How to Celebrate The Last Year of Your Thirties

one Comment

Awal bulan ini saya merayakan hari jadi yang ke-39.

Yup, I’m officially 39 and I’m proud of it.

Setiap tahun saya membuat tradisi untuk selalu pergi di minggu ulang tahun saya (kecuali tahun lalu karena pas banget dengan Konser Dua Jari, nggak mungkin ada lagi kan yaaa?)

Nah, tahun ini saya memilih untuk pergi ke Ubud, Bali, dan menghabiskan waktu di sana. Siapa tau teman-teman punya rencana yang sama, catatan di bawah ini bisa jadi referensi.

Day 1

– Berangkat dari Jakarta dengan penerbangan kedua supaya sampai Bali masih pagi dan pas buat lunch.

My sleepy (but very excited) face on the plane to Bali

My sleepy (but very excited) face on the plane to Bali

– Di sana sewa mobil ½ hari dari Golden Bird yang ada di airport (enak, nggak pakai ribet dan sudah termasuk supir dan bensin)

– Jalan menuju Seminyak untuk ngopi sebentar di Whale & Co. I needed coffee after the morning flight.

First thing I did: Getting my coffee at my favorite place.

First thing I did: Getting my coffee at my favorite place.

– Lanjut ke tempat yang lucu namanya SooSantai di Jl. Sunset Road untuk beli outdoor bean bag dan end up dengan beberapa teman nitip minta beliin juga gara-gara lihat post saya, hihi.

So tempted to buy these cute bean bags for our pool!

So tempted to buy these cute bean bags for our pool!

– Setelah itu kelaperan pastinya. Langsung menuju Nasi Ayam Kedewatan di Seminyak dan makan siang dengan sukses.

– Setelah makan, mampir sebentar di beberapa toko di sepanjang Seminyak untuk lihat-lihat aja, tadinya, tapi lalu gagal dan akhirnya saya berakhir dengan membeli 1 bikini lucu. 😀

– Akhirnya ketemuan dengan mobil yang akan mengantar saya ke Alila Ubud dan mulai deh perjalanan ke Ubud di sore hari.

– Sampai di Alila Ubud, saya menginap di villa baru mereka, Terrace Tree Villa. Villanya luas dan yang asik memang terlihat seperti menggantung dan yang bikin mata berbinar-binar adalah villanya dikelilingi pepohonan. Seger banget deh dilihatnya.

My crib for two days in Ubud.

My crib for two days in Ubud.

– Malamnya saya dinner di restoran mereka yang baru direnovasi, yang berlokasi dekat dengan kolam renang dan OMG.. Ubud dingin banget! Untung staff hotel punya syal yang saya bisa pinjam karena saking kedinginannya.

Alila Ubud’s new renovated restaurant

Alila Ubud’s new renovated restaurant

 

Day 2

– Namanya juga liburan, bangun siang pastinya, tapi pas keluar lihat pemandangan pohon dengan suara burung tuh rasanya adem banget.

– Karena malas dandan, saya breakfast di villa aja tapi makannya di terrace. Duh kalo lagi kayak gini rasanya nggak mau balik ke Jakarta, paham kan?

– Late lunch saya coba ke menjelajah area Ubud dan kaget banget lihat betapa ramainya Ubud sekarang!

– Kenyang, pastinya saya akan cari tempat kopi enak dan ketemu Seniman, tempat ngopi di Jl. Sri Wedari. The coffee is sooo good, plus dikasih kue pisang. Nggak mahal pula. Definitely a must coffee place in Ubud.

Seniman’s good coffee made my birthday even better

Seniman’s good coffee made my birthday even better

– Jalan-jalan lihat toko antik dan surprisingly ketemu banyak toko yang jual kain-kain tenun dari yang baru sampai yang vintage dan unik. Serunya!

– Balik ke hotel karena mau leyeh-leyeh di kolam renang sambil baca buku dan lihat sunset. Such a beautiful feeling.

Relaxing at the pool. A perfect way to celebrate 39th birthday.

