Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 1

2 Comments

Di akhir bulan Januari kemarin ada hal yang mengingatkan saya akan trip akhir tahun dengan 2 sahabat, Yudy dan Suhe, yaitu tagihan kartu kredit, hihihi. Bersamaan dengan hadirnya lembar tagihan itu, hadir pula memori dari trip kami yang sangat seru.

Jadi daripada stress lihat tagihan, saya cerita aja ya. 😀

Kisah liburan tak terlupakan itu dimulai dengan saya membeli tiket pesawat yang murah di acara Garuda Travel Fair pada bulan April tahun lalu, untuk keberangkatan tanggal 18 Desember 2015 dan pulang 5 Januari 2016. Serunya, saya dan Yudy selalu dibilang princess traveler dan Suhe terbiasa menjadi solo traveler. Jadi deal dari awal adalah kami akan menginap di hotel dan airBnB untuk menghemat biaya, tapi tidak bergaya backpackers atau tinggal di hostel yang rame-rame.

Suhe (kiri) dan Yudy (kanan), teman perjalanan saya ke Eropa

Suhe (kiri) dan Yudy (kanan), teman perjalanan saya ke Eropa

This is our initial itinerary: Jakarta – Amsterdam (Netherlands) – Glasgow (Scotland) – Edinburgh (Scotland) – Zurich (Swiss) – Bosnia – Croatia – Rome (Italy ) – Salerno – Napoli – Amsterdam. Tapi karena teman saya Yudy kehilangan tasnya di Zurich, jadi itinerary Bosnia dan Croatia terpaksa kami lewatkan karena kami tidak merasa yakin untuk keluar dari negara-negara Schengen. So, 7 cities in less than 3 weeks, lumayan ambi ya, haha. Yang lebih heboh, untuk perjalanan ini, kami tidak pakai jasa travel agent sama sekali.

Day 1: Jakarta – Amsterdam

Kami berangkat dengan Garuda Indonesia menuju Amsterdam dengan direct flight. Tips untuk yang bepergian long flight: Selalu bawa celana enak yang bisa dipakai untuk tidur. Setelah take off, ganti celana dan kurang-lebih 1,5 jam sebelum mendarat di tujuan, baru ganti lagi, sekalian freshen up.

Ganti baju yang lebih nyaman biar long flight terasa lebih menyenangkan

Ganti baju yang lebih nyaman biar long flight terasa lebih menyenangkan

 

Day 2: Amsterdam

Keesokan harinya kami sampai di Amsterdam dan menginap di apartemen teman saya untuk satu malam saja. Pastinya untuk melawan jetlag saya tidak tidur dan memaksakan diri jalan-jalan di kota yang menyenangkan ini.

Cold, windy breeze. Beautiful weather in Amsterdam.

Cold, windy breeze. Beautiful weather in Amsterdam.

Malamnya, kami mencoba restorannya Jamie Oliver yang ternyata makanannya mengecewakan ya. Tidak seenak yang ada di bayangan saya.

Looking at the menu at Jamie Oliver Restaurant. Trying hard not to fall asleep. So tired after the long flight.

Looking at the menu at Jamie Oliver Restaurant. Trying hard not to fall asleep. So tired after the long flight.

 

Day 3: Amsterdam – Glasgow

Hari ini kami menuju Glasgow, Scotland, dan tujuan kami ke sini pastinya adalah untuk melihat konser Madonna! Glasgow ini lebih dingin dan saat kami di sana, hujan.

My first Christmas in Europe. Looove the ambience. Such a magical feeling.

My first Christmas in Europe. Looove the ambience. Such a magical feeling.

Di kota ini kami tinggal di rumah AirBnB dan ini adalah pertama kalinya saya mencoba akomodasi ini. Lucu juga. Untung ada 2 teman saya yang sigap bantu angkat koper ke lantai 2, haha.

Tips: Download app taxi untuk memudahkan pesan taxi untuk bepergian.

 

Day 4: Glasgow – Edinburgh

Menuju Edinburgh naik kereta dan serunya di kota ini masih banyak castle yang kayak di film-film itu. Pastinya kita bertiga harus dong nyobain foto ala Scotish dengan kilt, hahaha. It’s just a must-do thing for a tourist.

kilt

Di kota ini, hotel kami lumayan dekat dengan stasiun kereta jadi bisa jalan kaki aja dan kamarnya di lantai dasar, yaayy!

Tips: Rata-rata castle tutup lebih cepat di musim dingin, jadi pastikan datang lebih pagi supaya puas.

Raining and cold but managed to see the castle. So gorgeous!

Raining and cold but managed to see the castle. So gorgeous!

 

Day 5: Edinburgh – Zurich

Kami bertiga seharusnya ke Zurich dengan flight Edinburgh–Stockholm–Zurich. Apa daya, pesawat dari Edinburgh mengalami delay yang mengakibatkan kami ketinggalan connecting flight ke Zurich. Duh. Akhirnya saya jalan-jalan aja di airport Stockholm dan beli tray yang lucu-lucu.

Salah satu tray yang saya beli di airport Stockholm. Gemes banget kan?

Salah satu tray yang saya beli di airport Stockholm. Gemes banget kan?

Dan ternyata di sinilah awal semua drama yang ternyata begitu kami sampai Zurich, bagasi teman saya Yudy tidak terbawa ke Zurich dan tasnya hilang, hiks. :(

Tips: Kalau bagasi kamu tidak ada , jangan panik dulu. Pergi ke Lost & Found dan biasanya mereka bisa lacak keberadaan koper. Pastikan untuk kasih alamat dan nomor telepon kita di kota itu untuk pengiriman koper dari airline yang bersangkutan.

 

Day 6: Zurich

Karena kejadian tadi malam, terpaksa hari ke-5 kami habiskan dengan mengurus hilangnya barang ke kantor polisi dan pergi ke konsulat Indonesia di Bern (yang mana letaknya 1 jam naik kereta dari Zurich). Tapi meski begitu, foto-foto tetap wajib dong yaa, karena memang kotanya cantik banget sih!

Beautiful Zurich

Beautiful Zurich

Christmas spirit in every store in Zurich. Love it!

Christmas spirit in every store in Zurich. Love it!

Zurich at night with the canal mirroring the lights.

Zurich at night with the canal mirroring the lights.

Oh ya, hotel tempat kami tingga adalah hotel yang akan saya rekomendasikan ke semua orang. MarktGasse Hotel, terletak di Old Town, masih baru tapi dengan feel tua. It’s just a perfect, nice boutique hotel.

Segitu dulu cerita perjalanan saya ke Eropa untuk minggu ini. Ikuti kelanjutannya ya. Masih ada Swiss dan Italia yang cantik loh! Till next week!

Comments

  1. Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 2 | ReeSays

    […] minggu lalu saya cerita awal perjalanan ke Eropa, tepatnya ke Amsterdam, Glasglow, Edinburgh dan Zurich, sekarang saya lanjutkan dengan cerita di kota-kota lain di Swiss dan […]

  2. Europe Trip in 18 Days: Where To Go in 4 Countries, 7 Cities – Part 3 | ReeSays

    […] yang mau baca bagian liburan saya di Amsterdam, Glasgow, Edinburgh dan Zurich, ada di sini, sedangkan episode Engelberg, Roma, Salerno, dan Amalfi bisa dibaca di […]

Leave a Reply