Ketofastosis, Diet Rendah Karbo Untuk Hidup Lebih Sehat

no Comment

Suatu hari saya melihat Facebook dan ada 1 post yang bikin saya terbelalak, yaitu postingan dari teman saya, Santi Bonis, dengan caption ini:

santi copy

Gokil, kan?

Kalau kamu sering memantau timeline media sosial satu-dua tahun terakhir ini, pasti juga pernah lihat atau dengar yang namanya keto diet, yang sering dijelaskan orang sebagai, “Ini diet yang boleh makan apa aja dan kita bisa kurus!” hihi. 😀

Ternyata itulah yang dijalani oleh Santi hingga berat badannya banyak turun dan ukuran bajunya yang semula LLL menjadi L, M atau free size. *tepuk tangan*

Setelah ngobrol-ngobrol dengannya, ternyata diet yang dijalani Santi sedikit berbeda dengan kebanyakan orang. Yang biasa disebut keto diet itu adalah ketogenic, sedangkan yang Santi jalani adalah Keto-Fastosis (atau ketofastosis), yang merupakan merupakan gabungan dari ketogenic dan fastosis. Ketogenic merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis sendiri adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam kondisi ketosis. Fastosis bukan hanya sebuah pola makan tapi merupakan sebuah gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup.

Sebelum lanjut ke obrolan saya dengan Santi, saat bicara soal keto diet, perlu untuk kita tahu terlebih dahulu bahwa ketosis adalah kondisi di mana liver manusia memproduksi ketone untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.

 

Hai, Santi. Foto-fotonya belakangan ini impressive bener loh, artinya sakses ya dietnya. Kenapa sih awalnya tertarik mencoba ketofastosis?

Awalnya karena frustrasi, segala jenis diet sudah dijalanin. You name it, disuntik mesothrapy, akupuntur, totok, dokter gizi dan minum obat sudah banyak banget. Saya gemuk dari tahun 2000 dan sampai di titik di mana saya lihat timbangan, berat badan saya 90 kg. Saya jadi takut, terutama karena kedua orangtua meninggal karena stroke. Ibu saya stroke karena gemuk banget dan beliau meninggal tahun 2015. Kemudian saya ke dokter gizi dan jadi semakin takut karena dokternya bilang bahwa fatty liver saya sudah sangat tebal. Kalau nggak kurus-kurus, liver akan tertutup oleh lemak, jangka panjangnya bisa cirrhosis dan bisa menimbulkan kematian. Saya takut, dong. Kemudian seorang sahabat mengajak saya mengikuti seminar ketofastosis dan dari situlah semua dimulai.

 

Bisa jelaskan lebih lanjut bedanya keto diet atau ketogenic dengan ketofastosis?

Fasting atau puasa yang ada di ketofastosis sebenarnya adalah cara healing-nya, sedangkan berat badan turun adalah bonus yang pasti didapat. Di ketofastosis target utamanya adalah membuat badan kita berada di kondisi ketosis (yang definisinya sudah dijelaskan di atas) dengan gula darah yang rendah yaitu di bawah 80.

Secara singkat bisa dijelaskan begini: Jam 8 malam adalah waktu terakhir kita bisa makan, besok paginya kita skip sarapan tapi boleh minum (kopi, teh, air kaldu) sampai minimum jam 12 siang. Ini berlaku untuk fase Induksi yaitu fase di mana kita hanya boleh makan semua protein hewani tanpa terkecuali. Fase induksi berlangsung 1-2 minggu. Di sini targetnya adalah membuat gula darah puasa kita di bawah 80, konsisten selama 1 minggu.

image1

Fase kedua adalah Konsolidasi, di mana kita boleh makan protein hewani dan nabati. Di fase ini sebenarnya kita sudah mendapat karbo yang berasal dari sayuran. Selama di fase ini, kita juga harus tetap mengontrol gula darah di bawah 80.

image2

Kalau fase 2 sudah rampung, kita boleh masuk ke fase 3 yaitu Maintenance. Di fase ini kita boleh tambah buah-buahan, meski catatannya nggak boleh terlalu heboh juga saat makan sayur dan buah karena di dalamnya sudah ada gula dan karbonya.

image3

 

Apa saja yang boleh dimakan selama menjalani ketofastosis ini?

Apa yang boleh dimakan tergantung dari di fase mana kita berada. Seperti yang sudah dijelaskan sekilas di atas, di fase pertama yaitu Induksi, kita boleh makan semua protein hewani tanpa terkecuali, misalnya ikan, ayam, udang, daging. Mau diapakan saja juga boleh, contohnya digoreng, direbus, ditim, digulai, dipanggang. Menggorengnya dengan apa? Boleh pakai minyak kelapa, minyak zaitun, mentega. Ditambah santan atau keju juga boleh. Intinya di sini intinya unsur lemak yang kita perlukan. Di fase ini kita belum boleh makan sayuran, namun serat bisa kita dapatkan dari alpukat, zaitun, cincau hijau atau agar-agar yang plain.

