Japan Trip with My Mom

one Comment

 

Bersama ibu dan adik tercinta di Kyoto yang cantik.

Bersama ibu dan adik tercinta di Kyoto yang cantik.

Tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya, saya mengajak ibu saya untuk jalan-jalan sebagai hadiah ulang tahun. Yup. sejak beberapa tahun yang lalu saya punya ritual dengan ibu saya untuk memberikan kado ulang tahun berupa jalan-jalan berdua ke luar negeri.

Untuk tahun ini, saya mengajaknya ke Jepang untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-59, di mana kami ikut serta dalam Cosmo Trip yang diadakan oleh radio Cosmopolitan FM. Osaka – Kyoto – Tokyo , 7 hari 5 malam. Yang bikin seru adalah setiap malam kami ganti hotel karena pindah-pindah, kecuali 2 malam terakhir di Tokyo.

 

HARI 01 / JAKARTA – DENPASAR – KANSAI   

Kita berangkat dari bandara Soekarno Hatta terminal 2 International untuk memulai perjalanan. Transit di Bali dulu sebelum menuju ke Kansai, Osaka. Kami bermalam di dalam pesawat.

 

HARI 02 / KANSAI, OSAKA

Pagi hari tiba di Kansai Airport dan ketemu dengan guide lokal yang ternyata orang Malaysia yang lama tinggal di Jepang, jadi selama perjalanan komunikasinya dengan bahasa Melayu campur Inggris. Lumayan jadi lidah nggak terlalu pegal, haha. Selanjutnya kami diantar menuju Kyoto Photo Stop di Osaka Castle dan berbelanja di Universal City Walk, Shinsaibashi District dan Don Quijote toko serba ada di Osaka.

Wajah Osaka Castle di malam hari, diambil dari kamar hotel kami.

Wajah Osaka Castle di malam hari, diambil dari kamar hotel kami.

 

HARI 03 / OSAKA – KYOTO – HAMAMATSU

Setelah santap pagi, kami lanjut naik bullet train dari Shin Osaka menuju Kyoto Station. Yang bikin saya kagum adalah mereka sudah punya kereta seperti itu sudah lebih dari 30 tahun dan keretanya masih bagus dan bersiiih banget!

Di Kyoto kami mengunjungi Kiyomizu Temple, melewati Heian Shrine dan mengunjungi Fushimi Inari Shrine Torii Gates. Malam itu kami bermalam di Hamamatsu. Di hotel ini untuk pertama kalinya saya mencoba Onsen yaitu tempat mandi hot spring yang asiknya airnya sama sekali tidak bau belerang. Penting kan? Haha.

Berpose di depan Stasiun Shin-Osaka. Printed pants is from BelowCepek.com.

Berpose di depan Stasiun Shin-Osaka. Printed pants is from BelowCepek.com.

 

Bersama teman seperjalanan Cisca Becker dan Iwet Ramadhan dari Cosmopolitan FM. Sebelum dinner kami berganti pakaian memakai Yukata, lalu lanjut menikmati Onsen.

Bersama teman seperjalanan Cisca Becker dan Iwet Ramadhan dari Cosmopolitan FM. Sebelum dinner kami berganti pakaian memakai Yukata, lalu lanjut menikmati Onsen.

 

 

HARI 04 / HAMAMATSU – MT FUJI AREA

Setelah santap pagi, perjalanan kami lanjut menuju Mount Fuji di mana hari itu kami berkesempatan naik sampai level 4 dan yes, we have snow! Norak banget deh, hahaha. Setelah itu kami pergi berbelanja di Gotemba Premium Outlets, yang ternyata harganya jauh lebih murah dengan harga di Jakarta untuk barang yang masih tergolong baru. Malamnya di menginap di hotel dekat Gunung Fuji, di tengah hutan. Seru banget!

Mount Fuji dari kejauhan. Terlihat seperti es serut ya, tinggal tambah syrup dan cherry aja di atasnya. :D

Mount Fuji dari kejauhan. Terlihat seperti es serut ya, tinggal tambah syrup dan cherry aja di atasnya. :D

 

snow

Siap belanja di Gotemba Premium Outlets dengan peta di tangan biar mapping lokasi toko makin asik. :D

Siap belanja di Gotemba Premium Outlets dengan peta di tangan biar mapping lokasi toko makin asik. :D

 

 

HARI 05 / FUJI AREA – TOKYO CITY TOUR

Setelah santap pagi, kami diantar menuju Tokyo dan mencoba pengalaman Sushi Making Class. Jadi ya untuk bikin sushi itu , cuci tangannya aja 20 menit sendiri loh! Beneran. Hari itu saya juga mengunjungi Ginza District (the most expensive shopping district in Japan) dan foto-foto dengan Hachiko, yang membuat saya langsung teringat sama Sam, bacon, Amel dan Nero, anjing kesayangan di rumah. :’)

Ready to have fun in Ginza!

Ready to have fun in Ginza!