Relaxing at the pool. A perfect way to celebrate 39th birthday.

Enjoying sunset in Ubud

Enjoying sunset in Ubud.

And look at what I found when I came back to my room: Beautiful pink roses from one of my best friends!

And look at what I found when I came back to my room: Beautiful pink roses from one of my best friends!

– Special dinner karena hari ini saya ulang tahun.. yaay! So I had a good dinner in the hotel — dan semua makanannya enaaak.

 

Day 3

– Again, bangun siang. Ya namanya juga liburan yaa. Lalu breakfast di villa aja.

– Hari ini nggak bisa pulang karena ternyata airport sedang ditutup karena ada kebakaran di airport Jakarta yang membuat banyak pesawat delay. Karena saya malas harus nunggu di airport (alasan), akhirnya saya extend di Bali 1 malam lagi. Yeaay! Tapi saya putuskan untuk pindah tempat dan akhirnya harus say goodbye dulu dengan Alila Ubud. I’ll definitely come back.

I'm gonna miss you, Ubud!

I’m gonna miss you, Ubud!

– Sebelum turun dari Ubud, saya nyobain restoran Hujan Locale yang menyajikan fresh ingredients dan memang ternyata enaak banget, walaupun dari segi harga a bit pricey untuk Ubud. Beres dari sana, karena tinggal jalan kaki, saya balik lagi ke Seniman untuk ngopi sebentar.

Ayam tangkap di Hujan Locale. So good and tender

Ayam tangkap di Hujan Locale. So good and tender.

– Sudah kenyang, turun deh kita menuju ke hotel berikutnya yaitu Alila Villa Uluwatu (a place that I called my second home).

– Niatnya sebelum sampai hotel mau mampir di Soto Babat di Pasar Kuta link tapi ternyata mereka lagi tutup karena ada upacara :( Yah, nggak rejeki deh. Jadi malamnya saya makan lagi di hotel.

 

Day 4

– Another day with no reason to wake up early, haha. Untung saya dapat pesawatnya agak malam jadi bisa dapat leyeh-leyeh 1 hari lagi.

– Kalau kemarin pemandangannya hutan, hari ini di Alila Villa Uluwatu saya dapat langit dan laut biru. Bali was so gorgeous that day.

– Setengah hari saya habiskan untuk breakfast dan berenang di main pool sebelum akhirnya harus packing dan check-out dari hotel.

At Alila Villa Uluwatu. Enjoying an extra day in Bali.

At Alila Villa Uluwatu. Enjoying an extra day in Bali.

– Turun dan balik ke area Seminyak lagi untuk lihat beberapa toko interior sampai akhirnya kelaparan dan makan di Biku. Their Thai Fish Cake salad is to die for!

Biku’s fish cake salad is seriously yummy!

Biku’s fish cake salad is seriously yummy!

– Di sana, saya iseng google tempat kopi enak apa dekat situ dan ternyata ada tempat kopi kecil di pinggir jalan bernama Revolver Espresso Boutique. That place also worth coming back for.

Revolver Espresso Boutique’s cappuccino. I guess it's safe to assume that I really love coffee, haha.  ☺

Revolver Espresso Boutique’s cappuccino. I guess it’s safe to assume that I really love coffee, haha. ☺

– After, it was time to face the reality alias akhirnya harus pulang juga deh. Tapi saya senang karena dapat pesawat Garuda Indonesia yang Boeing 777-300ER. Ihiy, Denpasar-Jakarta rasa Eropa!

Time to go home!

Time to go home!

 

In summary, age is only a number but with that number comes with a lot of responsibility. This year I made myself a birthday resolution: I want to be the best version of me. #39And Fabulous!

 

Comments

  1. Kaleidoskop 2015: 7 Destinasi Liburan Yang Wajib Dikunjungi | ReeSays

    […] Buat yang mau splurging (hey, you deserve it!): Udah paling bener ke Alila Ubud kalau ingin dikelilingi alam yang hijau atau ke Alila Villa Uluwatu kalau mau dikelilingi… […]

Leave a Reply