#BaladaEntrepreneur edisi Lady Bosses: Moza Pramita – Passion, Ciri Khas dan Promosi Adalah Kunci

one Comment

Bulan Maret ini ReeSays bikin seri cerita baru lagi. Setelah bulan lalu ada seri cerita cinta, bulan ini gilirannya cerita bisnis yang menghadirkan lady bosses – Yes, para perempuan yang berani membuka bisnis dan menjalankan mimpinya. Untuk edisi pertama ini, saya ngobrol dengan seorang sahabat yang saya kagumi, Moza Pramita.

 

Kenalan dulu ya, siapa sih Moza itu? 

Saya, Moza Pramita Pramono, adalah ibu dari 2 anak dan istri dari suami saya yang baik hati dan pengertian banget sama istrinya yg banyak mau, hihi. Dua puluh tahun saya memulai karier sebagai broadcaster dan tiga tahun lalu saya memulai brand bulu mata dengan dengan nama Lashes by Moza.

Moza di stand ‘Lashes by Moza’ Thamrin City yang dibuka bareng beberapa lady bosses lainnya.

Moza di stand ‘Lashes by Moza’ Thamrin City yang dibuka bareng beberapa lady bosses lainnya.

Kenapa bikin Lashes by Moza?

Dari umur 22 sebenarnya saya sudah mulai berwirausaha dengan label baju Polos Plus bersama dua orang teman dan baju ini sempat masuk ke Metro Dept. Store. Setelah itu, belum ada kesempatan lagi untuk memulai usaha – sampai saya memberanikan diri untuk jualan bulu mata di Instagram. Lahirlah Lashes by Moza yang asli buatan Indonesia. Ini penting untuk dikomunikasikan agar orang Indonesia tau bahwa potensi produk bulu mata terbaik di dunia itu berasal dari negeri kita sendiri.

Perbedaan mata saya yang pakai bulu mata dan yang tidak. The power of faux lashes!

Perbedaan mata saya yang pakai bulu mata dan yang tidak. The power of faux lashes!

Tiga macam bulu mata Lashes by Moza: light, medium dan premium. Saya selalu pakai yang premium, maklum mata saya minimalis, hihi.

Tiga macam bulu mata Lashes by Moza: light, medium dan premium. Saya selalu pakai yang premium, maklum mata saya minimalis, hihi.

Why now? Kenapa mau jadi entrepreneur? 

Why not? Setiap manusia punya potensi berwirausaha, apalagi di Indonesia, peluangnya banyak. Bahkan dengan menjadi reseller pun, kita bisa meraup untung besar. Dengan berwirausaha, kita akan selalu punya ‘bensin’ untuk melakukan sesuatu: jualan, belajar jualan yang kece, berbagi cerita jatuh bangunnya jualan dan lain-lain.

Ngomong-ngomong soal jatuh bangun, bisa ceritain nggak suka dan duka Moza selama menjalankan bisnis?

Sukanya dari subuh sampai subuh lagi bisa terus dapat transferan pembayaran. Jadi pendapatan masuk nggak cuma pas tanggal gajian aja. Dukanya misalnya, belajar masuk ke retail namun ternyata retail bayarnya mundur 45 hari, sementara itu kita harus tetap punya dana tunai. How do you survive? Jangan berhutang! Mending jual aja barang yang ada.

Punya pengalaman nggak terlupakan?

Pengalaman paling pahit ketika harus bayar supplier, trus cek saldo tinggal 52 ribu rupiah! Di sinilah reliable networking berguna. Saya mohooon banget untuk boleh menunda pembayaran satu minggu. Malu? Pasti. Tapi kita harus berani malu, harus berani ambil resiko. Itulah stempel legitimasi berwirausaha. Bukan cuma enaknya saja, pahitnya pun harus dinikmati.

Tapi pengalaman manis juga ada, misalnya saat promo pertama Lashes by Moza di acara Sarah Sechan Show di NET TV. Boom! Banjir order melalui email. Biasanya di Indonesia bisnis banyak melakukan transaksi di WhatsApp, kan? Di Lashes by Moza, dari awal kami edukasi pelanggan dengan memaksimalkan auto-reply email. Satu pertanyaan pelanggan langsung direspon dengan 11 jawaban. Di sini pelanggan bisa langsung order dan otomatis tersaring. Selain itu, data pelanggan juga tersimpan.

Yuk, pesan sekarang!

Yuk, pesan segera!

Apa pesan untuk pembaca ReeSays yang berminat jadi entrepreneur?

1. Mulailah dari jualan yang disukai

Misalnya, jangan maksa jualan baju kalau nggak suka dandan.

2. Bikin program promosi

Contoh, kalau ingin orang belanja barang kita, kasih gratisan sesekali, jangan pelit. 

3. Bikin ciri khas di cara jualan kita

Ciri khas kami adalah Lashes by Moza Beauty Lab, acara kumpul-kumpul cantik dengan agenda utama mengajarkan cara pasang bulu mata. Hanya dalam beberapa menit, kami ajak pelanggan untuk belajar cara memasang bulu mata. Sharing is caring.

Sekarang Lashes by Moza sudah jauh lebih berkembang. Bermula dari jualan di Instagram, sekarang produknya bisa didapatkan di Guardian. Keren banget!

Sekarang Lashes by Moza sudah jauh lebih berkembang. Bermula dari jualan di Instagram, sekarang produknya bisa didapatkan di Guardian. Keren banget!

 

Gimana, inspiring, kan? Nantikan cerita #BaladaEntrepreneur edisi Lady Bosses berikutnya!

Comments

  1. Passion, Ciri Khas dan Promosi Adalah Kunci | Lashes by Moza

    […] reesays.com – Bulan Maret ini ReeSays bikin seri cerita baru lagi. Setelah bulan lalu ada seri cerita cinta, bulan ini gilirannya cerita bisnis yang menghadirkan lady bosses – Yes, para perempuan yang berani membuka bisnis dan menjalankan mimpinya. Untuk edisi pertama ini, saya ngobrol dengan seorang sahabat yang saya kagumi, Moza Pramita. […]

Leave a Reply