Kisah Unik Ketemu Jodoh: Perjalanan Instan Menuju Pelaminan

3 Comments

Buat yang minggu lalu kelewatan, di bulan Februari ini ReeSays hadir dengan kumpulan Kisah Unik Ketemu Jodoh untuk merayakan Valentine. Setelah minggu lalu kita termehek-mehek dengan cerita yang pertama, jangan sedih, minggu ini ceritanya nggak kalah seru dan pastinya bikin kita mikir, “Wow, jodoh memang nggak bisa ditebak, ya?”

Cerita minggu ini datang dari Ababil atau yang akrab dipanggil Abil, seorang warga negara Indonesia yang saat ini sedang tinggal di benua tetangga, Australia. Enjoy the story.

Perjalanan Instan Menuju Pelaminan

Berry, 1 Oktober 2016

“Pagi yang menyenangkan. Kenapa? Karena hari ini saya akan jalan-jalan ke luar kota untuk menghadiri sebuah acara, yaitu gathering–nya AIDA, komunitas muslim Indonesia di Australia. Saya tinggal di Melbourne dan acaranya diadakan di Berry, New South Wales. Lumayan, saya pikir, ganti suasana.

Rombongan kami sampai di tujuan jam 1 siang. Seru tempatnya. Tamu yang hadir sekitar 300 orang. Rencananya kami akan menginap selama 3 hari 2 malam di sebuah villa yang memang disediakan. Kegiatannya macam-macam, ada games, outbound, ceramah dan lain-lain. Setelah makan siang, saya keliling area Berry dengan berjalan kaki bareng sepupu yang kebetulan ikutan. Ngobrol-ngobrol, foto-foto, biasalah.

Hangout bersama para sepupu di Berry, New South Wales.

Hangout bersama para sepupu di Berry, New South Wales. Saya yang di kiri, pakai beanie. 

The first few hours was so nice

.. but then it turned even nicer.

Malamnya ada acara yang dibuat oleh panitia untuk anak-anak muda kenalan, siapa tau ketemu calon pasangan (seru kan? haha). Kami berkumpul di sebuah hall di mana laki-laki dan perempuan diminta duduk berhadapan. Nggak lama kemudian, setiap orang memperkenalkan diri. Di situlah saya memperhatikan ada mahluk manis berjaket coklat. Duh, kok jadi deg-degan? Nggak lama kemudian, tiba saatnya ia memperkenalkan diri.  

Namanya Faras. Ia berasal dari Bandung dan sedang liburan di Australia bersama 3 orang sepupunya. Liburannya lama loh, 3 bulan. Entah kenapa, hati ini senang mendengarnya.

Setelah sesi perkenalan, kami diminta membuat kelompok untuk diskusi yang terdiri dari 4 orang, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Saat itu saya lagi nggak mood ngobrol dengan orang baru, jadi saya langsung bergerak ke arah seorang teman yang sudah saya kenal sebelumnya. Namanya Risa – dan di sini mungkin ‘jodoh’ mulai bekerja..

.. karena ternyata Risa satu kelompok dengan Faras :)

Cihuy!

Eits, jangan senang dulu. Anggota kelompok lainnya adalah seorang laki-laki, sebut saja namanya Mr. N, dan malam itu, Faras lebih banyak ngobrol dengan Mr. N ini.

Kecewa? Nggak juga. Sebenarnya, saya nggak niat cari jodoh juga. Mau break dulu. Alasannya adalah karena seminggu sebelum acara ini diadakan, saya baru saja memperjuangkan cinta yang akhirnya sirna (pasangan saya memutuskan untuk menikah dengan orang lain setelah 4 tahun kami membina hubungan). Tapi saya nggak akan bohong, ketika malam itu Faras bilang bahwa kota yang akan ia kunjungi berikutnya adalah Melbourne, hati ini rasanya senang juga.”

