How to Spend Long Weekend in Kyoto & Osaka – Part 1

4 Comments

Yuhuuu! Buat yang follow Instagram saya, @rianaree, pasti tau ya kalau saya baru pulang dari Jepang?

Trip ini seru karena nggak terlalu direncanakan. Beberapa bulan yang lalu ada Garuda Travel Fair dan kebetulan bank sponsornya adalah BNI. Teman saya, Suhe, ngomporin untuk ikutan beli tiket karena ada promo harga tiket murah Rp 2,5 juta PP Jakarta-Osaka untuk 50 orang pertama. Dengan modal kartu kredit BNI saya dan gesitnya Suhe, kami dapat loh tiket itu! 😀 Akhirnya kami memutuskan kalau akan berangkat saat long weekend Idul Adha tahun ini.
Buat yang ikutin ReeSays, mungkin pernah baca kalau saya pernah ke Osaka dan Kyoto dengan ibu saya. Bedanya dengan trip kali ini, dulu saya pergi dengan tour group, sedangkan kali ini hanya berdua dan kami pergi ke tempat-tempat yang nggak saya kunjungi dulu. Pastinya trip kali ini lebih santai.

 

Hari pertama

Pagi ngantor dulu, tapi sudah bawa koper dari rumah. Lalu pergi ke airport jam 3 sore dan terbang dengan rute Jakarta – Denpasar (yang transit selama 4 jam, jadi kami bisa keluar dari airport dulu buat makan Ayam Betutu, hihi), trus lanjut ke Osaka.

Ayam Betutu di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Ayam Betutu di Bandara I Gusti Ngurah Rai

 

Hari kedua

Sampai di Osaka pagi hari, lalu langsung naik kereta Ke Kyoto, dengan muka bantal tentunyaa. 😀

Hello, Osaka. Good to see you again!

Hello, Osaka. Good to see you again!

Perjalanan itu makan waktu sekitar 1 jam. Sampai di Kyoto, kami makan siang sebenar di stasiun, sebelum lanjut ke hotel (di mana kami mau coba tidur ala Jepang yaitu tatami!).

Sampai Kyoto langsung lapar dan lunch set ini pas banget buat perut!

Sampai Kyoto langsung lapar dan lunch set ini pas banget buat perut!

Sampai di hotel, belum bisa check-in, ya udah kami titip tas aja, ganti baju dan langsung pergi ke tempat untuk dandan Geisha, tadinya hanya untuk ngecek reservation kita untuk besoknya, but lucky us, ternyata hari itu bisa masuk! Jadi langsung deh saya dan Suhe siap-siap mau jadi Geisha dan Samurai.
Selama proses menjadi Geisha, saya kagum banget dengan cara mereka masih menghormati dan menghargai profesi ini, seperti kita nggak boleh keluar dari tempat Itu masih dengan full makeup, maka semua pengunjung perempuan harus membawa makeup remover.
Paket yang kami ambil adalah pakaian, makeup, foto dan boleh Jalan-Jalan di area sekitar. Seru juga, ternyata saya bisa pakai bakiak sampai ada beberapa turis mau foto bareng karena dikira Geisha beneran, hihihi.

Geisha stories always fascinated me. Trying out this Maiko kimono was so fun. It has so many layers, not to mention the amazing makeup tradition!

Geisha stories always fascinate me. Trying out this Maiko kimono was so fun. It has so many layers, not to mention the amazing makeup tradition!

Walking around the neighborhood, part of the package we chose.

Walking around the neighborhood, part of the package we chose.

From where I stand: Tried Maiko dress and to walk with these sandals.

From where I stand: Tried Maiko dress and to walk with these sandals.

Setelah itu, kami balik ke hotel karena muka saya udah berantakan ya pasca ber-makeup Geisha. Kami masuk deh ke Ryokan. Lucu, pas masuk kamar nggak ada kasurnya. Jadi malam pas mau tidur baru di-setup.
Di hotel kami istirahat sebentar, mandi, dan malamnya jalan-jalan ke area Gion. Nah, di area ini beneran ada Geisha dan ada banyak banget restoran tersebar di mana-mana. Menu makan malam yang kami pilih adalah ramen.

A busy street in Gion. If you’re lucky, you can meet real Geisha here!

A busy street in Gion. If you’re lucky, you can meet real Geisha here!

