Keterbatasan Hak Asasi Manusia di Indonesia

no Comment

whrd

Besok, tepatnya tanggal 10 Desember, kita memperingati Human Rights Day di mana kita merayakan kebebasan sebagai seorang manusia. Kebebasan kan ada macam-macam – kebebasan mengemukakan pendapat, kebebasan beragama, kebebasan memilih jalan hidup, kebebasan berekspresi dan masih banyak lagi. Tapi karena kita lahir di Indonesia, sepertinya ada beberapa hal yang masih sangat sulit untuk dilakukan dalam urusan hak pribadi. Mungkin karena adanya budaya Timur yang sangat kental dan agama yang menempel kuat.

Contohnya, kita mengenal ada cerita Siti Nurbaya dan kadang berpikir itu adalah cerita jaman dulu. Tapi tau nggak sih kalau ternyata sampai 2016 ini kasus pasangan tidak disetujui oleh keluarga atau pasangan sudah disiapkan oleh keluarga dengan tujuan bisnis misalnya, masih banyak banget? Menikah dengan orang yang tidak dicintai. Duh, semoga tidak terjadi di kamu ya.

Urusan jati diri juga. Pastinya masih banyak yang belum berani untuk mengatakan ke orangtua atau ke lingkungan sekitarnya bahwa dirinya gay. Padahal itu kan hak sebagai individu, tapi di banyak kasus memang tidak mudah untuk bisa terbuka karena takut dihujat dan menyakiti hati orangtua.

Urusan agama lebih serius lagi, yang sejak bayi sudah dipilihkan oleh orangtua. Suka tidak suka, percaya tidak percaya, sampai ada istilah agama KTP, sebagai anak ya harus terima aja. Bumi akan gonjang-ganjing pastinya kalau ketahuan pindah agama.

Memang itulah uniknya tinggal di Indonesia dan jadi orang Indonesia. Tapi harusnya kan tidak begitu, ya? Kita semua terlahir sebagai satu individu yang utuh. Punya hak yang sama untuk merasa bahagia, merasa dihargai dan berkontribusi. Selamat Hari Hak Asasi Manusia.

Leave a Reply