8 Cerita #BaladaEntrepreneur: Hal Paling Nyebelin dalam Menjalankan Bisnis

no Comment

Bertepatan dengan Hari Entrepreneur yang jatuh pada tanggal 21 November kemarin, rasanya pas banget kalau saya bikin artikel yang isinya curhatan #baladaentrepreneur versi tanpa sensor, biar kamu yang tadinya tertarik untuk beli buku dengan judul “Cara Singkat Menjadi Entrepreneur” atau “Cara Mudah Memulai Bisnis”, jadi berpikir dua kali, hehehe. Kenapa? Karena menjadi entrepreneur tidaklah semudah dan seindah yang dibayangkan. Buat saya, hal yang paling nyebelin adalah kalau melihat staff merusak barang atau produk yang ada di kantor. Kan belinya pakai duit dan itu duit gueee. Tapi balik lagi, kenapa saya mau jadi entrepreneur? Jawabannya adalah motivasi personal: karena ide gila ini cuma saya yang bisa kerjain. Saya yang harus bikin ide-ide di kepala ini kejadian yaitu dengan menjadi entrepreneur, nggak ada jalan lain.

Gimana dengan teman-teman entrepreneur lainnya? Saya menanyakan 2 pertanyaan yang sama ke 6 pemilik bisnis, baik yang sudah memulai bisnisnya sejak lama, maupun yang masih baru:

1. Apa hal yang paling nyebelin selama jadi entrepreneur atau punya bisnis?

2. Kenapa mau jadi entrepreneur atau punya bisnis?

Ini jawaban mereka:

Nirasha Darusman – Crunchy Leaf

nira

Hal yang paling nyebelin: Sebenernya bukan nyebelin, tapi lebih ke ngagetin. Hal yang bikin saya kaget setelah hampir 3 tahun punya bisnis sendiri adalah level of stress yang luar biasa tinggi dan sangat fluktuatif. Ketika masih jadi karyawan, saya dulu sempet berpikir, kalau punya bisnis sendiri, mungkin saja tingkat stress menjadi lebih rendah atau berkurang karena kita melakukan apa yang kita suka, dengan cara kita, dan sesuai dengan aturan yang kita mau. Itu memang benar, tapi ternyata stress itu datang dari hal-hal lain, seperti ketika karyawan tidak bisa melakukan pekerjaan sesuai yang kita inginkan, ketika target penjualan kita tidak tercapai, ketika akhir bulan dan tibalah waktu untuk membayar gaji karyawan, dan ketika karyawan tiba-tiba ingin berhenti bekerja karena alasan yang sepele.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Saya ingin membantu orang-orang yang ingin makan sehat, tapi nggak mau ribet, nggak perlu mahal, serta banyak pilihan. Hal ini juga diimbangi dengan kenyataan bahwa peluang menjual makanan sehat cukup tinggi seiring dengan semakin sadarnya orang untuk menjaga kesehatan sejak dini.

 

Ersa Mayori – Nachos Tutup Merah

ersa

Hal yang paling nyebelin: Saat penjualan turun atau tiba-tiba banyak pengeluaran, sedangkan karyawan harus tetap gajian dong, akhirnya kita deh yang nggak gajian. Bisa jadi malah nyetor! 😀

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Senang ada tantangan baru dan punya kesempatan untuk belajar banyak hal. Selain itu, yang bikin bahagia, kita jadi membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat untuk orang lain.

 

 

 

Novi Susanti – The Theme

novi

Hal yang paling nyebelin: Partner kolaborasi project yang nggak profesional dan cooperative. Tapi hal ini bikin kita belajar bahwa dunia bisnis memaksa kita untuk lebih tegas dan “work smart” untuk bisa bertahan.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Karena saya bisa mengatur waktu bekerja dan pribadi. Bagi saya penting untuk bisa berpenghasilan tanpa harus kehilangan waktu bersama keluarga. Selain itu, saya memang suka tantangan.

