Kenali Bully di Sekitar Kita

no Comment

Minggu depan, tepatnya tanggal 4 Mei, adalah Anti-Bullying Day. Awareness terhadap bullying memang semakin tinggi beberapa tahun belakangan ini, which is good, karena sebelumnya kita cuma tau rasa discomfort-nya kalau ada orang yang nggak berperilaku baik sama kita, tapi nggak tau kalau itu bisa jadi merupakan bentuk bully.

Apa sih bullying itu? Bullying terjadi kalau ada satu atau sekelompok orang yang menggunakan kekuatan superiornya untuk mengintimidasi kita dan biasanya ‘memaksa’ kita untuk melakukan sesuatu yang dia/mereka mau. Yang harus kita sadari, bullying nggak hanya terjadi di usia orang yang lebih muda aja, seperti di sekolah misalnya, tapi juga bisa terjadi saat kita sudah dewasa.

Nah, coba baca bentuk-bentuk bully di 3 tempat atau situasi di bawah ini. Mudah-mudahan ini nggak kejadian sama kita ya.

1. Bullying di tempat kerja

bully at work

– Kita diminta mengerjakan sesuatu yang sangat kompleks di kantor tanpa dikasih arahan sedikit pun dan ketika tugas diserahkan ke bos, si bos nggak pernah merasa puas.

– Teman-teman di kantor diminta untuk berhenti ngobrol dan hangout sama kita

– Kita sering dimarahin di depan semua orang dan nggak dikasih kesempatan untuk menjelaskan

 

2. Bullying dalam hubungan percintaan

bully relationship

– We are talked down to. Pasangan seringkali merendahkan kita.

– Kita dipermalukan di depan umum, misalnya dimarahin.

– We are called names. “Bodoh banget, sih!”, “Dasar pemales!”, dan lain-lain.

 

3. Bullying di media sosial

bully social media

Ini biasanya terjadi pada usia yang lebih muda, tapi bukan berarti nggak bisa terjadi sama kita. Buat teman-teman yang punya anak yang beranjak dewasa, atau punya keponakan yang mulai ABG, ada baiknya kita perhatikan kalau hal-hal ini terjadi padanya:

– Kalau kita post foto misalnya, ada aja yang kasih komentar yang negatif

– Ada yang nge-post kata-kata yang nggak ngenakin di wall kita

– Ada yang nge-post foto atau video dengan tujuan mempermalukan kita

Berhubung media sosial isinya kebanyakan teman, tentu bisa sangat susah ngenalin bentuk bully ini karena kebanyakan pasti sembunyi di balik alasan “Bercanda kaliii..”, tapi kalau kita rasa bercandanya sudah kelewatan, jangan sampai kita nggak ngomong apa-apa.

 

If at least one of those things happens to you or someone you know, do something. At least talk to someone. Nggak ada deh istilahnya “bully bully cinta” seperti yang sering kita dengar sebagai bentuk maklum terhadap intimidasi ini.

Leave a Reply