Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 2

no Comment

Setelah minggu lalu saya cerita awal perjalanan ke Eropa, tepatnya ke Amsterdam, Glasgow, Edinburgh dan Zurich, sekarang saya lanjutkan dengan cerita di kota-kota lain di Swiss dan Italia.

Day 7: Engelberg, Switzerland

Well, karena saya dan Yudy nggak jadi ke Kroasia & Bosnia, sementara Suhe tetap melanjutkan perjalanan ke 2 negara tersebut, akhirnya memodifikasi perjalanan dengan menginap di area pegunungan di Engelberg selama 1 malam. Kami menitipkan koper besar di hotel dan hanya bawa 1 cabin luggage. Segala acara penitipan beres, kami pun berangkat naik kereta.

Waiting for the train that will take us to Engelberg. White Christmas, here we come!

Waiting for the train that will take us to Engelberg. White Christmas, here we come!

Pastinya sepanjang perjalanan mata kami terbelalak melihat pemandangan yang cantik banget. Asli, kayak yang ada di postcard!

Kami sampai di sana sudah agak sore tapi bertekad untuk langsung ke Mount Titlis. Di kota kecil itu, kami naik bis yang gratis menuju cable car station yang akan membawa kami ke gunung. Sesampainya di sana, nggak bisa disembunyikan deh senyum lebar saya.. Snow everywhere just like cake frosting! Seneng banget rasanya, meski karena saya nggak pakai sepatu yang cocok, agak susah berjalan di salju.

Can you believe how beautiful this view is?

Can you believe how beautiful this view is?

Greetings from 10.000 feet high!

Greetings from 10.000 feet high! 

Malamnya kami Christmas eve dinner dan ngobrol-ngobrol dengan orang hotel yang katanya salju sebegitu sih belum apa-apa, masih akan ada banyak lagi nanti. Oemji, kebayang nggak sih? Segitu aja udah banyak banget buat saya. Tapi katanya, kalau salju sudah banyak, jalanan pasti tertutup salju setinggi 1 meter!

Malam itu, saya pun tidur dengan nyenyak di Spannort Hotel yang cozy ini.

Looks warm and comfortable, right?

Looks warm and comfortable, right?

Tips: Kalau bosan di kamar, kita bisa duduk-duduk di lobby. Yang bikin saya senyum adalah sewaktu saya lihat ada yang namanya Honesty Bar. Jadi tamu bisa ambil dari bar tersebut dan secara jujur membayar ke resepsionis. Lucu kan?

 

Day 8: Engelberg – Zurich

It’s Christmas day and I have my white Christmas! Woohoo! Walaupun nggak direncanakan, but everything just turned out so right!

Karena hari itu harus check-out, kami titipkan lagi tas dan jalan lagi ke gunung. kali ini dengan menyewa sepatu yang cocok. Asli, beda banget rasanya. Mantep gitu dan kami bisa jalan jauh untuk bisa menjelahah gunung bersalju. Pastinya saymounta akan balik lagi untuk belajar ski. But for now, foto-foto aja duluuu.

Walking up the mountain. Can’t stop smiling all the way!

Walking up the mountain. Can’t stop smiling all the way!

Enjoying the snow with my good friend, Yudy.

Enjoying the snow with my good friend, Yudy.

Tips: Sewa sepatu yang cocok untuk menjelajah salju biar kita bisa jalan dengan lebih aman dan nyaman. Untuk perempuan, jangan bawa tas yang ribet, nanti malah jadi nggak bisa menikmati pemandangan. Jangan lupa pakai sunblock ya. Walaupun dingin, itu matahari deket banget loh!

 

Day 9: Zurich – Rome

Bye Bye Zurich! Now let’s go to Rome, Italy. Pas sampai di sana, ada yang lucu deh. Hotel kami letaknya di tengah-tengah area yang hits, tapi hotelnya nggak keliatan dari luar. Yang keliatan cuma kayak pintu kayu dengan security code. Setelah kami bel dan telepon, ada petugas dari datang dan mengajarkan cara buka pintu dan cara pakai security card. Pas sampai di hotel, resepsionisnya pun cuma muncul di layar aja, jadi virtual receptionist gitu. Lucu juga ngomong sama TV, haha.

Ini dia sang resepsionis yang menyambut kami.

Ini dia sang resepsionis yang menyambut kami.

Our room in Rome.

Our room in Rome.

Setelah selesai check-in, kami pun jalan-jalan keluar hotel mencari makan dan dari yang saya lihat, semua orang bawa anjing! I think dog is like a fashion item for them. Seriously cute!

Tips:

1. Kalau mau jalan kaki ke mana-mana, kamu bisa tinggal di area Spanish Steps (Piazza di Spagna) atau area Via del Corso dan sekitarnya. Itu semua area shopping dan juga area turis (di mana terdapat tourist attraction seperti Trevi Fountain dan Spanish Steps tadi).

