. Bagi saya, budaya bukan hanya berbentuk tari-tarian, ukiran dan tradisi, melainkan juga cara hidup dan kebiasaan penduduknya. Dari observasi saya selama 8 tahun, inilah beberapa hal yang ‘Bali banget’, yang lucu dan kadang membuat saya kangen ingin ‘pulang kampung’ (makanya nggak heran kan pulau ini seringkali jadi sasaran weekend getaway saya? :D).

1. Sekeluarga punya motor semua

Kalau ditanya ada berapa jumlah motor di Bali, saya akan jawab, “Coba lihat bintang di langit, hitung berapa jumlahnya dan kalikan dengan 10.” Hihihi.

Belum cukup umur (alias belum cukup tinggi) untuk bawa motor sendiri? Sang Ayah akan senang hati mengantar, kalau perlu sekeluarga diantar sekaligus. 😀

Pemandangan yang umum ditemui di Bali

Pemandangan yang umum ditemui di Bali

2. Pasti punya teman yang namanya Gede, Wayan, Putu, Kadek atau Made

Gampang banget mengetahui seseorang itu anak keberapa, Cuma dari namanya aja:

  • Wayan atau Putu = Anak pertama
  • Made atau Kadek = Anak kedua
  • Nyoman atau Komang = Anak ketiga
  • Ketut = Anak keempat

3. Perempuannya kuat-kuat

Perempuan Bali terkenal rajin bekerja. Dengan alasan emansipasi, perempuan biasanya siap bekerja apa saja untuk memastikan ada hidangan di meja makan. Tak terkecuali pekerjaan fisik yang cukup berat seperti menjadi buruh dan mengangkat puing-puing bangunan. Mungkin perempuan Bali belajar untuk mempunyai kekuatan fisik sejak masih muda dengan berbagai bawaan sesaji di kepala sebagai tanda bakti untuk puranya.

This photo speaks for itself. Only in Bali and this is so amazing.

This photo speaks for itself. Only in Bali and this is so amazing.

4. “Itu dah!!”

Dua kata ini sering banget saya dengar semasa tinggal di sana. Arti dan pemakaiannya seperti “Gitu deh!” di Jakarta atau kota-kota lainnya alias pertanda pasrah, tapi yang ini jauh lebih ngeselin 😀 Jadi jangan darting alias darah tinggi kalau lagi marahin anak buah dan dia jawab, “Itu daaah!”. 😀

5. Utara, Selatan, Barat, Timur

Sama seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, nanya jalan bisa jadi pengalaman menantang buat kita yang tidak berasal dari Bali. Pasalnya, orang Bali nggak akan menjawab dengan bahasa mudah “Terus aja, nanti belok kanan” atau “Lurus, terus belok kiri”, melainkan akan menjawab dengan arah mata angina. “Terus aja arah utara, lalu belok ke timur. Nah rumahnya ada di sebelah barat.” Hahaha.

Pernah merhatiin budaya atau kebiasaan orang Bali lainnya? Baik yang unik, cantik atau menarik. Share di bawah ini yuk!

 

Leave a Reply