Dog Day, Dedikasi Untuk Sahabat Paling Setia

no Comment

August 26th is the cutest day of the year!

Gimana enggak? It’s Dog Day! *guk guk!*

Agak susah buat saya untuk nggak suka dengan anjing. Sejak kecil saya sudah punya anjing sebagai teman di rumah. Sampai sekarang saya punya 4 anjing yang sudah saya anggap seperti anak sendiri (dulu punya 5, tapi Goldie, seekor Golden Retriever, meninggal 3 tahun yang lalu saat berumur 10 tahun). Nama ‘anak-anak’ saya: Amel, Sam, Bacon dan Nero. Dua cewek dan dua cowok.

Family photo yang selalu gagal. Cuma satu yang pose, sisanya pada nungging. :D

Family photo yang selalu gagal. Cuma satu yang pose, sisanya pada nungging. :D

Dancing with my Sam

Dancing with my Sam

Buat saya dog’s love is unconditional love. They are so warm and saya suka banget ‘ngobrol’ sama mereka dan bercanda.

Momen ngobrol saat lagi nggak ada mbak di rumah. It was a family meeting and I explained that they have to behave while we had no maid. Hihi.

Momen ngobrol saat lagi nggak ada mbak di rumah. It was a family meeting and I explained that they have to behave while we had no maid. Hihi.

Nggak cuma saya, beberapa teman saya juga punya cinta yang dalam luar biasa buat anjing-anjingnya. Ini cerita mereka.

 

Edward dan Francy dan sahabat kesayangan, Leica, Pola dan Ollie

“Leica adalah anjing pertama kami (male, Mix Daschun Long Hair). Ia ditemukan oleh teman kami saat berusia 4 bulan di bawah pohon karena kehujanan (hiks, kasian). Begitu lihat, kami langsung jatuh cinta. Sedangkan Ollie (kependekan dari Olympus; female, Beagle) kami pelihara awalnya untuk menemani Leica yang sering kami tinggal pergi ke luar kota. Yang terakhir, Pola (dari Polaroid; mungkin sekarang udah ngeh ya kalau nama-nama anjing kami berasal dari nama kamera? hihi, karena Edward seorang fotografer), yang merupakan hasil perkawinan dari Leica dan Ollie.

Leica-Pola-Ollie

“Beda anjing, beda pula karakternya. Leica tuh anjing Alfa, manja tapi paling galak, paling kepo, paling berani dan selalu haus kasih sayang. Dia adi lebih baik ngga dikasih makanan daripada nggak disayang-sayang, haha. Sedangkan Ollie lebih mandiri, paling gesit dan peka kalo soal makanan dan paling juara kalo disuruh abisin makanan. 😀 Kalau Pola kalem, paling nurut dan nempel banget sama Francy, mungkin karena dipelihara dari baby. Yang pasti, dia paling bisa digangguin karena nggak akan marah atau gigit, hihi.”

“Setuju sama Riana, buat kami anjing itu lambang dari unconditional love. Entah siapa yang mulai duluan, kita (orang) atau mereka (anjing) tapi seekor anjing itu adalah sosok yang mencintai tanpa syarat dan kita bisa belajar dari mereka.”

 

Sugi dan Orlando, Sang Juara Dog Show

“Anjing saya namanya Orlando (Shih Tzu) yang sudah tinggal bareng kami sejak umur 3 bulan (sekarang 1 tahun). Ngedapetinnya nggak gampang, karena breeder anjing-anjing trah ternyata punya komunitasnya tersendiri. Saat sudah ketemu, kami baru ngeh kalau ternyata ada ‘aturan’ pemeliharaan anjing dengan breed ini, yaitu mau buat dipelihara di rumah atau buat ikut pameran? Jujur, awalnya sih saya hanya ingin punya anjing yang bagus. Lalu sang breeder menjelaskan kalau ini yang saya mau, maka nantinya anjingnya harus berpartisipasi dalam Dog Show. Alasannya adalah induk mereka rata-rata adalah pemenang Dog Show (FYI, gelar Champion di kompetisi-kompetisi ini nggak mudah loh untuk didapatkan) dan keturunannya pun harus tetap ikut show agar kualitas bloodline-nya tetap terjaga sesuai standar FCI (Federation Cynologique Internationale) atau AKC (American Kennel Club).”

“Selesai sampai di sana? Belum. Sang breeder nggak langsung menjual anjingnya (meski keliatan Orlando pingin banget kami bawa pulang). Dari situ, ada tahap wawancara, di mana breeder ingin memastikan kalau kami benar-benar bisa merawat Orlando dengan baik. Akhirnya, kami pun berhasil mendapatkannya! Dari umur 4 bulan. Orlando sudah ikut pameran Dog Show di Indonesia, Malaysia, Belanda, Norwegia, Swedia, Austria dan di semua kompetisi ini, semua juri memberikan penilaian yang sama untuk Orlando: Excellent! Rasanya senang dan bangga.”

Orlando loved Amsterdam!

Orlando loved Amsterdam!

Orlando saying goodbye to Denmark and ready to leave for the next show in Vienna.

Orlando saying goodbye to Denmark and ready to leave for the next show in Vienna.

“Pokoknya Orlando ngegemesin banget, adorable dan manja. We love him to the moon and back!

Nggak ada yang lebih menyenangkan daripada jalan-jalan bersama anjing kesayangan.

Nggak ada yang lebih menyenangkan daripada jalan-jalan bersama anjing kesayangan.

 

Fransisca dan Winwin, Si Corgi Yang Bikin Happy

“Saya suka anjing sudah lama, tipe ras apa aja, terutama anjing kampung. Dulu saya sering ambil anjing yang terlantar di jalan. Biasanya langsung aja saya bawa ke rumah, samopai pernah jumlahnya mencapai 12 ekor. Kalau saat ini, saya punya Winwin (a tricolor Pembroke Welsh Corgi). Dinamakan Winwin karena she is a win-win solution, hadiah dari mantan pacar saat saya nggak berhenti nangis sebulan saat Chu, anjing yang sebelumnya, meninggal setelah 14 tahun kami bersama. Saat mendapatkan Winwin, rasanya senang banget. Maklum, ia mirip dengan Chu dan anjing jenis ini nggak gampang untuk didapat karena bukan merupakan ras yang populer di Indonesia.”

My love, Winwin. Umurnya baru 2 tahun.

My love, Winwin. Umurnya baru 2 tahun.

“Cinta saya buat Winwin mah nggak usah ditanya. Karena dia kami perlakukan seperti anak manusia, maka ia jadi anjing yang sangat manja. Tapi di rumah nggak ada yang keberatan dengan hal ini. Satu hal yang saya pelajari dari setiap anjing saya adalah mereka sangat setia no matter what. They make me very happy. Yang lucu, pernah waktu itu ada teman pengajian saya bilang, “Kok pelihara anjing sih? Nanti malaikat nggak mau mampir ke rumah loh” (pandangan agama). Lalu saya bilang, “Well, she makes me happy dan saya yakin malaikat juga tahu…”. Sekian. :)

IMG_0751

“Buat teman-teman yang suka anjing dan berpikiran untuk mengadopsi, pesan saya satu: Adopsi anjing itu seperti adopsi anak manusia. Butuh tanggung jawab. Di sini kita diuji bagaimana bisa memanusiakan hewan. Never buy a puppy as a gift, karena alasan tanggung jawab tadi. Kita harus yakin benar pemiliknya punya komitmen untuk membesarkan anjingnya.”

Happy Dog Day!

Leave a Reply