 

Posing with Hachiko, the amazing dog that teaches human loyalty, love, compassion and friendship.

Posing with Hachiko, the amazing dog that teaches human loyalty, love, compassion and friendship.

 

 

HARI 06 / TOKYO DISNEY SEA – HANEDA

Nah hari yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga: Pergi ke Tokyo Disneysea, alam fantasi baru Disneyland yang bernuansa air dengan atraksi-atraksi yang menarik seperti 20.000 Leagues Under The Sea, Journey to the Center Of The Earth, Mermaid Lagoon Theater, The Magic Lamp Theater, Aquatopia, Storm Rider, Indiana Jones Adventure: Temple of The Crystal Skull, dll. Buat teman-teman yang suka banget Disney, buat saya Disney Sea ini masih kurang ‘Disney’ karena tidak seperti Disneyland.

 

HARI 07 / HANEDA – JAKARTA

Hari ini kami pulang. Saya senang banget bisa ajak Ibu pergi ke Jepang, karena terakhir kali beliau ke Jepang adalah sewaktu almarhum ayah saya masih hidup dan itu sudah lamaaaa banget.

 

Last but not least, here’s my note for this Japan trip:

1. Pulang dari sana standart kebersihan saya langsung meningkat, soalnya di sana bersih bangeet. Ini terlihat dari toilet umum yang pasti ada cairan pembersihnya, toilet flush yang pakai mesin. Lihat toilet di rumah berasa old fashioned banget. 😀

2. Makanan Jepang itu bersih banget. Nggak kebanyakan bumbu yang terlalu; cukup asin, cukup gurih, semua cukup deh.

japanese food3. Fashion trend di Jepang itu cepat banget, buat mereka trend itu 2 minggu sampai 1 bulan aja. Lebih dari itu udah nggak hits lagi. Heboh ya! Jadi kebayang kan lihat barang di Gotemba sudah di-sale padahal di Jakarta masih new arrival? Hmm, tempting ya? Haha.

4. Di Jepang susah banget nemu tempat sampah karena memang orang kalo bawa sampah dikantongin sampai ketemu tempat sampah yang isinya pun dibagi atas 4 jenis.

5. Payung transparan is everyone’s props. Nggak peduli jenis kelamin, semua orang bawa payung transparan. Seru ya? 😀

payung transparan

6. Orang Jepang jarang yang bisa bahasa Inggris. Jadi kalau kita ke toko, mereka akan ngomong bahasa Jepang, kita jawab Bahasa Indonesia. Itu kayak normal aja gitu. Aneh ya, haha.

7. Banyak brand yang bikin koleksi khusus dan hanya dijual di Jepang. Seperti Burberry, di sana ada Burberry blue label, Uniqlo di sana juga punya banyak model yang nggak dijual di Jakarta.

8. Orang Jepang itu tau malu banget. Makanya (sedihnya) harakiri atau bunuh diri itu sudah seperti culture yang ada sampai sekarang. Kalau jaman dulu Samurai bisa harakiri, jaman sekarang contohnya kalau ada pejabat yang ketahuan korupsi, dia malu, ya dia bunuh diri loh. Caranya macam-macam, dari pergi ke Gunung Fuji sampai loncat ke rel kereta. Seram yaa.

9. Kimono yang bagus itu mahal banget, jadi orang Jepang kalau nggak punya kimono, biasanya mereka sewa seharian. Mereka suka pakai untuk occasion tertentu seperti acara kelulusan kuliah atau ketika mau menikah. Jadi seru pas ketemu banyak orang Jepang pakai Kimono di Kyoto, bisa minta foto bareng. Hehehe.

10. 1 Yen = Rp108. Beli soft drink dari vending machine itu 300 Yen. Di sana mereka terima semua uang koin saat kita belanja. Jadi kalau sisa uang koin masih banyak, daripada dibawa pulang ke Indonesia nggak bisa ditukar lagi, lebih baik dihabiskan di sana saja.

 

Buat yang belum pernah ke Jepang, this country is highly recommended. Sama-sama Asia tapi beda banget culture dan kondisinya sama kita. Very high tech yet very traditional. I love it. Soal harga di sana yang dengar-dengar serba mahal, sebenarnya tergantung kita ngaturnya gimana. Kalau bisa dan pernah liburan ke Amerika atau ke Eropa, sebenarnya budget-nya nggak jauh beda kok. Nabung dulu yang pasti. Once you’re there, you’ll have a very good time!

Comments

  1. How to Spend Long Weekend in Kyoto & Osaka – Part 1 | ReeSays
    How to Spend Long Weekend in Kyoto & Osaka – Part 1 | ReeSays | Posted on September 15, 2016 at 3:47 am

    […] long weekend Idul Adha tahun ini. Buat yang ikutin ReeSays, mungkin pernah baca kalau saya pernah ke Osaka dan Kyoto dengan ibu saya. Bedanya dengan trip kali ini, dulu saya pergi dengan tour group, sedangkan kali ini hanya berdua […]

Leave a Reply