 

Melbourne, 3 Oktober 2016

“Saya sudah kembali ke rumah dan Faras datang ke Melbourne 3 hari kemudian. Mengetahui ada anak-anak muda Indonesia yang berkunjung ke sini, saya pun ditugasi oleh AIDA untuk jadi tour guide mereka. Bisa pas gitu, ya? 😀

Lagi-lagi, jangan keburu senang dulu karena Mr. N (masih ingat, kan?) juga ternyata sedang berada di Melbourne. Jadilah kami jalan-jalan ramai-ramai. Di situ saya kembali melihat kalau tampaknya Faras dan Mr. N memang sedang PDKT. Setelah dinner, main game dan karaokeran, saatnya pulang. Nggak disangka, Faras lebih memilih ikut ke mobil saya. Di situlah kami ngobrol panjang, termasuk soal pasangan. Saya jadi tau kalau Faras belum mau menikah dan lebih memilih untuk mengurusi bisnis dulu. Saya pun menyampaikan hal yang serupa ke Faras, bahwa saya belum siap menikah karena masih ingin merintis karier.

Singkat cerita, obrolan itu begitu berkesan buat saya. Saya pun mengirimkan pesan ke Faras keesokannya:

A: “Memang kriteria suami idaman kamu yang kayak gimana, sih?”

F : “Aku nggak punya kriteria, yang penting dia jodoh aku.”

A: “Masa? Kan biasanya perempuan punya kriteria. Ganteng, mapan, misalnya.”

F : “Nggak ada sih. Kalau udah jodoh nanti juga cocok dengan sendirinya. Tapi aku suka sama laki-laki yang dewasa tapi nggak kaku dan humoris tapi bisa serius. Bertanggung jawab dan pekerja keras sih itu harus.”

Langsung dong saya ge-er, hihihi.

A: “Oh gitu. Ok. O ya, besok acaranya mau ke mana lagi?”

F : “Terserah kamu, kamu kan guidenya..”

Duh, saya jadi mikir, “Kapan lagi bisa ketemu perempuan seistimewa ini?” Cantik, baik dan sepertinya bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya. She’s like the answer to my prayers.

She’s the love of my life.

The love of my life.

So I made my decision. 

Keesokannya saya ajak Faras ke Williamstown. Di sana ada sebuah cafe kecil yang menghadap ke laut. Di sana saya sampaikan maksud saya to the point:

A: “Faras, terus terang aku suka sama kamu, tapi aku nggak mau pacaran. Kalau kamu mempertimbangkan aku ngelamar kamu, gimana?”

F: “Aku sih nggak bisa jawab apa-apa. Kalau memang serius, kamu hubungi orangtua aku aja.”

And that’s what I did. Sorenya saya telepon ibu Faras yang tinggal di Bandung dan beberapa hari kemudian bicara dengan ayah Faras yang kebetulan sedang berada di pelosok Indonesia. Jawaban kedua orangtuanya sama: Mereka menyerahkan keputusannya kepada putrinya dan jawaban Faras membuat saya lega :)

Kami menikah pada tanggal 4 November 2016 di Masjid Baitul Izza di Cairns, North Queensland, di mana Faras diwalikan oleh pamannya dan disaksikan via video call oleh orangtua dan keluarga besarnya di Bandung, kemudian kami mengadakan pesta resepsi tiga minggu yang lalu.” 

Resepsi pernikahan kami di Bandung. It was a beautiful day.

Resepsi pernikahan kami di Bandung. It was a beautiful day.

Gimana? Mulai yang belum ketemu pasangan, merasa lebih punya harapan? 😀 Masih ada dua Kisah Unik Ketemu Jodoh di bulan Februari ini. Jangan lewatkan cerita lainnya minggu depan!

Comments

  1. muna
    muna | Posted on February 12, 2017 at 5:30 pm

    Oh ree, it’s solo sweeet..
    Barakallah ya Fara’s & abil..
    Smoga selamanyaaa..
    Jadi inged, emang jodoh ga bakal kemana
    Kayak muna, pacar pertama & terakhir
    (satu-satunya) yg mau wkwkwk
    Lgsg jadi misua setelah 5taun pacaran
    Gara-gara nemenin adek tes fisik (lari) di senayan

    Kalo adek malah lucu, salah id chat di YM kayaknya
    Eh kopi darat malah ngajak kawan
    Beda 7taun ama adek saya, jadi lah komik “married with berondong”

    Makasih share crita-crita nya
    Baru kali ini berani komen wkwkwk

  2. Kisah Unik Ketemu Jodoh: Romantika Sambel Pecel & Keripik Tempe | ReeSays

    […] sebelumnya kita sudah ngikutin cerita ketemu jodoh saat liburan dan cerita yang langsung menikah sebulan dari pertama kali ketemu, cerita kali ini nggak kalah randomnya. Kalau biasanya kita dengar cerita pasangan kenal karena […]

Leave a Reply