Kamar sebelum tempat tidur disetup

Kamar sebelum tempat tidur disetup

Cara pakai yukata: Yang kanan di bawah yang kiri, karena kalau kanan di atas itu untuk orang meninggal. Tempat tidur nggak boleh menghadap ke utara karena alasan yang sama.

Cara pakai yukata: Yang kanan di bawah yang kiri, karena kalau kanan di atas itu untuk orang meninggal. Tempat tidur nggak boleh menghadap ke utara karena alasan yang sama.

Hari ketiga
Bangun tidur foto-foto dulu dengan kimono di depan Ryokan, ya kan?

Ohayo gozaimasu!

Ohayo gozaimasu!

In front of our Ryokan

In front of our Ryokan

Karena experience jadi Geisha sudah kami lakukan kemarin, kami punya banyak waktu untuk mengeksplor Kyoto. Kami pun beli daily pass bus seharga ¥500 dan memulai hari dengan jalan-jalan ke Arashiyama yang terkenal dengan hutan bambunya. Sampai sana, pastinya foto-foto, cobain makanan yang dijual sepanjang jalan, trus makan siang, deh.

Nishi Hongwanji Temple

Nishi Hongwanji Temple

Beautiful bamboo grove!

Beautiful bamboo grove!

Kimono Forest di sekitar Station Arashimaya. Lucu deh, satu jalan ini dikelilingi tori-tori dengan motif-motif kimono.

Kimono Forest di sekitar Station Arashimaya. Lucu deh, satu jalan ini dikelilingi tori-tori dengan motif-motif kimono.

Papan-papan kecil itu isinya wishes dari berbagai negara

Papan-papan kecil itu isinya wishes dari berbagai negara

Setelah itu, kami naik bus dengan rencana mau pulang tapi di jalan lihat ada sungai lucu, langsung deh berhenti dulu karena penasaran. Akhirnya di sana kami juga mencoba naik becak yang ditarik orang . Asli, yang narik ya badannya sekel banget. Untuk rute yang paling dekat, tarifnya ¥4000, keliling selama 15 menit. Nah, gara-gara naik becak ini kami lihat kalau di situ juga bisa naik sampan. Jadilah kami berdua bersampan ria ala film-film gitu.

Penarik becak kami namanya Yuki. Orangnya happy dan entertaining banget. Liat aja gayanya, nggak kayak abis narik becak, kan?

Penarik becak kami namanya Yuki. Orangnya happy dan entertaining banget. Liat aja gayanya, nggak kayak abis narik becak, kan?

Blue sky and good laugher with a best friend make everything so right

Blue sky and good laugher with a best friend make everything so right

Naik sampan di dekat Arashiyama Park. Liat deh view-nya. Cantik, ya?

Naik sampan di dekat Arashiyama Park. Liat deh view-nya. Cantik, ya?

Selesai semuanya, kami kembali ke Ryokan untuk mandi dan ganti baju. Malamnya, kami makan di mall yang terletak dekat Stasiun Kyoto. Ada restoran yang panjang banget antriannya dan akhirnya kami makan di situ.

Akhirnya makan setelah antri panjang

Akhirnya makan setelah antri panjang

Pulangnya, karena Kyoto itu kota yang nggak terlalu sibuk, kami sudah kehabisan bus. Akhirnya jalan kaki, deh. Malamnya kami tidur, recharge energi buat besok ke Osaka. Nggak sabar mau lihat Hogwarts!

Tunggu kelanjutan ceritanya, yaa.

Comments

  1. 10 Places to Eat in Kyoto and Osaka | ReeSays
    10 Places to Eat in Kyoto and Osaka | ReeSays | Posted on September 15, 2016 at 4:16 am

    […] yang berencana mau ke Kyoto dan Osaka setelah baca cerita saya (hihi, kompor ya), ini beberapa tempat makan yang saya coba yang bisa […]

  2. How to Spend Long Weekend in Kyoto & Osaka – Part 2 | ReeSays
    How to Spend Long Weekend in Kyoto & Osaka – Part 2 | ReeSays | Posted on September 23, 2016 at 5:12 am

    […] baca cerita saya long weekend-an di Kyoto dan Osaka bagian pertama? Yuk, kita […]

  3. Agnes
    Agnes | Posted on October 5, 2017 at 5:50 pm

    Hai Mbak Ree..

    Salam kenal yah..

    Mau nanya waktu di Kyoto nginepnya di ryokan apa yah? Saya juga lagi nyari penginapan model ryokan. Thanks.

    Regards,
    Agnes

Leave a Reply