 

Monica Christasia – BLP Beauty

monica

Hal yang paling nyebelin: Dipandang sebelah mata, terutama oleh mereka yang nggak aware dengan media sosial atau perkembangan local beauty brand saat ini. Selain itu, sebagai entrepreneur kita juga mau nggak mau harus terjun langsung dari hal yang paling remeh temeh seperti ngangkut kardus saat mau event, sampai perkara besar seperti meeting dengan investor, supplier, dll.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Saya dan Lizzie (partner di BLP) melihat peluang dan kami memiliki sumber daya untuk membangun bisnis ini menjadi lebih besar. Nggak hanya itu, dengan menjalankan bisnis sendiri, seluruh ide dan inspirasi kami bisa langsung tertuang dalam bentuk produk dan strategi perusahaan, tanpa harus menunggu persetujuan pihak lain. Dari segi membagi waktu dengan keluarga juga lebih fleksibel.

 

Ngai Marnova – Marnova Shoes

nova

Hal yang paling nyebelin: Jika keluarga nggak memberi dukungan yang positif.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Karena saya bisa berkreasi dan menciptakan produk sesuai dengan selera. Selain itu, juga menjadi berkat buat pegawai-pegawai kami.

 

 

 

 

 

Francy Tanumihardja – Ceritera

francy

Hal yang paling nyebelin: Klien telat bayar padahal proses produksi dan delivery project sudah kita selesaikan. Juga ada masa-masanya cuma bisa nangis doang karena sudah dekat waktu gajian tapi duit di rekening nggak cukup (untungnya lalu ada transferan masuk dari klien). Selain itu, nyebelin juga kalau klien punya banyak ekspektasi dan revisi padahal deadline mepet dan budget minim. Satu lagi, saat hasil karya Ceritera diubah oleh klien supaya hasilnya lebih hardselling, padahal kita melihatnya jadi “maksa”.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Mendampingi suami saya, Edward Suhadi, menjalankan visi “making the world a better place, one great story at a time”.

 

Nana Premanasari – Omah Jahit Nana

IMG_6169

Hal yang paling nyebelin: Kalau pegawai atau penjahitnya sudah pintar tapi dia harus keluar atau berhenti, dan cari penggantinya susah bener.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Karena ingin punya kesibukan yang positif dan karena kita bisa lebih fleksibel mengatur waktu kerja. Penghasilannya lumayan bisa buat nambah beli makeup, sepatu atau tas tanpa harus ganggu uang dari suami.

 

 

 

Arie Octaviani – HelloMotion

IMG_6170Hal yang paling nyebelin: Paling nyebelin kalau kita lagi memupuk talent buat satu tanggung jawab atau posisi tertentu, dia resign. Padahal kan kita sudah investasi waktu dan tenaga. Hal nyebelin lainnya adalah jenis klien yang hanya mau dimengerti tanpa mau tahu di pihak kami sudah ada prosedurnya.

Kenapa mau jadi entrepreneur/punya bisnis: Seperti yang dituangkan dalam buku saya dan suami yang berjudul HelloMotion Couple (hihi, promosi dikit), awalnya saya terjun karena concern sama suami yang punya usaha tapi uangnya seret, padahal potensinya banyak. Akhirnya setelah saya gabung, suami fokus di bagian kreatif, saya CEO. Alasan kami masih menjalankan bisnis ini sampai sekarang adalah karena berkarya di usaha sendiri lebih menyenangkan dan ilmu tentang kehidupan juga dapat banyak.

 

Semoga testimonial di atas bisa menjadi pertimbangan saat mau memulai bisnis, ya. Bahwa ingin kaya dan ingin hidup lebih nyantai bukanlah alasan yang kuat untuk menjadi entrepreneur karena kalau itu niatnya, kamu pasti kecewa dan bisnis nggak akan bertahan lama.

“Entrepreneurs don’t finish when we are tired. We finish when we are done.”

– Robert T. Kiyosaki

Leave a Reply