#BaladaEntrepreneur edisi Lady Bosses: Adhen Bajumi – Bahagia Adalah Kunci Kesuksesan Usaha

no Comment

Edisi keempat cerita Lady Bosses bulan ini pastinya nggak kalah menginspirasinya. Kisahnya adalah salah satu bukti bahwa action is an important part of your dream. Di sini kamu akan melihat bahwa kalau punya ide, trus lihat pasarnya ada, lakukanlah sesuatu. Jadi ide nggak hanya dipendam di kepala aja dan akhirnya nggak jadi apa-apa. Terkadang yang jadi penghambat berkarya itu bukan orang lain lho, melainkan diri kita sendiri.

Yuk, simak obrolan hangat saya dengan seorang sahabat, pemilik dari Moozee Bags, Adhen Bajumi.

1. Kenalan yuk sama pembaca ReeSays. Siapakah Adhen itu?

Saya adalah seorang ibu muda pengusaha tas Indonesia yang ingin sekali sukses dengan brand tas Moozee-nya.

2. Kenapa bikin Moozee? Dulu sempat kerja kantoran, nggak?

Dulu pernah kerja di radio, dari jaman kuliah hingga lulus kuliah. Di Bandung, tepatnya di Ninetyniners Radio. Lalu juga sempat Music Director selama beberapa tahun.

Alasan bikin Mooozee adalah karena saat itu saya merasa kita belum punya brand tas ‘made in Indonesia’ yang punya kualitas bagus dan setaraf dengan brand luar negeri. Saya ingat dulu pernah datang ke Inacraft, di sana saya lihat tas-tas kulit buatan Indonesia tapi tidak ada yg sesuai dengan selera saya. Padahal, saya orangnya standar aja, nggak terlalu fashionable juga. Ada tas bikinan lokal yang kualitasnya bagus, tapi desainnya nggak banget, atau ada juga yang desainnya bagus tapi pas diperhatiin kualitasnya kurang. Saya melihat ini sebagai peluang karena saya tau Indonesia punya potensi yang besar. Mulai dari pengrajin hingga bahan baku, Indonesia sungguh kaya. Lalu tahun 2008 saya memutuskan untuk mulai gerilya, berkarya dan membangun apa yang menurut saya belum ada. Jadilah Moozee.

Welcome to Moozee!

Welcome to Moozee!

Untuk Moozee, nomor satu adalah Indonesia. Maksudnya, sejak awal saya utamakan semua buatan Indonesia, bahan baku buatan Indonesia, desain dan produksi di Indonesia, dengan target kualitas bertaraf internasional. Saya ingin orang Indonesia bisa merasa bangga bisa pakai tas buatan negerinya sendiri. Sekarang akhirnya Moozee bisa dipasarkan di luar negeri, rasanya bahagia banget. Orang Indonesia kalau lihat Moozee di luar negeri bisa bilang, “Itu bikinan Indonesia loh!”. Hehehe.

Beberapa contoh tas Moozee. Koleksi lengkapnya bisa dilihat di Instagram @moozeebags*

Beberapa contoh tas Moozee. Koleksi lengkapnya bisa dilihat di Instagram @moozeebags.

4. Boleh ceritain nggak, suka-duka membangun dan menjalankan bisnis?

Saya merasa punya bisnis sendiri itu seperti kerja 24 jam. Kapan aja, di mana aja, kita bisa kerja. Di dalam otak ketika berdiam diri pun kita bisa tetap kerja. Tentunya, maju atau mundurnya usaha juga ada di tangan kita. Semakin keras kita kerja, semakin besar kemajuannya, dan juga sebaliknya.

Ini artinya bisa jadi kelebihan ataupun kekurangan ya. Kelebihannya, pekerjaan kita jadi fleksibel. Kekurangannya, kalau nggak pintar bagi-bagi porsi, ya bisa stress banget. Hahaha.

5. Punya pengalaman yang nggak terlupakan?

Pengalaman seru yang nggak terlupakan banyak – tapi salah satu yang paling memorable adalah pengalaman pertama ekspor ke luar negeri. Waktu itu permintaan kuantitasnya buanyaaak sekali., jadi tiba-tiba hidup nggak tenang, adrenaline rush setiap hari, ada kesenangan tapi ada juga beban yang luar biasa besar. Antara semangat, takut, resah, pede, nggak pede, semuanya campur aduk! Rasanya seperti kembali ke pertama kali ketika membangun Moozee, padahal waktu itu usianya hampir 7 tahun. Nggak bisa tidur berbulan-bulan! Haha. Akhirnya, ketika semuanya berjalan lancar dan sukses, fiuuhhh…. bahagianya juga luar biasa. Bersyukur banget dapat pengalaman seperti itu dalam hidup ini.

Jadi entrepreneur harus pede dengan produknya. Lihat deh Adhen yang selalu pakai tas buatannya sendiri ke mana aja ia pergi.

Jadi entrepreneur harus pede dengan produknya. Lihat deh Adhen yang selalu pakai tas buatannya sendiri ke mana aja ia pergi.

image4 copy

6. Gimana caranya bagi waktu antara bisnis, keluarga dan buat diri sendiri?

Caranya menurut saya adalah dengan dibawa santai aja, haha. Saya berhenti jadi orang yang super idealis. Dulu saya idealis banget, harus gini, gitu, tapi ketika saya berkeluarga dan harus membagi diri untuk bisnis dan keluarga, saya merasa harus jadi orang yang lebih fleksibel.

Bersama putra-putri tercinta.

Bersama putra-putri tercinta.

Saya nggak akan pernah bisa memilih mana di antaranya yang lebih penting karena semuanya buat saya penting. I just have to make the time and do the best I can. Meskipun kadang saya ingin mengerjakan semuanya sendiri, tapi bagaimana semuanya bisa berjalan harmonis dalam waktu yang bersamaan tanpa bantuan orang lain? Nggak bisa. Jadi saya harus pintar mendelegasikan pekerjaan dalam semua aspek ini, tapi juga tetap hadir dalam semua aspeknya. Saya selalu berusaha maksimal tapi kalau hasilnya kurang-kurang sedikit karena pembagian porsi ini, saya juga harus bisa let go, and start again, and do the best, again and again. Begitu siklus hidup saya.

Perayaan Moozee yang kesembilan. Ikut bangga deh lihatnya.

Perayaan Moozee yang kesembilan. Ikut bangga deh lihatnya.

Waktu buat diri sendiri? I need my me time so I make my me time. Saya atur jadwal supaya saya bisa selipin ‘my happy time’. Coffee time with bffs, workout atau makan enak adalah contoh hal yang bisa bikin saya happy. Because they make me happy, I do it often meski cuma setitik waktunya. Kalau bisa setiap hari happy, kenapa nggak?

6. Ada pesan untuk pembaca ReeSays?

Do the things that make you happy! Hidup itu pilihan. Apapun pilihannya, percaya kita bisa, lakukan yang terbaik, bertahan, dan berusaha untuk selalu bahagia. Kalau kita happy, hasil kerja kita juga akan lebih baik.

Keren, kan? Kalau tertarik dengan produk Moozee dan mau beli di toko, bisa juga. Mereka hadir di Jakarta dan Bandung, daftarnya ada di sini.

Leave a Reply