Pink Initiatives: Berani Hadapi Kanker Payudara

no Comment

Baru-baru ini saya melihat iklan layanan masyarakat yang mengajak perempuan untuk memeriksakan kesehatan payudaranya yang membuat saya tersenyum sekaligus menitikkan airmata. Nggak mengherankan, kanker payudara memang salah satu masalah kesehatan yang sudah lama menjadi perhatian saya. Ini dimulai ketika salah satu tante saya yang didiagnosa TBC oleh dokter 1 tahun lalu di Indonesia, memutuskan untuk memeriksakan diri ke Melaka, Malaysia, di mana akhirnya ia menemukan bahwa dirinya ternyata menderita kanker payudara dan sudah stadium lanjut. Hancur hati saya mendengarnya. Sejak saat itu, saya selalu rajin memeriksakan diri dan lewat tulisan ini, saya mengajak teman-teman melakukan hal yang sama.

  1. Rajin mengecek. Saya memeriksakan payudara saya 1x/tahun.
  2. Bila merasa ada ganjalan yang sangat mengganggu tapi menurut dokter tidak apa-apa, atau justru sebaliknya, merasa ganjalan sangat kecil namun dokter langsung memutuskan mengambil tindakan, tidak ada salahnya mencari second atau bahkan third opinion.
  3. Berkonsultasi dengan dokter yang membuat kita merasa nyaman. Payudara adalah organ tubuh yang sangat personal. Bagi kita perempuan, ia bukan hanya sebatas organ saja, tapi kita punya ikatan emosional dengannya, maka wajar dan penting untuk kita merasa aman dan nyaman dengan dokter yang akan membantu kita.
  4. Untuk teman-teman yang divonis menderita kanker payudara dan akan atau sedang menjalani proses pengobatan dan perawatan, saya mengirimkan pelukan terhangat dan rasa semangat. Janganlah berputus asa. Saya sudah menyaksikan bahwa banyak yang bisa sembuh. Dua di antaranya adalah sahabat saya Dinda Nawangwulan dan Penny Purnawaty, para cancer survivor yang kisah hidupnya menginspirasi saya.
Dinda divonis menderita kanker payudara stadium 1 pada tahun 2006

Dinda divonis menderita kanker payudara stadium 1 pada tahun 2006

Penny sempat menjalani pengobatan alternative sebelum akhirnya beralih ke pengobatan medis

Penny sempat menjalani pengobatan alternative sebelum akhirnya beralih ke pengobatan medis

Hari-hari tidak dijalani Dinda dan Penny dengan mudah, namun semangat mereka mengalahkan kanker di atas segalanya.

Berangkat dari keinginan untuk berbagi, Dinda dan Penny pun membentuk komunitas untuk memberi dukungan untuk penderita kanker payudara. Dinda membentuk Pink Shimmerinc yang memberikan dukungan dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas kecantikan wanita, baik inner beauty maupun outer beauty, dengan mengadakan kelas-kelas makeup khusus sehingga para penderita kanker bisa tetap tampil stylish, sedangkan Penny ikut membentuk sebuah program kampanye yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker payudara, Lovepink. Silakan kunjungi website dan Facebook Page mereka untuk cari tahu bagaimana kita bisa memberikan support.

Love yourself and love others. May we be the strongest, bravest women.

 

Di bawah ini adalah iklan layanan masyarakat yang mengajak perempuan memeriksakan kesehatan payudara, yang diambil dari lagu “I Touch Myself” karya Chrissy Amphlett, penyanyi asal Australia yang meninggal dunia karena kanker payudara bulan April lalu. A must-watch.

‘I Touch Myself’ Breast Cancer Anthem

Leave a Reply