Jalan-Jalan ke Dubai – Part 3

9 Comments

Do what you love, love what you do.

Quote ini pas banget dengan kerjaan tambahan saya akhir-akhir sebagai Dubai Tourism Consultant. Setelah bulan Agustus lalu saya jalan-jalan ke Dubai untuk pertama kalinya dan langsung terkesan, apalagi dengan berbagai tempat yang unik dan glamor, dua minggu yang lalu saya berkesempatan membawa 30 Top Travel Agent dari Indonesia berkunjung ke sana untuk memberikan mereka pengalaman pribadi tentang Dubai, sehingga ketika kembali ke kantor masing-masing, mereka tambah pede menjual paket liburan ke kota yang keren ini.

Nah, ini adalah beberapa tempat yang saya kunjungi selama 5 hari 4 malam di Dubai.

Hari Pertama:

Terbang dengan Emirates Airline yang jadwalnya enak banget karena berangkatnya jam 00.15 dan sampai di Dubai jam 05.35 pagi.

Enak karena artinya hari itu saya masih bisa kerja paginya dan baru berangkat ke airport jam 22.00 , jadi nggak kehilangan hari buat jalan-jalan keesokannya. Ini bisa jadi acuan kalau mau kabur ke Dubai saat weekend.

Pas sampai, saya tinggal di JW Marriot Marquise yang merupakan The Tallest Hotel in the World! Yoi, hotel mewah ini punya 1.600 kamar yang tersebar di 72 lantai. Dan kalau makan di Kitchen 6, kita akan pusing mau makan apa saking banyaknya pilihan makanan, mulai dari Italian, Japanese, Chinese, Indian dan Arabian.

Stylish and colorful bottle setup at this hotel’s bar

Stylish and colorful bottle setup at this hotel’s bar

Karena itu adalah hari pertama, pastinya semua peserta diajak ikut city tour untuk melihat kota Dubai, termasuk pergi ke area Marina yang isinya banyak kafe-kafe yang asik banget buat minum-minum cantik atau kita bisa menyewa yacht untuk liat sunset.

Beautiful Marina. Perfect time with perfect weather.

Beautiful Marina. Perfect time with perfect weather.

Hari itu kami juga mampir ke hotel yang baru banget dibuka yaitu Palazzo Versace Hotel yang surprisingly hotelnya cantik banget (jauh dari kesan bling-bling yang tadinya saya pikir akan jadi interior design hotel tersebut). Dan yang menyenangkan adalah hotel itu memajang banyak sketch asli baju-baju iconic para super model jaman itu dari Gianni Versace. Kesan saya tentang hotel ini adalah romantis banget dan hanya untuk orang-orang yang menghargai the art of Versace.

From where I stand, the Versace. A boutique hotel with so much history of Gianni Versace.

From where I stand, the Versace. A boutique hotel with so much history of Gianni Versace.

You’ll find so many iconic dress sketches of Gianni Versace around the hotel

You’ll find so many iconic dress sketches of Gianni Versace around the hotel

Hari Kedua:

Hari ini dimulai dengan kalap dengan breakfast yang banyak banget, hahaha. Lalu kami lanjut untuk bergabung dalam half-day conference di Sofitel Downtown. Di sini, semua peserta tur bengong liat presentasi tempat-tempat baru yang akan buka di Dubai, yang salah satunya adalah IMG Worlds of Adventure, yaitu indoor theme park pertama di dunia di mana Cartoon Network dan Marvel akan melakukan merger. So parents, get ready for 2016 new destination for family vacation!

Selesai konferensi, kami pulang ke hotel untuk ganti baju karena tujuan berikutnya adalah Bab Al Shams Desert Resort & Spa. Buat yang ingin merasakan tinggal di tengah-tengah padang pasir, hotel ini pas banget deh.

Setelah selesai cardio (iya inspection itu kayak cardio ya, jalan kaki di hotel yang besar-besar), kami diajak jalan kaki menembus padang pasir untuk menuju tempat makan malam bernama Al Hadeerah, tempat di mana begitu sampai mata saya terbelalak melihat pilihan makanan yang sangat spektakuler bergaya pasar malam di Timur Tengah. Rasanya? Aduh, nggak ada yang nggak enak. Yang saya suka banget, walaupun bergaya buffet, banyak makananya baru dimasak di tempat saat itu juga. Jadi nggak ada tuh makanan buffet yang sudah dingin atau sudah nggak enak diliat bentuknya. Definitely I’ll come back for that baby chicken! Malamnya sebelum pulang, kami melihat banyak hiburan termasuk kembang api.

Dinner in the middle of the desert. Good food with perfect weather. A must-try restaurant to visit in Dubai.

Dinner in the middle of the desert. Good food with perfect weather. A must-try restaurant in Dubai.

Kamar di …. Eksotis. Lihat deh lukisan dindingnya, cantik banget.

Kamar saya di Bab Al Shams Desert Resort & Spa. Eksotis. Lihat deh lukisan dindingnya, cantik banget.

Hari Ketiga:

Breakfast kalap lagi buat energy cardio hari ini yang jadwalnya lumayan kayak Amazing Race 😀 First stop adalah Anantara The Palm Dubai Resort yang pas kita datang langsung disuguhi dengan pemandangan pool access dari kamar. Tapi yang lebih spekta adalah sewaktu kami diajak ke Water Villa mereka dengan pemandangan langsung ke laut, lengkap dengan glass viewing panel di lantai!

My passion brings me here. I’m wearing Ree Indonesia.

My passion brings me here. I’m wearing Ree Indonesia.

