Kisah Unik Ketemu Jodoh: Romantika Sambel Pecel & Keripik Tempe

no Comment

Masih di bulan cinta.

Kalau sebelumnya kita sudah ngikutin cerita ketemu jodoh saat liburan dan cerita yang langsung menikah sebulan dari pertama kali ketemu, cerita kali ini nggak kalah randomnya. Kalau biasanya kita dengar cerita pasangan kenal karena dikenalin teman, pasangan yang satu ini kenal berkat titipan. Penasaran? Yuk, kenalan sama Peppy yang lima tahun yang lalu ketemu pasangan hidupnya.

 

Jakarta, 5 Desember 2011

Nama saya Peppy, saya bekerja di sebuah yayasan pendidikan di Jakarta. Dalam waktu dekat, saya saya akan berlibur ke Amerika untuk merayakan Natal bersama keluarga kedua saya (kebetulan saya pernah ikut pertukaran pelajar dan tinggal bersama keluarga Amerika di New York State), dan mengunjungi Los Angeles dan San Francisco. Sekalian jalan-jalan aja, saya pikir.

Saya sempat cerita soal rencana ini ke mantan bos saya, Alda (kami tetap berteman meski sudah nggak kerja bareng) dan dia bilang, “Nitip dong buat tante gue di sana. Nanti elo hubungin anaknya aja, sepupu gue, namanya Arie, untuk janjian ambil barangnya”. Titipan apa? Biasalah, makanan khas kita: Sambel pecel, keripik tempe, kacang telor dan lain-lain. Namanya juga orang Indonesia, saya mah ikhlas aja dititipin, hihihi.

Saya pun berangkat menjelang Natal dengan titipan tersebut di tangan. Minggu pertama akan saya habiskan di New York. It’s going to be fun!

 

Los Angeles, 2 Januari 2012

Fast forward 10 hari kemudian, sampailah saya di Los Angeles. Saya kirim foto titipan ini via email ke Arie.  photo-7.JPG

Saya tulis pesan, “Look at what Mbak Alda gave for me to bring. You owe me a drink.”

Dia jawab, “All of them? Okay, I’ll buy you a drink! 

Kami janjian ketemu dua hari kemudian.

 

Los Angeles, 4 Januari 2012

Hari ini hari kerja, jadi kami bertemu sepulangnya Arie dari kantor. Dia mengusulkan untuk nongkrong di tempat favoritnya, Mad Bull’s Tavern. Saya sih hayuk-hayuk aja. Saya pergi ke sana bersama seorang sahabat, ia pun begitu. Jadilah kami hangout berempat.

“Oo jadi ini sepupunya Mbak Alda” , saya pikir saat ngobrol-ngobrol dengannya. Orangnya pendiam, nggak banyak ngomong. Saya justru lebih banyak ngobrol dengan sahabatnya.  

Malam pun berakhir. Perasaan saya? Biasa aja sih..

.. tapi ternyata secara nggak sadar, nama Arie muncul terus dalam percakapan saya dan teman-teman. Hahaha! Saya sampai sering diledekin gara-gara hal ini.

Oke, to be fair, ini pendapat saya tentangnya setelah lanjut ngobrol beberapa kali paska pertemuan malam itu: Orangnya asik, nggak gombal, nggak genit dan Arie adalah pendengar yang baik (maklum saya ini juga penyiar radio, jadi ngomong melulu, hihihi). Selain itu, dia juga ganteng menurut saya. Cieee. 😀

Saya ketemu total 3 kali selama di Los Angeles. Pertama waktu ngasih titipan itu, kedua di malam terakhir saya di LA, kemudian ketiga saya ajak dia brunch – pertemuan terakhir yang ditutup dengan dia mengantar saya ke airport. Ehem.

 

Jakarta, 16 Januari 2012

Liburan sudah berakhir, tapi saya tetap berkomunikasi dengan Arie. Nggak satu hari pun terlewat tanpa ngobrol. Ngobrolnya biasa aja sih, nggak romantis dan nggak pakai flirting. Dia nggak percaya long distance relationship dan saya pun sudah kenyang patah hati karena LDR. Setelah berminggu-minggu ngobrol, I guess we started dating, haha. Saya bilang ‘I guess’ karena kami yakin kalau perasaannya ada, the chemistry is there, tapi nggak ingat tanggal jadiannya, which is fine – kayaknya kami berdua sudah lewat umurnya untuk jadian itu harus diikrarkan, hihi. But I know for sure we love each other.

Hari-hari ngobrol jarak jauh pun berlanjut – dan dari ngobrol-ngobrol inilah dia cerita kalau merasa dirinya nggak sehat, tapi takut untuk cek ke dokter.

Ia punya masalah dengan jantungnya.

Saya pun membujuknya untuk periksa. Biar dia lebih tenang, 5 bulan kemudian saya kembali lagi ke Los Angeles. Kebetulan juga lagi ada work trip, jadi sekalian saya temani Arie operasi. Ternyata sesampainya di LA..

Jadwal operasinya di-reschedule. Eaaa, haha. Ya udah deh, kami pacaran aja, manfaatkan waktu untuk saling mengenal. :)

Getting to know Arie means getting to know his favorite basketball team, Lakers!

Getting to know Arie means getting to know his favorite basketball team, Lakers!

 

Los Angeles, 1 September 2012

Akhirnya kami dapat jadwal operasi yang pasti. Arie harus melewati open chest surgery, maka saya kembali terbang ke sini untuk menemaninya. Lima hari kami habiskan di rumah sakit untuk recovery dan saya menjadi saksi saat ia nggak dapat pain killer selama 6 jam setelah sadar dari operasi (dan nggak mengeluh sama sekali!). Di sinilah saya makin yakin kalau saya ingin terus bersamanya. Awalnya kami nggak bicara soal pernikahan, tapi karena sama-sama orang Indonesia, kami nggak tega mengajukan konsep tinggal bersama ke keluarga besar. Jadi di hari terakhir sebelum saya kembali ke Jakarta, kami pergi ke toko cincin.

“Pilih yang kamu suka”, katanya. “Kan kamu yang akan pakai, so make sure you like it.”

Haha, praktis! So we came home with my engagement ring. And later that day, before taking me to the airport, he went down on his knees and asked me to marry him. :)

Kami pun menikah pada tanggal 31 Juli 2013, 1.5 tahun dari hari pertama bertemu, di Civil Court di Los Angeles. Saya menetap di LA sejak saat itu.

We got married!

We got married!

With good friends in Los Angeles, my new family.

With good friends in Los Angeles, my new family. 

Arie masih pribadi yang nggak banyak bicara, tapi di balik sifat pendiamnya, dia punya banyak cinta untuk saya.

 

Aaww. So moral of the story, saya tau kita suka bete kalau ada teman yang nitip saat liburan, but the universe works in a mysterious way. Di cerita Peppy ini, gara-gara titipan malah ketemu pasangan! Jadi buat yang masih single, have faith. Your loved one is somewhere out there. Usaha pastinya harus, tapi kadang kita juga harus ngikutin aja hidup membawa kita ke mana.

Sampai ketemu di Kisah Unik Ketemu Jodoh berikutnya!

Leave a Reply