Tahun Baru Cina, Momen Berkumpul Bersama Keluarga

no Comment
Photo: yummymummyclub.ca

Photo: yummymummyclub.ca

Sembilan belas Februari 2015 merupakan awal yang baru bagi etnis Tionghoa. Pada hari ini semangat dan harapan baru dirayakan dengan riang gembira. Tahun Baru Cina atau Imlek, sebutan populernya, kali ini jatuh di tahun Kambing, yang disebut-sebut memiliki makna keberuntungan dan perdamaian, karena shio kambing merupakan lambang shio kedelapan (delapan dianggap angka keburuntungan karena melingkar tidak terputus, menggambarkan rejeki yang terus mengalir).

Di hari istimewa ini, ReeSays berkesempatan ngobrol dengan para sahabat tentang kebiasaan merayakan Imlek dan harapan untuk tahun ini.

 

Mei Gunawan

Mei wearing BelowCepek

Mei wearing BelowCepek

Teman-teman yang rajin mampir ke BelowCepek.com pasti familiar dengan wajahnya. Betul, Mei Guow (atau Gunawan dalam bahasa Indonesia) adalah salah satu model yang piawai berpose dengan manisnya.

Imlek buat Mei adalah saatnya berkumpul bersama keluarga. “Kami rata-rata sibuk jadi di tahun baru ini benar-benar meluangkan waktu untuk ketemu. Berhubung keluarga saya Kristen, maka kami nggak sembayang di wihara, meski kadang ke sana juga untuk mengunjungi keluarga yang Budha dan menyembayangkan abu Oma”.

Di tahun Kambing ini, Mei berharap untuk bisa lebih baik dari tahun lalu, lebih dekat dengan Tuhan dan berharap untuk memulai usaha sendiri.

“Sedangkan harapan buat Indonesia, saya berharap kita semua hidup rukun dan damai”. Amin.

 

Melissa Karim

photo 3

Nggak terhitung banyaknya kegiatan yang dijalani perempuan super aktif ini. Ia adalah TV presenter, MC, aktris, penulis dan executive producer sebuah program TV, yang entah bagaimana caranya masih sempat yoga (jago lagi!) dan rajin ikut lari marathon.

Imlek buat Melissa berarti good food dan family time dengan keluarga. “Dimulai dengan makan malam bersama di rumah Mama di malam sincia (malam tahun baru) dan dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah nenek untuk makan siang dan bertemu om, tante dan sepupu-sepupu”.

Sounds fun!

 

Edward Suhadi

photo 4

Buat yang suka fotografi dan penggiat media sosial, nama Edward Suhadi cukup dikenal. Ia adalah seorang fotografer tak biasa yang juga aktif di berbagai inisiatif bermisi baik. Karyanya ’60 Detik Buat Kamu Yang Masih Bingung’ yang dibuatnya di masa kampanye Pemilihan Presiden tahun lalu menginspirasi banyak orang.

Berhubung menurutnya Imlek tidak begitu ‘dirayakan’ di Jakarta, Edward mengenal tradisi-tradisi perayaan tahun baru ini justru setelah kakaknya menikah dengan seorang Tinghoa Jambi yang masih sangat merayakannya. “Dari keluarga ini saya belajar bahwa pada hari sebelum tahun baru, para wanita biasanya ‘habis-habisan’ di dapur. Belanja bahan makanan dari pagi dan seharian membuat masakan dengan penuh usaha dan cinta,” ujarnya. Di malam tahun baru, keluarga Edward makan malam bersama dan esok harinya keluarga berdatangan ke rumah kakek, nenek atau kakak tertua. Semacam open house. Persis seperti Lebaran. Lalu mereka yang sudah menikah harus memberi angpao ke yang belum menikah. “Jadi yang paling repot adalah kalau sudah menikah tapi belum punya momongan: Banyak pengeluaran tapi nggak ada pemasukan!” candanya.

Di luar anggapan bahwa Imlek selalu diharapkan menjadi awal dari keberuntungan dan kemakmuran, sama seperti Melissa, makna tahun baru ini bagi Edward lebih simple dan hangat. “Buat saya imlek adalah lebih merupakan momen untuk makan-makan enak dan menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.

Seru ya!

 

Happy Lunar New Year! Gong Xi Fa Chai.

Semoga tahun kambing kayu ini kita diberi berkah yang berlimpah dan kesempatan untuk meraih impian.

Leave a Reply