Signs You’re an Indonesian Traveler

6 Comments

Kebiasaan setiap orang tentu tidak terlepas dari darimana ia berasal – dan ini seringkali terlihat saat ia traveling. Alasannya jelas, karena pada saat traveling, yang berarti kita tidak berada di rumah, kita rentan berada di situasi tidak nyaman dan inilah momen di mana kita benar-benar menjadi diri kita sendiri.

Traveler Itali nggak bisa bicara tanpa menggerakan tangannya sebagai pertanda ekspresi, traveler Jerman biasanya jujur dan selalu berkata apa adanya (meski kadang menyakitkan) dan traveler Spanyol punya kebiasaann siesta (jadi jangan coba-coba bikin janji ngopi bareng jam 2 siang ya, berkebalikan dengan traveler Perancis yang justru butuh waktu 2 jam untuk menghabiskan segelas espresso, everytime!).

Bagaimana dengan traveler Indonesia? Apa saja kebiasaan yang sering kita bawa saat traveling, yang kalau dipikir-pikir, lucu juga ya? 😀

Here are some of them.

 

1. Buka sepatu setiap kali memasuki rumah orang

Photo: news observer.com

Photo: news observer.com

Haha. Rasanya takut ngotorin gitu ya kalau sepatu dibawa masuk. Yang menarik adalah makin banyak orang dari negara Barat seperti Amerika yang mulai melakukan hal serupa. That’s good, right? 😀

 

2. Bawa sambal botol..

Photo: oneparmo.wordpress.com

Photo: oneparmo.wordpress.com

.. dan juga abon, kering tempe dan pastinya mie instan.

Kalau perlu rendang juga dibawa, kalau jalan-jalannya lama. Hahaha.

Kombinasi alasan untuk kebiasaan ini adalah:

  • Biar irit

Apalagi kalau pergi ke negara yang nilai uangnya jauuuh di atas Rupiah.

  • Nggak bisa hidup tanpa sambal

Berhubung bawa sambal hasil ulek nggak selalu praktis dan sambal Bu Rudi nggak selalu mudah didapat, sambal botol atau sambal sachet seringkali jadi solusi. Lalu makanan apapun, dari burger, pasta sampai steak, nggak akan lepas dari rasa pedas!

  • Kangen masakan Indonesia

Ya habis gimana? Masakan kita memang terkenal endeus ya mak alias enak-enak banget!

 

3. Jago makan pakai tangan

Photo: buzzfeed.com

Photo: buzzfeed.com

Nggak heran, soalnya di tanah air memang ada hidangan tertentu yang rasanya lebih sedap kalau dimakan menggunakan tangan, setuju? :)

Tapi jangan sedih, makin banyak masakan dan restoran luar negeri yang mengadopsi kebiasaan ini. Restoran pizza misalnya, atau seafood (kebayang nggak ribetnya makan kepiting pakai garpu?), juga ribs. Sudah banyak pemilik restoran yang mengajak customer-nya makan pakai tangan, biar rasanya lebih nikmat, katanya.

 

4. Mencuci baju sendiri

Photo: sheffieldismyplanet.co.uk

Photo: sheffieldismyplanet.co.uk

Cara yang dipilih tergantung preferensi setiap orang dan di mana ia tinggal.

Yang menginap di hostel atau hotel simple dan punya teras, terutama yang cuciannya banyak (orangnya aktif banget misalnya atau punya baby), biasanya tak segan menarik tali dari satu sisi teras ke sisi lainnya, lalu menjemur pakaiannya di sana (sounds familiar? :)).

Yang lebih modern dan mau mengeluarkan uang meski nggak banyak karena ogi (alias ogah rugi, dalam hal ini ogah rugi banyak-banyak), biasanya membawa cucian ke Laundromat, di mana biasanya ini jadi momen yang berkesan juga, karena kapan lagi bisa mengoperasikan mesin cuci pakai koin? Haha.

 

5. Bawa kalkulator

.. karena semua dikonversi ke Rupiah dan segalanya langsung terasa mencekam! Tapi tetap belanja, hahaha.

Photo: youngisthan..in

Photo: youngisthan..in

Self-talk kita biasanya:

“Gila, CocaCola $3 = Rp.36,000″

atau

“Duh ini sayang banget ya 1 koin Euro = Rp16,000″ *menatap nanar ke koin karena kalo bawa pulang juga nggak bisa tukar ke Rupiah di money changer*

 

6. Kalau pamitan lama

Photo: michelephoenix.com

Photo: michelephoenix.com

Serius deh, entah berapa abad (lebay) waktu yang dibutuhkan untuk orang Indonesia pamitan. Ini terutama terjadi di antara sesama orang Indonesia atau at least dengan sesama orang Melayu.

Kalau pertemuan terjadi di rumah, biasanya pamit pertama dilakukan ketika masih duduk sambil siap-siap berdiri.

Trus sambil berdiri, lanjut ngobrol lagi.

Lalu sampai di depan pintu berhenti sambil pakai sepatu.. dan ngobrol lagi.

Lalu masuk ke mobil (atau jalan ke pagar buat yang naik kendaraan umum), berhenti —– dan ngobrol lagi!

OMG. Kalau mau pulang jam 6 sore, sebaiknya mulai pamit dari jam 4 deh. 😀

 

7. Ini yang terakhir, yang paling ultimate dan pasti dialami traveler Indonesia..

Setelah seminggu, kita jadi kangen nasi!

Duh, makan nggak pakai nasi rasanya kayak nggak makan. Seperti ada yang kurang. Lalu biasanya kita pun bergegas mencari Chinatown atau area yang menjual masakan Asia di kota tersebut – syukur-syukur kalau nemu Nasi Padang!

Photo: eatingasia.typepad.com

Photo: eatingasia.typepad.com

Comments

  1. aurelia
    aurelia | Posted on February 13, 2015 at 10:22 pm

    Mba ree.. Sumpah kocak banget #reesays edisi kali ini

  2. vivi
    vivi | Posted on February 14, 2015 at 12:31 pm

    indonesian traveler jg bisa ditandai dengan banyaknya foto diri dan beli pernak pernik kecil untuk oleh-oleh se-kelurahan :)

  3. Harini
    Harini | Posted on February 22, 2015 at 6:30 am

    Menghibur banget article nya mbak!! Sekarang kebiasaan buka sepatu ketika masuk rumah sudah mulai lho diadopsi sama orang barat. Kalau gak buka sepatu at least mereka tanya dulu sebelum duduk, sebaiknya saya buka sepatu apa tidak ya??
    *biasanya sih saya jawab, no worries santai aja mate!*

Leave a Reply