Jangan Maklum Dengan Pikun

no Comment

“Hmm, tadi gue parkir di mana, ya?”

“Perasaan tadi HP ditaro di meja deh, kok nggak ada, ya?”

“Maklum udah kepala 4 nih! Mulai pikun!”

 

Sounds familiar? Apakah ini hal yang wajar?

Pertama kali saya mendengar tentang Alzheimer adalah dari serial TV ‘Grey’s Anatomy’. Ceritanya, istri dari dr. Webber (diperankan oleh aktor James Pickens) terkena penyakit ini dan jadi lupa sama suaminya, dan berakhir meninggal dunia. Nah, waktu nonton film itu saya nggak habis pikir, “Kok pikun bisa sampai berakibat meninggal dunia, ya?”. Ternyata masih banyak yang nggak saya tau tentang Alzheimer. Untungnya, teman saya Amalia Fonk-Utomo ikut mensosialisasikan ke masyarakat soal penyakit ini lewat programnya ‘Jangan Maklum Dengan Pikun’.

1. Lia, apa sih yang dimaksud dengan Alzhaimer?

Alzheimer salah satu dari bagian virus Demensia yaitu berkurangnya fungsi kerja otak, yang mempengaruhi daya ingat, emosi, perilaku dan fungsi otak lainnya. Per tahun 2015, di Indonesia terdata 1,2 juta orang mengidap demensia dan jumlah ini diprediksi akan bertambah dua kali lipat pada tahun 2030.

demensia

Sering menanyakan hal yang sama berulang-ulang adalah salah satu tanda-tanda Demensia Alzheimer.

2. Apa saja gejalanya?

Ada 10 hal yang biasanya diperlihatkan seseorang yang mulai pikun, seperti yang disebutkan di gambar ini:

poster-10-gejala-alzheimer-copy

3. Kenapa kita nggak boleh maklum kalau mulai suka lupa lokasi parkir, lupa naro barang, lupa bikin janji, dan lain-lain?

Begitu memasuki usia pre-lansia yaitu 40-an (ini kategori dari WHO loh, jangan kaget ya) biasanya kita mulai sering memaklumi hal-hal yang kita lupa. Padahal, jangan. Kenapa? Karena kalau kita maklum dan nyerah, otak jadi malas dan jadi kurang terlatih untuk mengingat sesuatu. Kalau di usia 40-an kita sudah maklum, saat tua bisa jadi cikal bakal demensia.

4. Adakah cara mencegah atau menunda Alzheimer?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya dengan menjaga kesehatan jantung, berolahraga produktif dan beraktivitas positif. Lengkapnya bisa dibaca di gambar yang ada di no. 2 di atas.

5. Apa tips buat pembaca ReeSays yang harus merawat anggota keluarga yang pikun di rumah?

Dua di antaranya adalah dengan membuat jurnal yang berisi catatan harian dan resep obat yang sedang diminum oleh ODD (Orang Dengan Demensia). Jurnal ini juga bisa membantu dokter memantau perkembangan penyakitnya. Hal lain yang harus dilakukan saat merawat ODD adalah memperhatikan makanan dan nutrisi mereka. Kalau perlu, ajak makan bareng untuk memberi contoh dan mengingatkan bagaimana melakukan kegiatan ini. Ada banyak cara dan tips mendampingi ODD. Lengkapnya bisa dilihat di video ini:

Masih banyak lagi yang bisa kita baca dan pelajari tentang Alzheimer. Untuk informasi yang lebih lengkap, baca di www.alzi.or.id, situs milik organisasi non-profit Alzheimer’s Indonesia yang bertujuan membantu dan meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan Demensia (ODD), keluarga dan caregiver ODD di Indonesia.

Yang pasti, mulai sekarang Jangan Maklum Dengan Pikun.

Leave a Reply