#BaladaEntrepreneur 3: Tips Menentukan Nama Brand, Logo dan Slogan

no Comment

Sejak saya sering diundang untuk bicara soal entrepreneurship 2 tahun terakhir, salah satu pertanyaan yang paling sering saya dapat adalah soal branding. Tepatnya saya seringkali dimintai tips membuat logo dan slogan. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Kecuali kita punya uang banyak banget yang membuat kita bisa beriklan di majalah, TV dan di TransJakarta, nggak usah deh bikin merk dagang, nama brand atau nama perusahaan yang susah, baik diucapkan maupun ditulis, karena kita akan mengeluarkan banyak sekali biaya untuk mempromosikannya dan mengalami kesulitan membuat orang ingat. Logikanya, kalau namanya susah, gimana orang akan menuliskan dan menemukannya di Google?

Prinsipnya, keep it simple, relevant, catchy dan belum ada yang punya.

Simple itu seperti apa sih?

Ambil contoh BelowCepek.

logo-bold

  • Nama: Dua kata below dan cepek jelas menginformasikan harga barang yang dijual
  • Logo: Mannequin. Langsung jelas toko online ini menjual apa. Pasti pakaian atau barang lain yang berhubungan dengan fashion.
  • Slogan: I am a smart shopper. Kata shopper di sini nggak mungkin punya arti lain, selain pembeli atau shopping alias Belanja.

Masuk akal kan?

Contoh lain, MiniLoveBites.

minilovebites

  • Nama: Minilovebites
  • Logo: Tulisan nama brand dengan font kecil, menggambarkan ke-mini-an-nya dan simbol hati
  • Slogan: Cupcakes and bakes

 

Dapur Cokelat

dapur cokelat

  • Nama: Dapur Cokelat
  • Logo: Daun coklat berwarna coklat
  • Slogan: Everything about chocolate

 

Semuanya jelas, mereka jualan apa.

 

Lebih lanjut soal nama, sangat penting untuk memastikan siapa calon pembeli kita. Kalau kebanyakan atau semuanya orang Indonesia, nggak usah repot pakai bahasa Perancis demi terdengar keren apalagi dengan penulisannya yang ribet. Susah nyangkut di kepala! Kalau pun nama brand kita mau pakai bahasa Inggris, pastikan pakai yang gampang dan familiar untuk orang Indonesia. Terlebih di era digital seperti ini, banyak orang memanfaatkan mesin pencari bila ingin tahu lebih banyak tentang sebuah produk atau jasa. Mereka tentu akan mencarinya dengan menuliskan keyword atau kata kunci, maka pastikan nama brand kita juga self-explainatory.

Kalau mau pakai bahasa asing seperti Spanyol, Sansekerta, dll, karena suka dengan bunyinya pastikan kata itu mudah untuk dituliskan, mudah untuk dilafalkan dan punya arti yang pas untuk usahamu.

Sedangkan slogan, buatlah yang bisa menjelaskan dengan baik nama brand kita. Kalau kita jual keripik super pedas dan memakai cabai dari Lombok (yang memang terkenal pedas), pastikan 2 hal fakta ini ada di slogan.

Dengan nama brand, logo dan slogan yang jelas, maka kita punya branding dan dasar promosi yang kuat, dan ini artinya kita nggak membuat kehidupan entrepreneur kita yang sudah penuh tantangan, lebih rumit lagi. (lagi-lagi curhat terselubung)

Buat teman-teman yang juga punya usaha, apa nama bisnismu? Tukar cerita yuk!

Leave a Reply