Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 3

no Comment

Here it is, the last part of my Europe trip story.

Buat yang kemarin-kemarin ketinggalan, saya berlibur ke 7 kota di Eropa selama 18 hari di akhir tahun kemarin, ceritanya dalam rangka merayakan detik-detik pergantian tahun yang berarti saya akan memasuki dekade ke-4 hidup ini.

I had a great time! Saya pergi sama 2 orang sahabat, Suhe dan Yudy. Namanya perjalanan panjang, drama pastinya nggak bisa dihindari ya. Yudy sempat kehilangan tasnya di Stockholm (baca tips kalau tas kamu hilang di perjalanan!) sehingga kami nggak jadi ke Kroasia dan Bosnia karena bukan negara Schengen, tapi kami tetap bisa menikmati sisa perjalanan dengan happy. Hidup mah jangan dibawa susah. 😀

So let’s continue our journey!

Day 13: Salerno – Pompeii

Another morning trip, ready to explore another city. Hari ini kami akan menjelajah Pompeii yang dikenal sebagai The Lost City. Untuk sampai ke Pompeii, kami naik kereta dari Salerno – Napoli – Pompeii.

IMG_9631

At Sacevi di Pompeii, Unesco World Heritage site.

At Scavi di Pompeii, Unesco World Heritage site.

 Kota ini adalah kota yang dilindungi karena merupakan salah satu situs Unesco World Heritage. Konon kabarnya, Pompeii ini pernah tertutup abu vulkanik selama 1500 tahun, sebelum akhirnya ditemukan kembali.

Pompeii, The Lost City. A must-visit place in Europe.

Pompeii, The Lost City. A must-visit place in Europe.

Nah di sini karena kita baru merasakan naik kereta yang dipakai hanya untuk trip lokal, berasa banget keretanya sudah tua dan vibe-nya ‘lokal’ banget gitu loh, dan pastinya banyak copetnya. Jadi kalau ke sini hati-hati ya dengan tas, kamera dan dompet.

Malamnya kami kembali ke Salerno dan menikmati Christmas spirit di kota itu.

 

Day 14: Napoli

So we say goodbye to Salerno dan menuju ke Napoli naik kereta untuk bisa malam tahun baruan di square yang konon kabarnya punya pertunjukan firework terbesar di Italia.

Sampai di Napoli, kami tinggal di studio apartment AirBnB yang kecil banget, nggak papa deh, sekali-sekali ;D Yang nyebelin itu adalah Indonesia dan Italia itu bedanya 6 jam. Jadi sejak jam 6 sore kita udah sibuk happy new year-an dengan keluarga dan teman-teman di Indonesia, tapi masih harus nunggu 6 jam lagi untuk bisa merayakan tahun baru di Italia. Hahaha, faktur U memang gak bohong yaa. Ngantuk ciinn.

Enjoying walking around Napoli before the streets are full of thousands of people for the New Year celebration

Enjoying walking around Napoli before the streets are full of thousands of people for the New Year celebration

Tapi pastinya hari itu kami habiskan dengan jalan-jalan kota Napoli yang menurut saya kotanya nggak terlalu cantik dibanding kota-kota di Italia lainnya yang sudah saya datangi. Kotor gitu.

And finally, it’s New Year! Ada panggung besar banget dengan penyanyi Italia pastinya, dan semua orang bawa champagne dan gelas masing-masing. Saya dapat juga gratisan dari salah satu orang lokal yang berdiri dekat kita, hihi.

Celebrating New Years with Napolians!

Celebrating New Years with Napolians!

Tapi pas lihat kembang apinya, well yang biasanya ada di Bundaran HI lebih dahsyat sih. 😀

Tips: Di kota ini, pastinya harus mencoba pizza Napoli dan minum-minum cantik di Gran Caffé Gambrinus yang merupakan café legendaris sejak tahun 1860.

Our afternoon meal at Gran Caffee Gambrinus. Tempat ini sudah eksis sejak tahun 1860 loh.

Our afternoon meal at Gran Caffee Gambrinus

 

Day 15: Napoli – Amsterdam – Brussel

Di hari ke-15 ini, kami harus pisah lagi dengan teman saya Suhe karena dia akan ke Roma, sedangkan saya dan Yudi balik ke Amsterdam. Dari Napoli ke Amsterdam naik pesawat pagi karena kita mau ke Brussel sorenya naik kereta.