Di fase kedua yaitu Konsolidasi, selain makan protein hewani seperti di fase Induksi, kita sudah boleh mendapat karbo yang berasal dari sayuran. Patokannya gampang, semua boleh, yaitu yang berbentuk daun (bayam, kangkung, singkong, selada, dll), batang (terong, buncis, wortel, dll) dan bunga (brokoli misalnya). Makan tahu-tempe dan kacang-kacangan juga boleh. Tapi semua ini menang ada takarannya. Untuk kacang-kacangan kita boleh makan 50-100 gram atau kurang-lebih segenggam tangan kita.

Di fase ketiga, Maintenance, kita boleh makan buah-buahan dengan catatan tidak boleh terlalu heboh, seperti yang sudah disebutkan di atas.

 

Bisa ceritakan nggak perjalanan ketofastosis yang dialami? Apa yang dirasakan dari bulan ke bulan?

Saya merasa nyaman dan ketofastosis ini bersahabat dengan tubuh saya. Di awal-awal menjalani ketofastosis memang ada sedikit proses, namanya healing crisis yang sebenarnya adalah ‘sakaw’ gula, bahasa gampangnya, haha. Wajar sih karena selama hidup kita memang terbiasa banget mengkonsumsi gula dan ini adalah proses badan kita menjadi ketosis. Wujudnya macam-macam. Kalau di saya, ‘sakaw’ gula ini bikin saya mual dan kleyengan. Penanganannya gampang:

1. Istirahat

2. Jaga dua jalur pembuangan dari tubuh yaitu pipis dan BAB. Kalau sembelit, bantu dengan makan alpukat, agar-agar, cincau. Bisa juga dengan minum teh hijau atau teh daun jati.

3. Minum yang banyak. Saat menjalani ketofastosis memang disarankan minum 3 liter sehari.

4. Minum Virgin Coconut Oil (VCO) setiap 3 jam sebanyak 6 kali sehari

5. Minum Immunator Honey (IH) yaitu madu yang berfungsi untuk ‘mencolek’ imun badan kita dan membuatnya kembali bekerja (biasanya imun badan kita nggak bekerja dengan maksimal karena kita gampang minum obat, misalnya saat pusing, demam, sakit perut, dan lain sebagainya)

Tapi itu di awal aja. Setelahnya, saya jarang banget berada di kondisi healing crisis.

 

Ada nggak tips menyenangkan untuk makan selama menjalani diet ini yang tetap simple untuk dilakukan?

Ada. Contohnya alpukat, buah yang lemaknya tinggi dan seratnya kita butuhkan. Selain bisa dijus, alpukat bisa dikerok kasar, tambahkan santan 2-3 sendok, tambahkan keju parut dan gula Diabetasol. Duh enak banget, apalagi dimakan dingin. Agar-agar plain juga tinggal ditambahkan gula Diabetasol atau Stevia, bisa juga ditambah dengan mayonnaise yang rendah gula dan karbo, ini juga enak banget dan gampang membuatnya. Pada intinya, apapun yang kita makan, karbonya tidak lebih dari 10 gram dan gulanya tidak lebih dari 7 gram per serving.

 

Selain turun berat badan, manfaat apa lagi yang dirasakan setelah menjalani ketofastosis?

Yang saya rasakan, pertama, terutama saat saya sedang puasa, energi justru luar biasa dan pikiran bisa lebih fokus. Kedua, sudah setahun ini saya nggak pernah minum obat, sedangkan dulu pusing atau mual sedikit, langsung minum obat. Sekarang nggak lagi. Saya juga sudah nggak pernah flu parah yang sampai demam gitu. Kalaupun sedikit pilek, saya cukup tidur aja, banyak minum air putih dan air kaldu, sembuh deh. Selain itu, kata orang sih kulit wajah saya juga terlihat lebih glowing, lebih kencang dan lebih muda. Ketofastosis juga membantu saya menjadi manusia yang tidak over eating dan yang pasti lebih sehat.

Sekarang sudah nggak takut lagi pakai putih, hihi.

Sekarang sudah nggak takut lagi pakai putih, hihi.

Wah, menarik ya untuk dicoba. Bagaimana langkah-langkah setiap fase dengan lebih mendetail? Kalau kita suka olahraga, apa menu dietnya tetap sama? Bagaimana kalau punya asam lambung? Kalau tertarik dengan ketofastosis dan punya berbagai pertanyaan, klik ketofastosis.com untuk informasi lebih lanjut.

 

Thanks so much, Santi! Semoga bisa terus menginspirasi untuk hidup lebih sehat.

Leave a Reply