The glass viewing panel – because life is too short to stay in a normal hotel ;)

The glass viewing panel – because life is too short to stay in a normal hotel ;)

Lalu setelah melihat kamar, kami diajak melihat spa yang memiliki fasilitas traditional Turkish Hammam di mana kalau masuk ke ruangan itu, rasanya seperti sauna. Di situlah treatment scrub dilakukan. Kayaknya dijamin deh semua kotoran yang nempel akan hilang dan pas selesai kulit kita kinclong banget.

Nice Turkish spa at the Anantara

Nice Turkish spa at the Anantara

Ok, next stop. Kami mengunjungi hotel baru yang namanya Waldorf Astoria Dubai Palm Jumeirah yang merupakan berada di bawah naungan Hilton International. Buat yang mencari hotel dengan pemandangan pantai, inilah hotel yang tepat.

Beach view from the hotel room

Beach view from the hotel room

A lovely day at the Waldorf Astoria

A lovely day at the Waldorf Astoria

Selesai makan siang di Waldorf Astoria, kami lanjut mengunjungi Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding. Dengan motto Open Doors, Open Mind, semua peserta diajak ngobrol dan boleh bertanya apa saja mengenai United Arab Emirates. Kenapa pakai baju putih? Kenapa harus sholat 5 kali sehari? Kenapa jilbabnya kok nggak nutup? Dan cara menjelaskannya itu loh, sangat menyejukkan hati. (Dear FPI, ke Dubai deeeh!)

cultural understanding

Ngobrol-ngobrol tentang budaya Arab yang sangat menarik

Beres ngobrol-ngobrol, lanjut ke kegiatan berikutnya, yaitu gabung di Platinum Heritage di mana peserta tur diajak naik open jeep dan nonton falcon show alias pertunjukan burung elang di tengah padang pasir dan pastinya makan malam di tenda dan mencoba shisha bagi yang mau. Oh ya, ini semua dilakukan di alam terbuka, under the sky, dengan cuaca yang enak banget karena kita datang saat musim dingin, yang mana temperaturnya berkisar di 20-29 derajat Celcius.

Platinum Heritage – Spending the afternoon at such a Sex and the City spot!

Platinum Heritage – Spending the afternoon at such a Sex and the City spot!

Dinner in a tent in the middle of desert

Dinner in a tent in the middle of desert

Hari Keempat:

Semua peserta tur dibawa melihat Aquarium & Underwater Zoo dan naik ke Burj Khalifa (baca pengalaman saya berkunjung ke gedung paling tinggi di dunia ini di sini). Hari itu kami makan siang di Ritz Carlton DIFC dan semuanya enak banget, dengan dan setiap meja ditemani oleh 1 sales person dari Ritz. What a service.

Setelah kenyang, kami diajak ke City Walk & Box Park, area yang berisi berbagai macam retail dan restoran berbentuk box warna-warni yang lucu-lucu banget. Plus, ada 1 box yang berisi teater yang cara nontonnya adalah dengan sambil tiduran di bean bag karena layarnya berada di atas kita, dengan bentuk dome. Kota ini beneran nggak habis-habis deh membuat saya terkesan!

Welcome to the Box Park!

Welcome to the Box Park!

Main ular tangga seukuran manusia juga bisa di Box Park. Seru ya!

Main ular tangga seukuran manusia juga bisa di Box Park. Seru ya!

Lanjuuut. Destinasi berikutnya adalah Dubai Mall. It’s shopping time! Pastinya waktunya nggak cukup dengan 1200 toko di dalamnya. Sorenya, kami pun nonton Dubai Fountain Show yang air mancurnya bisa sampai setinggi 140 meter alias setinggi 45 lantai gedung bertingkat! (Sampai di sini, pasti makin yakin kan mau masukin Dubai ke destinasi liburan berikutnya? :D)

Posing in front of one of my favorite stores in Dubai Mall

Posing in front of one of my favorite stores in Dubai Mall

Beres jalan-jalan, pastinya lapar dong ya. Malam itu kami diundang makan oleh hotel The Address yang letaknya dekat sekali dengan Dubai Mall alias bisa jalan kaki. It was a nice last night in Dubai.

Hari kelima:

Pagi hari kami sudah siap pulang dengan Emirates Airline. Berangkat dari Dubai jam 10.55 dan sampai di Jakarta jam 22.10 malam. Oh ya selama perjalanan, akhirnya saya bisa nonton Mission Impossible yang baru. Lumayan banget kan, film baru tuh.

airport

Go travel, ladies. Life is too short not to see the world!

Gimana, siap berangkat ke Dubai? Yuk! Tanggal 12 Januari-12 Februari 2016 akan ada Dubai Shopping Festival loooh. Wih, pasti puas belanja!

Happy holidays, everyone!

Comments

  1. Kaleidoskop 2015: 7 Destinasi Liburan Yang Wajib Dikunjungi | ReeSays

    […] My Dubai trip part 3 […]

  2. Harsono
    Harsono | Posted on January 27, 2016 at 1:59 pm

    Ijin share…rencana ke Dubai 15-19 Januari 2015…pas Dubai Shooping Festival..

  3. echaa
    echaa | Posted on February 19, 2016 at 11:34 am

    wah biayanya pasti mahal banget ya kalo ke dubai, mesti ngumpuli uang selama bertahun tahun kayaknya heheh

  4. Anis
    Anis | Posted on December 6, 2016 at 10:17 pm

    Salam kenal mbak. Mau tanya, ini ke dubai nya menggunakan travel atau pergi sendiri kah?

  5. Anthy
    Anthy | Posted on December 17, 2016 at 11:02 am

    Mba riana…itu pake baju2 tipis…desember ga dingin2 amat ya…besok ak ke Dubai ni…

Leave a Reply