So, sampai Amsterdam, kami taruh barang di apartemen teman saya dan langsung ke stasiun kereta menuju Brussel yang makan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Sampai sana, pas banget jam makan malam dan kami pun jalan-jalan di kota yang ternyata kalau malam cantik banget karena masih ada Christmas spirit.

Beautiful Brussels

Beautiful Brussels

Tips: Jangan kelewatan untuk melihat Manneken Pis yang merupakan landmark dari kota Brussels dan meraba patung “Mayor of Brussels – Evrard t’Serclaes untuk keberuntungan.

The most famous little man in Belgium, haha.

Manneken Pis, the most famous little man in Belgium.

 

Day 16: Brussel, Belgium

Shop like there’s no tomorrow! Hahaha yup, kami memang pergi ke Brussel karena mengincar beberapa barang. Ternyata yang kami cari ada, trus harganya beda jauh banget dengan Jakarta. Bedanya bisa 3–5 juta loh, Happy deh di situ, seandainya saya bisa cetak Euro, hahaha.

City strolling before shopping

City strolling before shopping

You can also explore Brussels with these cute bikes

You can also explore Brussels with these cute bikes

Europe cities are known for their beautiful and fun hidden pathways. This is one of them.

Europe cities are known for their beautiful and fun hidden pathways. This is one of them.

Di Brussel, pastinya dong nggak lupa harus beli Belgium Chocolate yang terkenal itu. Salah satunya adalah Pierre Marcolini.

Check out these cute Belgian chocolates!

Check out these cute Belgian chocolates!

Oh ya, selama di Brussel kami tinggal di The Hotel, yang lokasinya sangat strategis, alias belok kiri dan belok kanan tok dari toko Hermes, Louboutin dan Chanel. Iya, itu semua satu deretan dengan hotelnya. :)

At Louboutin store. Feels like home, haha!

At Louboutin store. Feels like home, haha!

 

Day 17: Amsterdam

Hari ini saya janjian dengan fotografer dari Sweet Escape untuk foto-foto di sekitar kota Amsterdam. Jadi nih ya, kebetulan saya baru tau ada yang namanya holiday photography. Nah mumpung lagi liburan, saya coba deh biar tau gimana rasanya jadi blogger-blogger tenar itu, yang kemana-mana ada ‘fotografer’ yang ikut.

Exploring Amsterdam with Sweet Escape. Seru juga!

Exploring Amsterdam with Sweet Escape. Seru juga!

Setelah selesai foto, saya terusin dengan another shopping! 😀 Kenapa begitu? Karena saya nggak berani shopping di kota-kota sebelumnya. Selain takut koper nggak muat dan berat, juga takut uang nggak cukup karena masih panjang perjalanan.

Tips: Untuk penggemar sepatu, harus ke Shoebaloo yang letaknya Leidsestraat 8-10 (kalau orang Indonesia di sana bilangnya “sebelah gang banci”, haha). Di sana kita bisa dapatkan sepatu yang di butiknya sudah tidak ada , ataupun dengan harga yang lebih murah karena diskon.

 

Day 18: Amsterdam – Jakarta

It’s the end of our journey. Berasa kayak Amazing Race, deh. Asli, nggak pernah saya melakukan perjalanan sepanjang ini dan mengunjungi tempat sebanyak ini. But this trip is special because I did it to celebrate the last year of my 30s and I think I did it in a fab way.

Tips: Pastikan kamu bawa baju dan sepatu ganti sewaktu kamu sampai Jakarta, karena winter clothes dan sepatu boot pas sampai di Soekarno-Hatta itu bisa bikin darting alias darah tinggi karena lama nungguin bagasi karena kepanasan. Huft.

Sampai di Jakarta, ganti outfit winter dengan comfy dress dan sneakers. A fun way to end a fun trip!

Sampai di Jakarta, ganti outfit winter dengan comfy dress dan sneakers. A fun way to end a fun trip!

 

Buat yang mau baca bagian liburan saya di Amsterdam, Glasgow, Edinburgh dan Zurich, ada di sini, sedangkan episode Engelberg, Roma, Salerno, dan Amalfi bisa dibaca di sini.

Leave a Reply