Hari Ibu: Nasihat Paling Berharga untuk Anak

no Comment

“Kasih ibu, kepada beta

tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia.”

Sudah lama banget ya kita nggak dengar lagu itu? Biasanya dulu sering kita nyanyikan di sekolah saat masih kecil. Sekarang setelah kita dewasa, apalagi kalau sudah punya anak, dengar lagu itu lagi rasanya nyes, ya. Liriknya itu loh bener banget. Cinta seorang ibu memang unconditional. Mulai dari asuhan sampai wejangan, semua diberikan oleh ibu kita dulu untuk mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang. Hal yang sama pun akhirnya kita berikan ke putra-putri kita dengan berjuta harapan yang terbaik untuk mereka. Apa saja nasihat ibu yang masih diingat dan sangat bermanfaat? Nasihat apa yang akan diturunkan ke anak-anak?

Di Hari Ibu yang istimewa ini, ReeSays ngobrol dengan beberapa ibu soal nasihat paling berharga yang akan diberikan ke anak perempuan mereka.

Meira Anastasia – Ibu, Penulis

IMG_6492

“Dear Sky. Menjadi cantik bukan berarti harus berambut panjang, bertubuh tinggi semampai, atau berkulit terang seperti di iklan-iklan. Cantik tidak berarti sama. Cantik tidak harus seragam. Cantik yang sebenarnya adalah ketika kamu mengenal tubuhmu dan berdamai dengan semua yang kamu miliki. Kalaupun kamu ingin beruba, lakukan untuk dirimu sendiri, bukan untuk menyenangkan orang lain. Karena untuk Mama, kamu sudah sempurna apa adanya.”

 

Fitri Noeriman – Ibu, Wiraswasta

IMG_6491

Nasihat yang selalu saya ulang setiap hari ke anak-anak adalah untuk mereka berbuat baik, sama Allah dan sama semua mahluk Tuhan. Setiap malam saat kumpul keluarga, saya selalu tanya, “Berbuat baik apa hari ini?”

Kalau nasihat yang hubungannya sama anak-anak sebagai perempuan, baru saya kasih ke anak pertama (11 tahun). Saya bilang, “Jadi diri sendiri. Harus punya pendirian sendiri dan jangan gampang terbawa omongan teman.” Dalam konteks teman laki-laki, “Pastikan mereka suka dengan kita apa adanya. Nggak menuntut harus kurus, berambut panjang, berkulit putih, dan lain-lain.”

 

Masfilianda Muliani – Ibu, Entrepreneur Travel dan F&B

IMG_6490

Nasihat ini sebenarnya bukan hanya untuk anak perempuan sih, tapi kebetulan anak saya memang perempuan semua. Saya ajarkan mereka untuk selalu jujur, mandiri dan tidak bergantung sama orang lain. Hal sederhana yang saya terapkan di rumah misalnya dengan membiasakan diri mencuci peralatan makan dan gelas setelah selesai menggunakan. Walaupun di rumah ada ART yang membantu, tapi untuk hal-hal kecil, mereka bisa kerjakan sendiri dengan supervisi orang dewasa yang ada di rumah.

 

Yulia Indriati – Ibu, Penggiat Keluarga Kita

yulia

“Buat N & N,

Merdekakan dirimu dari cara pandang tentang cantik yang dibangun oleh layar-layar penuh lampu di media sosial dan papan iklan di jalanan. 

Kebahagiaan tidak datang tiap hari, perempuan yang pintar mencukupkan dirinya dengan kebahagiaan yang diusahakannya.

Menjadi bermanfaat itu harus, tapi tidak selalu mudah. Tak jarang jalannya sepi sekali. Ada yang memuji, tak sedikit yang mencibir. Selama jujur pada diri, jalan terus.

Terbang tinggi ya, jadi dirimu sendiri.”

 

Iris Triranti – Ibu, Credit Analyst

IMG_6488

Don’t ever be afraid of trying something new, whatever it is. There’s no such thing as failure. In fact, “failure” is a process. It’s essential to learning. 

Buat saya penting untuk sampaikan hal ini ke anak karena berkaca pada diri sendiri. Saya suka takut salah dan nggak selalu percaya diri, sehingga banyak melewatkan kesempatan berharga. Saya belajar bahwa bila lebih berani mencoba sesuatu, hidup mungkin lebih fulfilling.

 

 

Terima kasih sudah mengingatkan akan besarnya cinta seorang ibu, teman-teman. Selamat Hari Ibu buat semua ibu di Indonesia!

Leave a Reply