Kenapa Sih Mau Jadi Entrepreneur?

no Comment
My (not so) 'glamorous' entrepreneur lyfe

My (not so) ‘glamorous’ entrepreneur lyfe

Tahun lalu saya pernah menulis tentang “Sampai kapan jadi karyawan?”, tulisan yang saya buat setelah ketemu teman lama yang greeting-nya, “Enak ya sekarang punya usaha sendiri.”

Kali ini saya tercolek karena teringat masa-masa saat saya menjadi manager dan direktur, tepatnya pada saat melakukan appraisal bawahan. Ada satu pertanyaan yang rata-rata sama semua jawabannya.

“Apa rencana kamu 5-10 tahun mendatang?”

Jawaban yang sering banget saya dengar adalah (wait for it): “Mau buka usaha sendiri.”

 

Nah, coba kamu bayangin ilustrasi ini:

Kamu jadi manager di usia 30-an, pensiun usia 60. Trus pas pensiun baru mau buka usaha sendiri.

 

Berikut adalah fakta-fakta yang sering banget terjadi:

1. Alasan buka bisnis: Takut setelah nggak kerja kantoran, kita nggak gajian lagi, sedangkan hidup sehari-hari butuh biaya.

Reality check: Satu hal yang kamu harus tahu adalah bikin usaha itu belum tentu untung, rugi udah pasti.

Jadi jangan sampai uang yang harusnya bisa dipakai pensiun malah jadi habis untuk usaha. Ditambah lagi, memulai bisnis di usia 60-an itu beda energinya dengan memulai usaha di usia 30-an.

2. Alasan buka bisnis: Ada yang nawarin berbisnis (investasi). Bisa langsung jadi direktur, cukup dengan setor modal aja, nanti dapat return-nya sekian persen.

Reality check: Banyak orang terjun ke bisnis tanpa tahu itu bisnis apa (misalnya peterrnakan, pertanian atau apa pun itu yang sebenarnya kita nggak suka dan nggak ngerti). Trus karena nggak suka, ya nggak pernah nengokin usahanya, apalagi kalau tempatnya jauh, misalnya kamu tinggal di Jakarta, trus peternakannya di Lampung. Di sinilah banyak terjadi penipuan – karena iming-iming untung besar dan jabatan keren.

Jadi harus gimana dong?

Saya punya saran buat kamu yang masih belum punya rencana mau ngapain nanti saat pensiun:

1. Dari sekarang mulai menabung (investasi memakai produk bank atau yang diatur OJK, properti atau emas)

Bikin target mau pensiun umur berapa dan hitung keperluan hidup nanti mau berapa. Mumpung masih produktif, kejar target itu supaya pas pensiun masih punya uang walaupun sudah tidak gajian.

2. Kalau kamu tipe yang suka coba bisnis sana-sini, tapi so far nggak ada yang berhasil, mendingan main saham aja, deh. Deg-degannya sama tapi at least kamu nggak harus bayar karyawan, nggak harus sewa tempat dan nggak pusing jualan.

3. Kalau mau coba usaha, lebih baik mulai pas masih muda. Cari waktu luang untuk mengerjakan bisnis sampingan yang kamu suka. Jangan lihat uangnya dulu, yang penting bikin senang aja dulu karena kamu suka ngerjainnya. Kalau nanti ternyata berkembang, at least saat pensiun, bisnisnya sudah jalan. Atau malah sebelum pensiun sudah berhenti kerja karena usaha sendiri sudah jalan.

4. Yang bilang umur 60 harus pensiun itu siapa, sih? Kalau nanti kamu ternyata masih fit, masih suka kerja dan masih produktif, bisa banget kok masih tetap kerja, terutama yang sifatnya lebih ke mengisi waktu, bukan untuk bertahan hidup.

Apa sih goal-nya nanti? Maunya dan idealnya adalah We Work Because We Want To, NOT Because We Have To.

 

PS: Untuk yang punya anak, buat saya pribadi, ini bukan soal membalas budi, tapi membalas kasih. Hidup akan lebih menyenangkan kalau di masa tua kita bisa mandiri dan nggak melulu nunggu transferan dari anak setiap bulan. Jadi anak memberi karena sayang, bukan karena harus. :)

Leave a Reply