2. Di Italia, hati-hati dengan tas dan dompet ya karena copetnya sangat banyak dan lihai!

 

Day 10: Vatican City

It was the last Sunday of 2015 and I was very lucky to have the pope leading the Sunday service. Walaupun saya nggak ngerti dia ngomong apa (karena pakai bahasa Itali), tapi rasanya keren banget bisa ikut melambaikan tangan ke pope.

vatican

Saat mau masuk Vatican, pastinya kami diperiksa ulang seperti kayak mau masuk ke pesawat. Di dalamnya, mata kita akan terbelalak melihat karya seni dari Michael Angelo. Yang jelas di Roma nggak ada gereja yang biasa-biasa aja deh. Semuanya cantik-cantik banget dan selalu buka.

vatican church

The great altar in the church

The great altar in the church

Setelah keliling Vatican, di Roma pastinya saya nggak lupa untuk mencoba gelato dong.

This one is sooo good!

This one is sooo good!

Tips belanja: Roma adalah salah satu kota yang murah untuk belanja barang-barang branded di Eropa, dibandingkan dengan Spanyol dan Inggris. Koleksi branded itemnya juga lumayan lengkap.

 

Day 11: Rome – Salerno

Hari terakhir di Rome, pastinya harus mengunjungi Colosseum. Kami nekad jalan kaki yang ternyata lumayan jauh, but we made it! Untuk bisa masuk, antriannya lumayan panjang. Tapi nggak papa, karena di perjalanan menuju Colosseum banyak area-area tua jaman Romawi dulu.

Beautiful morning in Rome. Where’s my Gladiator? ;)

Beautiful morning in Rome. Where’s my Gladiator?

The majestic Colosseum

The majestic Colosseum

Nah, hari ini pun kami akan ketemuan lagi dengan teman saya Suhe untuk melanjutkan perjalanan ke Salerno, kota lebih kecil dari Roma.

Let’s continue to Salerno! Just less than 2 hours of train ride from Rome.

Let’s continue to Salerno! Just less than 2 hours of train ride from Rome.

Kami pergi ke sana naik kereta dan akan tinggal di apartemen AirBnB. Pas sampai di sana, kami dijemput yang punya rumah, namanya Flafio, dan pas sampai, kami langsung shock dong karena ternyata apartemennya berada di lantai 5 dan nggak ada lift, haduh. Untungnya Flafio mau bantuin bawa koper kita yang banyak banget ituu. 😀 Karena kita ber-3, tapi jumlah kopernya ada 7 loh, hihihi.

Looks nice, right?

Looks nice, right?

Enjoying my morning coffee at the apartment

Enjoying my morning coffee at the apartment

Tips: Kalau menginap di AirBnB, selalu cek apa ada lift atau enggak, apalagi kalau kita bawa banyak koper. Meski di Salerno, nggak terlalu banyak pilihan sih.

Beautiful Christmas tree in the middle of Salerno

Beautiful Christmas tree in the middle of Salerno

 

Day 12: Salerno – Amalfi

Pagi-pagi begitu bangun, kita pergi beli sarapan dan jalan kaki menuju terminal bis, untuk beli tiket bis menuju Amalfi, kota kecil di propinsi Salerno. Sepanjang jalan yang saya perhatikan banyak banget pohon jeruk lemon.

Perjalanan ke Amalfi mengingatkan saya dengan perjalanan ke Bedugul mixed dengan Puncak. Beneran deh, stres banget lihat tebing dan papasan sama mobil. Tapi akhirnya, kami sampai juga di tempat yang lagi-lagi keliatan kayak di postcard.

Salah satu hal yang bikin saya mupeng berat di sini adalah kerajinan keramik mereka. Pingin rasanya beli semua dan bawa pulang, tapi apa daya, kan berat, hiks :( Nggak ada yang Made in China loh, semuanya Made in Italy.

Beautiful old town in Amalfi. Another must-go place in Italy.

Beautiful old town in Amalfi. Another must-go place in Italy.

Tuh, cute begini, gimana nggak pingin borong coba rasanya?

Tuh, cute begini, gimana nggak pingin borong coba rasanya?

Ciao. Another postcard-like view, this time from Salerno!

Ciao. Another postcard-like view, this time from Salerno!

Amalfi with these two BFFs. This trip is so fun!

Amalfi with these two BFFs. This trip is so fun!

More Gelato moment!

More Gelato moment!

Di Amalfi kami nggak menginap, jadi malamnya pulang lagi naik bis ke Salerno yang ternyata untuk naik bis pulang, rasanya kayak naik bis di Pulo Gadung. Asli rebutaann. Banyak pula yang berdiri. What a day!

Tips: Amalfi juga terkenal dengan liquor yang berbahan dasar lemon. Jadi hati-hati, itu bukan buat lemon squash ya karena mengandung alcohol 26%, tapi dengan ini kita bisa bikin Limoncello.

Whan life gives you lemon, make Limoncello, haha.

Whan life gives you lemon, make Limoncello, haha.

 

So, how do you like this trip so far? Lumayan seru kan? Ceritanya nggak sampai di sini aja. Masih ada Pompeii, Napoli dan Brussel. Sambung lagi minggu depan ya!

Leave a Reply